Berita Ende
Uang Rp3 Miliar Hilang, Kadis Kesehatan Pastikan Pelayanan di RSUD Ende Terganggu
Ketua DPRD dan sejumlah anggota DPRD Kabupaten Ende mengatakan pihaknya sudah membentuk tim investigasi.
Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Albert Aquinaldo
POS-KUPANG.COM, ENDE - Hilangnya uang sebesar Rp 3 miliar di RSUD Ende dipastikan berimbas kepada pelayanan kesehatan untuk masyarakat karena rumah sakit milik Pemkab Ende itu membutuhkan obat dan juga biaya pegawai.
Hal itu disampaikan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Ende, dr Aries Dwi Lestari yang berhasil dikonfirmasi TribunFlores.com, Senin, 12 Agustus 2024 usai mengikuti kegiatan KPU Ende di Hotel Flores Mandiri.
"Karena nilainya sekian besar pasti akan menggangu pelayanan, pasti itu, mau tidak mau, suka tidak suka uang sekian miliar itu jadi tidak cemen-cemen, tidak Rp 10 atau 20 juta, pastinya rumah sakit butuh beli obat dan yang paling penting adalah rumah sakit butuh membayar pegawai-pegawainya, nah bagaimana nasib pegawainya kalau tidak bisa bayar," tandas dr Aries Dwi Lestari yang juga merupakan mantan Direktur RSUD Ende sebelum dr. Carolina M. Viany Sunti ini.
Menanggapi isu yang beredar ditengah masyarakat uang sebesar Rp 3 miliar itu hilang sejak masa kepemimpinan dr Ester Puspa Jelita, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Ende, dr Aries Dwi Lestari dengan tegas mengatakan setelah dirinya melepas jabatan direktur RSUD Ende pada tahun 2021,dr. Carolina M. Viany Sunti melanjutkan jabatan direktur rumah sakit milik Pemkab Ende itu hingga akhir tahun 2023 dan akhirnya digantikan dengan dr Ester Puspa Jelita.
Baca juga: Heri Wadhi Pastikan Pengunduran Diri Airlangga Tidak Berpengaruh pada Pilkada Ende
"Direktur sebelumnya itu ada satu direktur lagi selama dua tahun, sebelumnya itu baru saya jadi saya menjabat itu sampai tahun 2021, 2022-2023 ada direktur lain lagi dan 2024 itu direktur yang ini," jelas dr Aries.
Sebelumnya diberitakan, sejumlah uang sebesar Rp 3 miliar di RSUD Ende hilang.
Hilangnya uang tersebut terungkap saat Rapat Dengar Pendapat (RDP) antara DPRD Kabupaten Ende dan pihak RSUD Ende, Plh Sekda Ende dan sejumlah OPD di ruang sidang komisi gabungan Kantor DPRD Kabupaten Ende, Rabu, 24 Juli 2024 yang dipimpin oleh Ketua DPRD Kabupaten Ende, Feri Taso.
Belum diketahui uang tersebut dipergunakan untuk kebutuhan apa saja di RSUD Ende.
Direktur RSUD Ende, dr. Ester Puspa Jelita dihadapan Ketua DPRD dan sejumlah anggota DPRD Kabupaten Ende mengatakan pihaknya sudah membentuk tim investigasi.
"Uang itu diduga hilang," kata dr. Ester Puspa Jelita saat dicecar Feri Taso
Feri Taso terus mencecar dr. Ester dengan pertanyaan-pertanyaan bahwa apabila sudah dibentuk tim investigasi artinya benar telah terjadi kehilangan uang sebesar Rp 3 miliar dan diiyakan oleh dr. Ester.
"Berarti ada uang hilang, kenapa tim investigasi dibentuk pasti ada dasar tidak mungkin tidak ada dasar lalu dibentuk tim investigasi, ada uang hilang benar to," tanya Feri Taso.
"Iya, dugaannya seperti itu," jawab dr. Ester Puspa Jelita singkat.
Uang sebesar Rp 3 miliar yang hilang di RSUD Ende menurut Feri Taso adalah sebuah lelucon. Dia bahkan menyebut bakal mendorong pihak APH untuk melakukan penyelidikan atas kasus tersebut.(*)
Ikuti Berita POS-KUPANG.COM Lainnya di GOOGLE NEWS
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.