Selasa, 14 April 2026

Renungan Harian Katolik

Renungan Harian Katolik Kamis 19 September 2024, "Telah Banyak Berbuat Kasih"

Paulus sangat menyadari akan kesalahan dan dosa yang diperbuatnya kepada jemaat Tuhan dengan membunuh semua penganut ajaran Tuhan.

Editor: Eflin Rote
POS-KUPANG.COM/HO
Bruder Pio Hayon SVD menulis Renungan Harian Katolik 

Renungan Harian Katolik
Bruder Pio Hayon SVD
Hari Kamis Biasa Pekan XXIV

Kamis, 19 September 2024. 
Bacaan I:  1Kor 15:1-11
Injil : Luk 7:36-50
 “…telah banyak berbuat kasih”

Saudari/a yang terkasih dalam Kristus

Salam damai  sejahtera untuk kita semua. Berbuat kasih itu satu kebajikan yang dilakukan oleh seseorang kepada orang lain tanpa menuntut balasan atau karena alasan lain.

Jika semua dilakukan itu atas dasar kasih maka berkat itu akan datang bahkan pada posisi kita berdosa. Tapi perbuatan kasih akan bisa menutupi segalanya jika itu dilakukan dengan tulus bahkan tanpa pamrih sedikitpun apalagi perbuatan kasih itu dilakukan secara terus menerus atau berulangkali.

Nilai perbuatan kasih itu akan membawa berkah bagi yang melaksanakannya.

Saudari/a yang terkasih dalam Kristus

Hari ini kita sekali lagi diberi santapan sabda dari bacaan-bacaan suci yang kita renungkan hari ini. Dalam bacaan pertama Santo Paulus kembali menekankan akan kasih karunia Allah yang diterimanya secara cuma-cuma dari Allah sebagai rasulNya untuk mewartakan InjilNya kepada segala bangsa.

Paulus sangat menyadari akan kesalahan dan dosa yang diperbuatnya kepada jemaat Tuhan dengan membunuh semua penganut ajaran Tuhan. 

Namun oleh kasih karunia Allah yang begitu besar kepadanya dan ia dipilih Tuhan menjadi rasul bagi para bangsa. Kisah penampakkan Tuhan kepadanya dalam perjalannya ke Damsik itu menjadi titik balik pelayanan injil  Tuhan.

Pertobatannya pada jalan Tuhan membawa Paulus siap untuk mengabdikan seluruh hidupnya bagi  penyebaran Injil Tuhan di antara bangsa-bangsa  lain.

Semua itu berkat kasih  karunia Allah yang besar kepadanya. Kisah pertobatan ini jugalah yang  ditampakkan dalam Injil hari ini yang mengisahkan tentang seorang  perempuan berdosa itu datang kepada Yesus dan mebasuh kaki Yesus dengan air matanya dan mengusapinya dengan rambutnya juga mengurapi kaki Yesus dengan minyak  wangi.

Kisah itu dimulai dengan Yesus yang masuk ke kota dan duduk makan di rumah orang Farisi saat memenuhi undangannya. 

Dan ketika Yesus lagi makan, dikisahkan, ada seorang wanita yang  terkenal  sebagai orang berdosa itu, masuk ke rumah orang Farisi  dengan membawa buli-buli pualam yang berisi minyak wangi. Kisah selanjutnya, wanita itu menangis dan membasahi kaki Yesus dengan air mata dan menyeka dengan rambutnya.

Mencium kaki Yesus dan meminyakinya dengan minyak wangi. Perbuatan yang dilakukan oleh wanita yang ‘dianggap’ berdosa itu terhadap Yesus itu sebagai tanda kasihnya yang besar kepada Yesus. Perbuatannya ini sekaligus menjadi tanda pertobatannya akan dosa  yang telah dilakukannya.

Namun perbuatannya itu mendapat reaksi negatif dari orang Farisi itu. Dan Yesus memulai mengajarkan Simon orang Farisi itu tentang perbuatan kasih yang mendatangkan berkat. Yesus memperhadapkan orang Farisi  itu antara adat istiadat Yahudi dengan praktek yang dilakukan oleh wanita ‘berdosa’ itu.

Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved