Rabu, 22 April 2026

Renungan Harian Katolik

Renungan Harian Katolik Sabtu 21 September 2024, “Berdirilah Mateus, Lalu Mengikuti Dia”

Menjadi menarik dalam panggilan Mateus adalah saat dia dipanggil oleh Yesus ada satu tindakan yang dilakukannya yaitu dia ‘berdiri’

Editor: Rosalina Woso
FOTO PRIBADI
Bruder Pio Hayon SVD menyampaikan Renungan Harian Katolik Sabtu 21 September 2024, “Berdirilah Mateus, Lalu Mengikuti Dia” 

Oleh : Bruder Pio Hayon, SVD

POS-KUPANG.COM - Renungan Harian Katolik Sabtu 21 September 2024,  “Berdirilah Mateus, Lalu Mengikuti Dia”

Hari Sabtu Biasa Pekan XXIV

Pestas Santo Mateus, Rasul dan Penulis Injil

Bacaan I:  Ef. 4:1-7.11-13

Injil : Matius  9:9-13

Saudari/a yang terkasih dalam Kristus

Salam damai  sejahtera untuk kita semua. Satu tindakan atau aksi yang kita lakukan akan bisa terjadi kalau dimulai dengan tindakan berdiri. Tindakan berdiri itu biasanya sebagai tanda kesiap-siapan seseorang untuk melakukan satu tindakan atau gerakan lainnya sesudah itu.

Jika tidak dimulai dengan berdiri maka tidak jadi kegiatan lanjutannya. Maka berdiri itu satu tindakan awal yang pasti sebelum melakukan satu tindakan lainnya. 

Saudari/a yang terkasih dalam Kristus

Di akhir pekan pada hari Sabtu pekan ke XXIV ini, merayakan pesta Santo Mateus, Rasul dan Pengarang Injil. Ayahnya bernama Alfeus. Ia sendiri pun disebut juga Levi. Mateus dikenal luas sebagai pemungut cukai di kota Kapernaum, daerah Galilea. Di kalangan masyarakat Yahudi, terutama para pemimpinnya, jabatan pemungut cukai dipandang sebagai jabatan kotor.

Para pemungut cukai dipandang sebagai pendosa, yang dapat disejajarkan dengan pembunuh, perampok, penjahat, pelacur dll. Alasannya ialah mereka itu adalah sahabat dan kaki-tangan Romawi, bangsa kafir yang menjajah mereka.

Meskipun tuduhan itu tidak seluruhnya benar, namun Mateus jelas digolongkan dalam kelompok yang tak terhormat ini. Apa boleh buat karena itulah pandangan umum masyarakat Yahudi. Mateus masih berharga di mata Tuhan. Yesus memanggil dia: "Ikutilah Aku!"

Panggilan ini menunjukkan bahwa bagi Yesus, Mateus masih memiliki titik-titik kebaikan yang dapat diandalkan. Peristiwa panggilan Mateus sempat mencengangkan banyak orang: "Bagaimana mungkin Yesus memanggil dan memilih seorang pendosa menjadi muridNya?" Ketika Mateus mengadakan perjamuan besar di rumahnya bagi Yesus dan murid-muridNya, banyak pemungut cukai hadir juga.

Kaum Farisi dan orang-orang lain yang tidak menyukai Yesus semakin membenci Yesus: "Mengapa gurumu makan bersama dengan para pendosa?" Pada saat itulah, Yesus mengatakan: "Bukan orang sehat yang memerlukan dokter, melainkan orang sakit. Aku datang bukan untuk memanggil orang saleh, melainkan orang berdosa." Mateus masih berharga di mata Tuhan. Yesus memanggil dia: "Ikutilah Aku!"

Sumber: Pos Kupang
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved