Berita NTT
Pater Amans Laka Luncurkan Buku Refleksi Misi di Argentina dan Kuba
Buku ini bukan untuk dipuji. Saya bukan orang yang tahan dengan sanjungan. Saya senang bekerja dalam diam
Penulis: Ray Rebon | Editor: Rosalina Woso
Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Ray Rebon
POS-KUPANG.COM, KUPANG - Pater Amans Laka, SVD, meluncurkan buku berjudul Hymne Keterciptaan Memori dan Karya Misionaris Dalam Kumpulan Puisi.
Acara peluncuran dan bedah buku ini dihadiri oleh Dr. Jefry Riwu Kore dan Romo Patris sebagai narasumber, serta dimoderatori oleh Antonius Suban Kleden, S.FIL.
Beberapa imam SVD, mahasiswa, dan tamu undangan lainnya turut hadir dalam acara yang berlangsung di hotel Maya Kota Kupang, Kamis 18 September 2024.
Dalam sambutannya, Pater Amans Laka menjelaskan bahwa buku ini bukan sekadar kumpulan karya dari masa baktinya sebagai misionaris di Argentina dan Kuba.
Baca juga: Gateball NTT Rebut 1 Perak 1 Perunggu PON XXI Aceh-Sumut 2024
"Buku ini bukan untuk dipuji. Saya bukan orang yang tahan dengan sanjungan. Saya senang bekerja dalam diam," ujarnya.
Ia menekankan bahwa buku ini ditulis dengan cinta untuk generasi muda dan sebagai inspirasi bagi mereka yang berjuang mengatasi kesulitan hidup.
Ia mengambil inspirasi dari Kitab Suci sebagai refleksi dalam hidupnya.
Pater Amans berbagi kisahnya saat bermisi di Argentina, di mana gereja Katolik sudah mapan selama lebih dari 500 tahun.
Namun, ia merasakan kegelisahan sosial di kalangan anak muda yang terancam narkoba dan kurangnya peluang untuk masa depan.
Sebagai upaya membantu, ia mendirikan dua sekolah pertanian bernama "Family Agricola," yang mendapat dukungan dari pemerintah Argentina.
Usahanya ini mendapat apresiasi dan penghargaan dari pemerintah setempat.
"Saya bangga atas penghargaan yang diberikan kepada saya, dan semua ini bukan hanya untuk saya, tapi untuk generasi muda ke depan," ungkapnya.
Selain itu, Pater Amans juga menceritakan pengalamannya di Kuba, yang menurutnya memiliki situasi yang berbeda jauh dari Argentina atau Indonesia.
"Di Kuba, gereja dibiarkan ada, tapi tidak konstitusional, gereja diminimalisir dan dihindari," jelasnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/Pose-bersama-Pater-Amans-Laka-SVD.jpg)