Berita NTT

Masyarakat Sabu Raijua Bisa Akses Pendidikan dengan Voucher Beasiswa Undarma

30 voucher beasiswa kepada masyarakat Sabu yang memiliki minat untuk melanjutkan pendidikan namun terkendala ekonomi.

Penulis: Agustina Yulian Tasino Dhema | Editor: Rosalina Woso
POS-KUPANG.COM/ASTI DHEMA 
Dekan Fakultas Pendidikan dan Humaniora Undarma Kupang, Obed Djami menyerahkan voucher beasiswa kepada perwakilan calon mahasiswa kelas karyawan di Sabu Raijua pada Senin, 29 Juli 2024 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Asti Dhema

POS-KUPANG.COM, SEBA - Jauhnya sabu dari jangkauan pendidikan membuat masyarakat Sabu sulit mengakses pendidikan puluhan tahun lalu. Selain itu, banyak juga masyarakat yang putus sekolah karena keterbatasan ekonomi.

Melihat kondisi ini, banyak orang yang membaca peluang dan berlomba-lomba membuat wadah untuk mengakomodir kebutuhan masyarakat ini. Salah satunya Rut Amelia Ly, S.Pd, SD Seorang guru di satu Sekolah Dasar di Sabu.

Karena kecintaan dan kepeduliannya terhadap pendidikan dan masyarakat Sabu Raijua, pada tahun 2007, ia mendirikan PKBM dibawah naungan Yayasan Bunda Pertiwi yang berlokasi dekat Bandara Tardamu, Sabu Barat, Kabupaten Sabu Raijua.

Meski waktu itu, banyak bermunculan yayasan-yayasan lain namun lambat lain berguguran diterpa persaingan yang tak bisa dihindarkan. Namun, PKBM Bunda Pertiwi terus bertumbuh.

Baca juga: Paket Solid dapat Rekomendasi Nasdem untuk Pilkada Sabu Raijua, Lisapaly: Sudah Final

Tiga tahun berdirinya, tepat pada tahun 2010, PKBM Bunda Pertiwi sukses bermitra dengan Pendidikan Luar Sekolah (PLS). Sejak itulah, Rut eksis di Pendidikan Luar Sekolah.

Kehadiran PKBM Bunda Pertiwi tentunya membantu banyak orang di Sabu Raijua untuk mengenyam pendidikan dan mendapatkan ilmu pengetahuan dan ijazah. Sejak 2010-2021 alumni PKBM bund Pertiwi tercatat dan terdata sekitar 1.000 orang.

Para alumni juga tersebar di berbagai sektor. Ada yang bekerja sebagai pengelola PAUD, Pendidik PAUD, dan sebagian besar bekerja sebagai aparat desa termasuk dari RT sampai dengan kepala desa. Sudah mencetak banyak alumni, Rut berkeinginan agar para alumni juga bisa mengenyam pendidikan tinggi sehingga mereka bisa meningkatkan ilmu pengetahuan mereka sehingga menciptakan Sumber Daya Manusia (SDM) yang mumpuni.

Pada tahun 2021, Rut bertani dengan salah seorang Dosen di Universitas Karyadarma (Undarma) Kupang, Obed Djami yang berkesempatan hadir dalam acara perpisahan dengan lulusan Paket C tahun itu.

Kepada Obed yang juga merupakan putera asli Sabu, Rut menceriterakan keinginannya ini kepada Obed. Waktu itu, Obed hanya menjanjikan akan menyampaikan hal ini ke pihak Kampus namun belum ada kabar baik untuk kelanjutannya.

"Saya bilang, coba saja ada universitas yang mau turun ke Sabu, saya ingin, saya punya alumni yang sudah bekerja, SDM nya bisa ditingkatkan,"ujar Rut pada Senin, 29 Juli 2024.

Setelah pertemuan singkat ini, tidak pernah berbicara lagi mengenai hal itu. Pada 2023 lalu, keduanya dipertemukan kembali. Seperti pertemuan pertama, Rut menceritakan keinginannya ini dan menanyakan perkembangan terkait kebutuhan yang pernah dibicarakan.

Tidak berlama-lama, kemudian Obed memintanya untuk mendata alumni yang ingin melanjutkan kuliah. Yang pasti, bagi Rut kumni tahun 2024 pasti ada yang ikut.

Singkat cerita, usai pertemuan kedua ini, pihak Undarma dalam hal ini Wakil Rektor III, dan Dekan III turun untuk mengadakan MoU dengan yayasan Bunda Pertiwi. Tidak ingin bergerak sendiri, Rut pun menggandeng Yapenkris dan Yayasan Peduli di Sabu Timur.

Dalam penjaringan data, ketiga yayasan ini diberikan kesempatan yang sama tetapi untuk melakukan pendataan dan penerimaan uang pendaftaran, ia sendiri yang ditugaskan.

Tahun 2024 ini merupakan tahun perdana alumni PKBM Bunda Pertiwi khusus lulusan Paket C akan mengikuti kuliah kelas karyawan Undarma yang berlangsung di Sabu. Untuk kelas perdana ini, ada lima (5) alumni PKBM Bunda Pertiwi berkesempatan melanjutkan pendidikan tinggi.

Lima alumni ini tersebar di lima program studi (prodi) yakni Prodi Hukum, Ilmu pemerintahan, dan PGSD. Sementara yang lain itu dari luar PKBM Bunda Pertiwi.

Karena sebagian besar alumni adalah aparat desa lulusan penyetaraan Paket C dan melihat SDM yang masih terbatas di Sabu Raijua, Rut berharap dengan Undarma melayani kelas karyawan cukup terbantukan. Namun, ia mengakui bahwa ia membutuhkan waktu dan proses lagi untuk mengembalikan kepercayaan publik.

"Karena pada tahun sebelumnya ada universitas masuk Sabu tetapi, sempat terjadi polemik sehingga kepercayaan publik jadi berkurang. jadi, butuh energi untuk memberikan edukasi bahwa Undarma itu tidak seperti itu, Undarma itu sudah terakreditasi dan tidak perlu takut,"ujarnya.

Dekan Fakultas Keguruan dan Humaniora Universitas Undarma, Obed Djami, mbgayaku, yayasan Pelayanan Peduli Kasih Anak Bangsa Nusa Tenggara Timur (NTT) membawahi Undarma Kupang melalui Chelinen Fortuna Fundation (CF2) memiliki konsen terhadap peningkatan kualitas SDM di Sabu Raijua. Kepedulian ini dibuktikan dengan semakin dekatnya Undarma kepada masyarakat Sabu Raijua.

Salah satunya dengan menghadirkan kelas karyawan Undarma di Sabu Raijua pada tahun ini. Undarma Kupang membuka kelas karyawan yang jam belajarnya paruh waktu. Untuk mata kuliah yang diambil pun mata kuliah dan jadwal kuliah reguler.

Sebagai bagian dari perpuluhan memberikan beasiswa ini kepada anak-anak kurang mampu dan anak-anak yatim piatu di Sabu Raijua. Program beasiswa ini pun sudah dijalan sejak 2014 silam dan tahun ini mereka fokus di Sabu Raijua dengan harapan bisa tepat sasaran.

"Kali ini saya punya konsen untuk Sabu Raijua karena program saya adalah peningkatan kualitas Sumber Daya  Manusia di Sabu Raijua. Maka saya menyiapkan 2.500 beasiswa untuk yang berminat yang kategori dari segi ekonomi mereka tidak mampu dan diberikan beasiswa selama 8 semester. Untuk anak yatim piatu kuliahnya gratis,"ujar Obed.

Untuk Sabu Raijua disiapkan kuota voucher beasiswa untuk sebanyak 2.500 dengan target minimal satu KK, satu Sarjana. Voucher beasiswa ini diminati hampir 200-an orang.

Sementara yang sudah terdaftar secara administrasi tercatat sekitar 30 orang pada prodi PGSD, Hukum, Ilmu Pemerintahan dan Kebidanan. Obed menerangkan, khusus prodi Kebidanan tidak bisa kuliah di Sabu karena membutuhkan laboratorium praktikum sehingga harus berkuliah di Kupang.

"Dari yayasan datang dengan ketulusan untuk membantu tapi kembali kepada masyarakat. Apakah masyarakat melihat ini sebagai peluang untuk peningkatan kualitas SDM untuk dirinya sendiri, daerah, dan orang tua untuk masa depannya,"ujarnya.

Lebih jelas, Obed mengatakan, beasiswa ini akan menanggung setengah dari Uang Kuliah Tunggal (UKT). Misalnya, UKT kelas karyawan Rp4,4 juta, yayasan ke menanggung biaya Rp2 juta dan mahasiswa membayar Rp2,4 juta untuk prodi Ilmu Hukum, PGSD, PGPAUD, dan ilmu Pemerintahan. Sedangkan, khusus untuk prodi kebidanan sekitar Rp5 juta. 6 juta.

Sebagai tindak lanjutnya, Undarma menyerahkan 30 voucher beasiswa kepada masyarakat Sabu yang memiliki minat untuk melanjutkan pendidikan namun terkendala ekonomi. Penyerahan ini dilakukan langsung oleh Dekan Fakultas Keguruan dan Humaniora Universitas Undarma, Obed Djami.

Seorang alumni Paket C PKBM Bunda Pertiwi, Alda mengatakan dirinya bersyukur dengan adanya kesempatan ini bisa memudahkan dirinya untuk mengenyam pendidikan apalagi dirinya berprofesi sebagai ibu rumah tangga.

"Dengan adanya kampus Undarma di Sabu Raijua bisa memudahkan kami yang sudah berkeluarga yang tidak mungkin lagi ke Kupang bisa tetap melanjutkan pendidikan di Sabu,"ujar wanita berusia 24 tahun ini.

Dalam program ini, wanita asal Sabu Timur ini mengambil jurusan Hukum. Ia juga telah melengkapi berkas dan menyerahkan Ijazah, KK, KTP, Pass photo serta uang pendaftaran sebesar Rp 250 ribu.(dhe)

Ikuti Berita POS-KUPANG.COM Lainnya di GOOGLE NEWS

Sumber: Pos Kupang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved