Pilkada Jakarta 2024

Anies Diminta Tak Gegabah Dirikan Parpol: Silahkan Belajar dari Dua Tokoh Ini

Wacana pendirian partai baru oleh Anies Baswedan rupanya mendapat respon dari publik. Salah satunya datang dari Ujang Komarudin. Begini katanya.

Editor: Frans Krowin
ISTIMEWA/POS-KUPANG.COM
TAK GEGABAH – Anies Baswedan diingatkan untuk tidak gegabah dalam mendirikan partai politik. Pasalnya, urusan itu bukan hal yang mudah. 

POS-KUPANG.COM – Wacana pendirian partai baru oleh Anies Baswedan rupanya mendapat pelbagai respon dari publik. Salah satunya datang dari Ujang Komarudin, Pengamat Politik dari Universitas Al-Azhar Indonesia.

Dikatakannya, bahwa mendirikan partai politik merupakan hak dari setiap warga negara Indonesia. Bahwa ada hak demokrasi untuk Anies Baswedan mendirikan partai politik.

"Kalau Anies ingin membentuk partai baru, ya silakan. Setiap warga negara diberikan hak untuk mendirikan partai, untuk bisa bertarung di pemilu melalui partai yang didirikannya itu," kata Ujang, sebagaimana dilansir Pos-Kupang.Com dari Tribunnews.com, Selasa 3 September 2024.

Apabila Anies serius akan niat itu, kata Ujang Komarudin, maka publik silahkan menunggu, apakah rencana Anies Baswedan tersebut benar-benar terbukti, atau hanya sekadar wacana.

Pasalnya, lanjut dia, mendirikan partai politik bukan hal yang mudah. Beberapa contoh demikian nyata di depan mata. Misalnya, Yusril Ihza Mahendra dengan Partai Bulan Bintang (PBB) yang saat ini tidak terlalu berkembang signifikan.

Demikian juga Partai Ummat yang didirikan Amien Rais, yang sampai sekarang belum berhasil mendapatkan kursi di lembaga legislative, baik di daerah maupun di DPR RI.

"Artinya, mendirikan partia baru sekelas Yusril juga Amien Rais, yang demikian lama bergelut di politik saja, sulit untuk bisa masuk ke Senayan. Oleh karena itu, kalau Anies mendirikan partai itu tantangannya tidak mudah," jelasnya.

Lebih lanjut, ia menjelaskan, tantangan membuat partai baru, satu di antaranya yaitu kebutuhan akan logistik.

"Yang penting mendirikan partai itu (ada) pemodal. Itu yang harus dipahami Anies. Karena mendirikan partai ini tidak murah, sangat mahal," ucapnya.

Kemudian, tantangan lainnya adalah mencari tokoh-tokoh nasional yang ingin bergabung.

Ujang menilai, figur-figur yang memiliki nama, sehingga ketokohannya kuat, itulah yang penting dimiliki partai.

Selanjutnya, kata Ujang, partai baru juga harus memiliki jumlah massa yang besar. Hal tersebut akan membantu penyebar luasan hingga menjaring dukungan publik lebih mudah.

"Tantangan lainnya, harus memiliki jumlah massa yang besar. Kalau enggak, susah untuk menjadi partai yang didukung publik," imbuh Ujang.

Sebelumnya, Anies Baswedan mengatakan mendapat banyak usulan untuk membuat partai politik baru usai batal maju dalam Pilkada 2024.

Hal ini setelah dirinya menyinggung jika partai politik sudah tersandera oleh kekuasaan sehingga dirinya belum memutuskan untuk masuk ke dalamnya.

Halaman
12
Sumber: Pos Kupang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved