Berita Sabu Raijua
Mongehi Semesta Konsep Produksi Garam Ramah Lingkungan
pesisir ini semakin terkikis. Sehingga pemerintah punya pemikiran seperti itu untuk mengatasi kerusakan lingkungan di Sabu Raijua
Penulis: Agustina Yulian Tasino Dhema | Editor: Rosalina Woso
Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Asti Dhema
POS-KUPANG.COM, SEBA - Mongehi Semesta merupakan salah satu program yang dicanangkan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sabu Raijua saat ini.
Secara etimologis, Mongehi Semesta berasal dari dua kata dan dia bahasa yaitu Mongehi dan Semesta. Mongehi berasal dari Bahasa Sabu berarti garam dan Sementara berasal dari bahasa Indonesia berarti Seluruh atau Keseluruhan.
Mongehi Semesta diambil menjadi nama sebuah program dalam pemberdayaan masyarakat pesisir di Kabupaten Sabu Raijua agar bisa memanfaatkan potensi garam yang ada dan bisa diproduksi oleh seluruh masyarakat Sabu Raijua.
Dengan pemberian nama Mongehi erat kaitannya dengan alam semesta. Pemberian nama ini juga, besar harapan pemerintah Sabu Raijua sebagai salah satu inovasi tambak garam ramah lingkungan yang bisa mencegah terjadinya abrasi.
Baca juga: Pemkab Sabu Raijua Canangkan Garam Semesta, Industri Garam Skala Rumah Tangga
Tenaga teknis pada Disperindag Sabu Raijua, Numrod Damanuna mengatakan, untuk memproduksi garam, para petani tidak perlu lagi menebang pohon, tidak menggali tanah, dan tanpa menggangu ekosistem yang ada.Karena jika diamati, beberapa titik di daerah pesisir di Sabu Raijua sudah terkikis.
"Meski tidak terasa, lambat laun, pesisir ini semakin terkikis. Sehingga pemerintah punya pemikiran seperti itu untuk mengatasi kerusakan lingkungan di Sabu Raijua,"ujarnya.
Target dari program ini diprioritaskan bagi masyarakat di pesisir. Mereka punya peluang untuk usaha tambak garam sehingga kebutuhan rumah tangga bisa terbantu. Selain itu juga, hasil produksi yang melebihi kebutuhan konsumsi mereka bisa dijual.
Lokasi pengelolaan Garam Semesta hampir di setiap wilayah pesisir di semua kecamatan yang terdata secara acak. Ada pun data yang sudah diverifikasi yaitu Desa Dainao, Raerobo, dan Eilogo di Sabu Liae, Huwaga dan Loborai di Sabu Timur, Mulie dan Lederaga di Hawu Mehara.
Sementara untuk lahan yang ditargetkan dalam program ini disesuaikan dengan ketersediaan geomembran yang akan dibagi dengan ukuran lahan minimal 7x25 meter. Kalau disesuaikan dengan geomembran yang ada, satu rol sepanjang 50 meter dan lebar 6 meter.
Satu rol dibagikan kepada 2 Kepala Keluarga (KK). Untuk pulau Sabu dan Raijua Pemkab Sabu Raijua telah melakukan pengadaan geomembran sebanyak 440 rol untuk 880 KK.(dhe)
Ikuti Berita POS-KUPANG.COM Lainnya di GOOGLE NEWS
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.