Renungan Harian Katolik
Renungan Harian Katolik Kamis 19 September 2024, "Telah Banyak Berbuat Kasih"
Paulus sangat menyadari akan kesalahan dan dosa yang diperbuatnya kepada jemaat Tuhan dengan membunuh semua penganut ajaran Tuhan.
Renungan Harian Katolik
Bruder Pio Hayon SVD
Hari Kamis Biasa Pekan XXIV
Kamis, 19 September 2024.
Bacaan I: 1Kor 15:1-11
Injil : Luk 7:36-50
“…telah banyak berbuat kasih”
Saudari/a yang terkasih dalam Kristus
Salam damai sejahtera untuk kita semua. Berbuat kasih itu satu kebajikan yang dilakukan oleh seseorang kepada orang lain tanpa menuntut balasan atau karena alasan lain.
Jika semua dilakukan itu atas dasar kasih maka berkat itu akan datang bahkan pada posisi kita berdosa. Tapi perbuatan kasih akan bisa menutupi segalanya jika itu dilakukan dengan tulus bahkan tanpa pamrih sedikitpun apalagi perbuatan kasih itu dilakukan secara terus menerus atau berulangkali.
Nilai perbuatan kasih itu akan membawa berkah bagi yang melaksanakannya.
Saudari/a yang terkasih dalam Kristus
Hari ini kita sekali lagi diberi santapan sabda dari bacaan-bacaan suci yang kita renungkan hari ini. Dalam bacaan pertama Santo Paulus kembali menekankan akan kasih karunia Allah yang diterimanya secara cuma-cuma dari Allah sebagai rasulNya untuk mewartakan InjilNya kepada segala bangsa.
Paulus sangat menyadari akan kesalahan dan dosa yang diperbuatnya kepada jemaat Tuhan dengan membunuh semua penganut ajaran Tuhan.
Namun oleh kasih karunia Allah yang begitu besar kepadanya dan ia dipilih Tuhan menjadi rasul bagi para bangsa. Kisah penampakkan Tuhan kepadanya dalam perjalannya ke Damsik itu menjadi titik balik pelayanan injil Tuhan.
Pertobatannya pada jalan Tuhan membawa Paulus siap untuk mengabdikan seluruh hidupnya bagi penyebaran Injil Tuhan di antara bangsa-bangsa lain.
Semua itu berkat kasih karunia Allah yang besar kepadanya. Kisah pertobatan ini jugalah yang ditampakkan dalam Injil hari ini yang mengisahkan tentang seorang perempuan berdosa itu datang kepada Yesus dan mebasuh kaki Yesus dengan air matanya dan mengusapinya dengan rambutnya juga mengurapi kaki Yesus dengan minyak wangi.
Kisah itu dimulai dengan Yesus yang masuk ke kota dan duduk makan di rumah orang Farisi saat memenuhi undangannya.
Dan ketika Yesus lagi makan, dikisahkan, ada seorang wanita yang terkenal sebagai orang berdosa itu, masuk ke rumah orang Farisi dengan membawa buli-buli pualam yang berisi minyak wangi. Kisah selanjutnya, wanita itu menangis dan membasahi kaki Yesus dengan air mata dan menyeka dengan rambutnya.
Mencium kaki Yesus dan meminyakinya dengan minyak wangi. Perbuatan yang dilakukan oleh wanita yang ‘dianggap’ berdosa itu terhadap Yesus itu sebagai tanda kasihnya yang besar kepada Yesus. Perbuatannya ini sekaligus menjadi tanda pertobatannya akan dosa yang telah dilakukannya.
Namun perbuatannya itu mendapat reaksi negatif dari orang Farisi itu. Dan Yesus memulai mengajarkan Simon orang Farisi itu tentang perbuatan kasih yang mendatangkan berkat. Yesus memperhadapkan orang Farisi itu antara adat istiadat Yahudi dengan praktek yang dilakukan oleh wanita ‘berdosa’ itu.
| Renungan Harian Katolik Senin 13 April 2026, "Lahir Baru: Hidup Dalam Roh" |
|
|---|
| Renungan Harian Katolik Senin 13 April 2026, "Dilahirkan Kembali" |
|
|---|
| Renungan Harian Katolik Senin 13 April 2026, "Dilahirkan Kembali" |
|
|---|
| Renungan Harian Katolik Minggu 12 April 2026, 'Kerahiman Ilahi yang Mengubah Kehidupan' |
|
|---|
| Renungan Harian Katolik Minggu 12 April 2026, "Tuhan Datang Undang Dia Masuk Dalam KerahimanNYA" |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/Renungan-Harian-Katolik-untuk-Hari-Rabu-1-Februari-2024.jpg)