Berita Sabu Raijua

Pelamar Dokter CPNS 2024 di Sabu Raijua Kurang 

Menurut Rohadi, sebagai daerah terluar, Sabu Raijua kesulitan saat membuka formasi dokter umum karena kurangnya pelamar.

Penulis: Agustina Yulian Tasino Dhema | Editor: Eflin Rote
POS-KUPANG.COM/ASTI DHEMA
Plt Kepala BKD Sabu Raijua, Rowi Hau Dima di ruang kerjanya pada Kamis, 12 September 2024 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Asti Dhema

POS-KUPANG.COM, SEBA - Pelamar pada posisi dokter calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) 2024 Kabupaten Sabu Raijua masih kurang.

Plt Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Sabu Raijua, Rowi Hau Dima (Rohadi) mengatakan, tahun ini Kabupaten Sabu Raijua membuka kuota 8 orang CPNS formasi dokter spesialis. Hingga pendaftaran ditutup, hanya 4 orang yang mendaftar.

"Karena kita butuh dokter di Sabu makanya dibuka. Kalau pun tidak ada yang melamar, direncanakan ke depannya jika tak ada dokter spesialis, para dokter umum yang lolos CPNS didorong untuk mengambil spesialis," ungkapnya pada Kamis, 12 September 2024.

Menurut Rohadi, sebagai daerah terluar, Sabu Raijua kesulitan saat membuka formasi dokter umum karena kurangnya pelamar. Sementara tenaga kesehatan yang lain sudah terisi. 

"Ada beberapa dokter yang kita biaya dulu dari Bagian Kesra dan biaya untuk disekolah spesialis setelah selesai mereka kembali ke Sabu melalui CPNS," lanjut Rohadi.

Terkait dengan dokter yang kurang, Rohadi mengungkapkan, Pemerintah Kabupaten Sabu Raijua bersama dinas terkait sementara berupaya untuk menghadirkan dokter umum dengan sistem kerja kontrak. Hal ini bisa dilakukan dengan bermitra bersama kampus-kampus seperti Udayana, Bali.

Baca juga: 937 Orang Lamar CPNS 2024 di Kabupaten Sabu Raijua NTT

"Misalnya kita butuh dokter spesialis, mereka akan turunkan dokter. Itu nanti semua biayanya kita tanggung. Itulah kita punya teknik dan bagaimana cara memenuhi kebutuhan dokter di Sabu Raijua dengan bermitra dengan kampus-kampus yang ada," terangnya.

Menurutnya, kondisi Sabu Raijua sebagai pulau terluar juga mungkin menjadi pertimbangan bagi para pelamar. Padahal, biaya operasional yang ditawarkan tinggi namun masih tersendat menarik dokter-dokter menuju Sabu Raijua(dhe)

Ikuti Berita POS-KUPANG.COM lainnya di GOOGLE NEWS

Sumber: Pos Kupang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved