Jumat, 1 Mei 2026

Berita Belu

Lestarikan Bahasa Kemak Dirubati, Rumah Adat Bey Leto Gelar Lomba Pidato dan Pentas Seni

Acara yang berlangsung di pelataran Rumah Adat Bey Leto, Kelurahan Manumutin, Kecamatan Kota Atambua, Kabupaten Belu

Tayang:
Penulis: Agustinus Tanggur | Editor: Eflin Rote
POS-KUPANG.COM/AGUS TANGGUR
Rumah Adat Bey Leto di Kabupaten Belu menggelar lomba pidato menggunakan bahasa Kemak Dirubati dan pentas seni, berlangsung di pelataran Rumah Adat Bey Leto, Kelurahan Manumutin, Kecamatan Kota Atambua, Kabupaten Belu, Rabu 18 September 2024. 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Agustinus Tanggur

POS-KUPANG.COM, ATAMBUA - Rumah Adat Bey Leto di Kabupaten Belu menggelar lomba pidato menggunakan bahasa Kemak Dirubati dan pentas seni. Kegiatan ini dalam rangka melestarikan bahasa dan budaya lokal, khususnya Suku Kemak Dirubati

Acara yang berlangsung di pelataran Rumah Adat Bey Leto, Kelurahan Manumutin, Kecamatan Kota Atambua, Kabupaten Belu, ini diikuti oleh 17 peserta dari enam SMK/SMA se-Kabupaten Belu, Rabu 18 September 2024.

Dengan mengusung tema revitalisasi bahasa kemak dirubati melalui tuturan dan sastra lisan dalam tarian tradisional bertujuan menghidupkan kembali bahasa dan tradisi lokal di kalangan generasi muda.

Djoese S. Martins Naibuti, tokoh adat Bey Leto sekaligus penanggung jawab kegiatan, menyampaikan bahwa pelestarian budaya, khususnya bahasa, merupakan inti dari berbagai upaya dalam menjaga warisan leluhur. 

"Empat tahun lalu, saya memulai dengan menulis Kamus Bahasa Kemak. Dengan dukungan dari Kantor Bahasa, kamus tersebut dibahas, diadakan lokakarya dan seminar hingga akhirnya diterbitkan," ungkap Djoese.

Ia menambahkan bahwa lomba pidato ini adalah salah satu cara untuk memperkenalkan Kamus Bahasa Kemak kepada masyarakat luas, sekaligus mendorong penggunaan bahasa daerah dalam kehidupan sehari-hari. 

"Tujuan besarnya adalah pelestarian bahasa dan kami berharap Bahasa Kemak dan bahasa-bahasa lain di Belu dapat masuk ke dalam kurikulum muatan lokal di sekolah-sekolah di Kabupaten Belu," lanjutnya.

Baca juga: Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah XVI Apresiasi Lomba Pidato Bahasa Kemak Dirubati

Djoese juga menegaskan pentingnya mempersiapkan generasi muda yang percaya diri dan mampu berkompetisi di berbagai ajang, baik di tingkat kabupaten, provinsi, hingga nasional. 

"Generasi yang berkualitas adalah mereka yang bisa membawa Kabupaten Belu menuju arah yang lebih baik, bahkan mampu bersaing di tingkat internasional," tutupnya.

Hadir dalam kegiatan tersebut, Kepala Kantor Bahasa Provinsi NTT, Kabag Umum Balai Pelestarian budaya XVI, Kabid Pelestarian Budaya Dinas Pendidikan Provinsi NTT, Kadis Pariwisata dan Kebudayaan Belu, Ketua DPRD Belu, Perwakilan Kepala Cabang Bank NTT Atambua serta tamu undangan lainnya. (cr23)

Ikuti Berita POS-KUPANG.COM lainnya di GOOGLE NEWS

Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved