Senin, 27 April 2026

Berita Manggarai Timur

IKM MaRen Borong Manggarai Timur Produksi Keripik Pisang dan Talas

keripik pisang dan keripik talas putih dan merah dengan berbagai varian yakni untuk keripik pisang memiliki tiga varian rasa dan keripik

Penulis: Robert Ropo | Editor: Rosalina Woso
POS-KUPANG.COM/ROBERT ROPO
Emerensiana Yasti Surya  atau Mama Ren sedang menujukan prodak-prodak IKM MaRen.  

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Robert Ropo

POS-KUPANG.COM, BORONG - Industri kecil dan menengah (IKM) MaRen di Kampung Peot, Kecamatan Borong, Kabupaten Manggarai Timur, Pulau Flores, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) memiliki prodak keripik pisang dan keripik talas. 

Keripik hasil produksi Emerensiana Yasti Surya atau Mama Ren bersama suaminya Evensius Soni ini terkenal sangat enak, renyah dan gurih. Produk milik IKM MaRen ini pun sangat disukai. 

Mama Ren didampingi suaminya Evensius Soni, kepada POS-KUPANG.COM, Selasa 3 September 2024 siang, menuturkan, usaha yang digelutinya berawal dari iseng-iseng untuk cemilan. 

Kata dia, pada tahun 2019 lalu, saat itu Ia masih bekerja sebagai tenaga harian lepas (THL). Ia  memproduksi keripik pisang untuk dibawa ke kantor tempatnya bekerja untuk makan bersama teman-teman kantornya sebagai cemilan.

Baca juga: Wisata NTT,  Catat Inilah Waktu Terbaik ke Manggarai Timur, Hindari Musim Hujan?

Ternyata, kata Mama Ren, cemilan itu dirasa enak dan renyah, sehingga teman-teman yang mendorong dirinya untuk memproduksi lebih banyak lagi untuk dijual. Karena itu, dirinya juga memproduksi lebih banyak lagi untuk dijual. 

"Lalu teman-teman mulai posting di akun media sosial mereka masing-masing, akhirnya ada yang mulai pesan baik dari teman-teman pegawai kantor lain. Dan lama kelamaan semakin diminati banyak orang, sehingga saya membuka usaha ini dengan nama usaha IKM Mama MaRen,"ujarnya.

Mama Ren juga menerangkan IKM MaRen mempunyai prodak keripik pisang dan keripik talas putih dan merah dengan berbagai varian yakni untuk keripik pisang memiliki tiga varian rasa dan keripik talas memiliki 5 rasa varian. 

Dikatakanya, prodak-prodak itu hasil otodidak sendiri dengan belajar cara pembuatan dari media sosial seperti youtube, fecebook dan lainya. Awalnya Mama Ren memproduksi keripik pisang, lalu berjalannya waktu, Ia mulai mengembangkan usahanya dengan memproduksi keripik talas tepatnya pada tahun 2021 lalu. 

"Memang semakin banyak yang minat saat itu, sehingga saya coba kembangkan produksi lain yaitu stik talas dan pisang juga ada keripik singkong dan keripik ubi ungu, semuanya bahan dasar pangan lokal," ujarnya. 

Ia juga menerangkan cara pembuatan keripik pisang dan keripik talas. Untuk pembuatan keripik pisang awalnya kupas kulit pisang, lalu dicuci dan selanjutnya diiris-iris untuk digoreng. Selanjutnya diberi bumbu penyedap rasa sesuai jenis varian dengan takaran yang pas sehingga rasanya enak untuk dinikmati. 

Begitu juga cara pembuatan keripik talas, dimana awalnya kupas kulit talas, lalu diiris-iris untuk digoreng dan selanjutnya diberikan bumbu penyedap rasa sesuai rasa varian. 

Ia mengatakan, jumlah produksi yang dihasilkan setiap hari tergantung permintaan. Jika permintaan banyak, maka ia bisa memproduksi hingga 30 pcs baik untuk keripik pisang maupun keripik talas. 

Bahan baku seperti pisang, Mama Ren mendatangkan dari Kabupaten Sikka, sebab di Manggarai Timur saat ini tidak ada produksi pisang akibat diserang penyakit layu bakteri. Sedangkan untuk talas, ia membelinya dari pasar Borong

"Keripik pisang dan keripik keladi/talas adalah hasil olahan pangan lokal, yang keseluruhan bahan bakunya bersumber dari pangan lokal para petani Manggarai Timur. Diolah secara higienis sesuai standar operasional Depkes RI. Proses produksi dilakukan secara manual dengan dibantu peralatan bersumber energi listrik dengan kapasitas kecil,"terangnya.. 

Sumber: Pos Kupang
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved