Renungan Harian Kristen

Renungan Harian Kristen Rabu 14 Agustus 2024, "Kristus Dasar Penciptaan Alam Semesta"

Pandangan teosentris memandang Allah sebagai pusat dari alam semesta. Nilai dan ciptaan lainnya hanya memiliki nilai dalam lingkung ciptaan Allah.

Editor: Eflin Rote
POS-KUPANG.COM/HO
Pdt. Frans Nahak, M.Th 

Alam semesta mencerminkan kemuliaan Allah. Di dalam alam kita melihat gambar Allah. Seorang kawan saya dari pulau Jawa datang di Timor lalu ke Fatumnasi dan melihat keindahan alam, cagar alam, lalu berkata, “wah, sorga ini!”. Ketika ia melanjutkan perjalanan ke Fatukopa, pada waktu itu bulan Maret, hampir pagi kami ke sana, kabut mengelilingi lereng itu dan bukit batu hanya terlihat dataran di atas, dia berkata, “negeri di atas langit, Tuhan maha dasyat!”. Keindahan alam merupakan gambar Allah.

Bukan hanya itu saja Alkitab mengabarkan bahwa Allah seperti seorang manusia yang berjalan-jalan di taman (Kej. 3:8). Allah juga sebagai seorang panjunan. Allah sebagai seorang petani menyemburkan tanah, berjalan-jalan di kebun sehingga jejak kaki-Nya meninggalkan kesuburan (Maz. 65:10-13). Tuhan Allah sebagai seorang peternak yang keluar dari kediaman untuk memberi makan dari tangan-Nya(Maz. 147:8-9).

Alam semesta menjadi takhta Allah. Kata Matthew Fox, “biarlah Allah betah bertakhta di alam, sehingga doa Yesus tergenapi datanglah kerajaan-Mu seperti di bumi dan di sorga.” Yesus adalah dasar penciptaan dan dia telah meletakan dasar penciptaan dengan keagungan-Nya. Mari kita merawat alam kita.

Kristus cahaya kemuliaan Allah. Suku-suku di pedalaman Timor, misalnya suku Tetun, melihat alam semesta penuh dengan rahasia dianggap memiliki daya-daya rahasia yang melampaui kemampuan manusia.

Daya atau kekuatan-kekuatan itu bisa mengancam manusia jika manusia melanggar kesepakatan yang ada. Juga suku Dawan, percaya bahwa hutan itu adalah tempat kegelapan berada. Ada banyak makhluk halus dan banyak binatang buas di sana.

Dari bacaan ini kita belajar terang Kristus telah menyinari alam semesta maka kegelapan yang seperti dipahami oleh suku-suku telah diterangi oleh Kristus.

Fox yang mengatakan bahwa pada inkarnasi Kristus, kosmos dikaruniai keilahian oleh Allah (cosmic Christ). Oleh karena itu kita mengelola alam dengan penuh rasa hormat dan syukur kepada Sang Pencipta.

Kita mengelola dalam terang cahaya Kristus. Maka  sikap etis kepada manusia untuk tidak melakukan penebangan hutan sembarangan, pencurian, pencemaran laut, dll, karena segala sesuatu kita lakukan tidak tersembunyi di hadapan Sang Pencipta. Amin. FN. (*)

Ikuti Berita POS-KUPANG.COM di GOOGLE NEWS

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved