Breaking News
Jumat, 1 Mei 2026

Berita Ngada

Direktur TKD Kemenparekraf Kagumi Daya Tarik Wisata Kampung Adat Bena 

Bena merupakan pengalaman yang luar biasa. Ini merupakan kali ketiga Ia mengunjungi tempat ini.

Tayang:
Editor: Rosalina Woso
POS-KUPANG.COM/CHARLES ABAR
Direktur Tata Kelola Destinasi Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif atau  (Kemenparekraf) Florida Pardosi bersama Tim Visitasi di Kampung Adat Bena, Desa Tiworiwu, Kecamatan Jerebuu, Kabupaten Ngada, Rabu 14 Agustus 2024 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Charles Abar 

POS-KUPANG.COM, BAJAWA - Direktur Tata Kelola Destinasi Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif atau  (Kemenparekraf) Florida Pardosi mengagumi daya tarik wisata adat kampung Bena saat mengunjungi Kampung Adat Bena bersama tim visitasi, Rabu 14 Agustus 2024.

Diketahui sebelumnya, Kampung megalitikum ini masuk 50 besar desa wisata terbaik  Anugerah Desa Wisata (ADWI) tahun 2024.

Selama kunjungannya, Florida didampingi oleh dua juri dan beberapa tim dari Kemenparekraf. Rombongan diterima oleh Asisten 2 Setda Kabupaten Ngada Martinus M Reo Maghi, Kepala Dinas Pariwisata Oktavianus Botha Djawa, Kepala Desa Tiworiwu Sirilus Waso dan Perwakilan Pokdarwis Fransiskus Timu.

Setibanya di pintu masuk kampung adat rombongan disambut dengan tari-tarian dan menikmati berbagai pertunjukan permainan tradisional.

Baca juga: Kejari Ngada Dalami Dugaan Korupsi Pembangunan Gedung Perpustakaan di Nagekeo NTT

Setelahnya, Direktur Florida  memantau secara langsung aktivitas UMKM setempat dan memborong beberapa suvenir seperti tenunan pewarna alam, kuliner, kopi Arabika Flores Bajawa dan Tumbler terbuat dari bambu.

Florida mengaku mengunjungi kampung Bena merupakan pengalaman yang luar biasa. Ini merupakan kali ketiga Ia mengunjungi tempat ini.

"Kesan saya dari tiga perjalanan saya ke kampung Bena ini yang paling luar biasa," ungkapnya disambut riuh tepak tangan.

Menurutnya, kekuatan utama dari Objek wisata kampung adat Bena ini ada pada daya tarik wisata.

"Dari lima penilaian Kekuatan dari kampung Bena ini adalah kategori yang pertama, yaitu daya tarik wisata, kategori lain kita serahkan kepada dewan juri namun saya percaya apa yang dinilai oleh Juri sangat akuntabel dan transparan," katanya dalam kesempatan itu.

Kendati demikian Ia mengatakan, setelah masuk 50 Besar tentu  menginginkan kampung adat ini menuju  wisata hijau kelas Dunia.

Pihaknya juga akan terus melakukan intervensi melalui pola pendampingan dan mendorong mitra-mitra strategis untuk berkolaborasi membangun.

"Sesuai dengan isu, kami akan melakukan pendampingan terhadap SDM. Kita juga mendukung sarana prasarana agar tempat Wisata ini menjadi Wisata hijau yang memperhatikan keberlangsungan lingkungan,"

"Kita kerjasama dengan mitra untuk membangun mulai dari desa. Sehingga wisata menjadi nilai tambah dalam menggerakkan ekonomi masyarakat," katanya.

Sementara Asisten 2 Setda Kabupaten Ngada Martinus M Reo Maghi mengatakan masuk 50 Besar dalam ajang ADWI tahun 2024 merupakan momen bersejarah.

Sumber: Pos Kupang
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved