Berita NTT
Masyarakat Sabu Raijua Bisa Akses Pendidikan dengan Voucher Beasiswa Undarma
30 voucher beasiswa kepada masyarakat Sabu yang memiliki minat untuk melanjutkan pendidikan namun terkendala ekonomi.
Penulis: Agustina Yulian Tasino Dhema | Editor: Rosalina Woso
Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Asti Dhema
POS-KUPANG.COM, SEBA - Jauhnya sabu dari jangkauan pendidikan membuat masyarakat Sabu sulit mengakses pendidikan puluhan tahun lalu. Selain itu, banyak juga masyarakat yang putus sekolah karena keterbatasan ekonomi.
Melihat kondisi ini, banyak orang yang membaca peluang dan berlomba-lomba membuat wadah untuk mengakomodir kebutuhan masyarakat ini. Salah satunya Rut Amelia Ly, S.Pd, SD Seorang guru di satu Sekolah Dasar di Sabu.
Karena kecintaan dan kepeduliannya terhadap pendidikan dan masyarakat Sabu Raijua, pada tahun 2007, ia mendirikan PKBM dibawah naungan Yayasan Bunda Pertiwi yang berlokasi dekat Bandara Tardamu, Sabu Barat, Kabupaten Sabu Raijua.
Meski waktu itu, banyak bermunculan yayasan-yayasan lain namun lambat lain berguguran diterpa persaingan yang tak bisa dihindarkan. Namun, PKBM Bunda Pertiwi terus bertumbuh.
Baca juga: Paket Solid dapat Rekomendasi Nasdem untuk Pilkada Sabu Raijua, Lisapaly: Sudah Final
Tiga tahun berdirinya, tepat pada tahun 2010, PKBM Bunda Pertiwi sukses bermitra dengan Pendidikan Luar Sekolah (PLS). Sejak itulah, Rut eksis di Pendidikan Luar Sekolah.
Kehadiran PKBM Bunda Pertiwi tentunya membantu banyak orang di Sabu Raijua untuk mengenyam pendidikan dan mendapatkan ilmu pengetahuan dan ijazah. Sejak 2010-2021 alumni PKBM bund Pertiwi tercatat dan terdata sekitar 1.000 orang.
Para alumni juga tersebar di berbagai sektor. Ada yang bekerja sebagai pengelola PAUD, Pendidik PAUD, dan sebagian besar bekerja sebagai aparat desa termasuk dari RT sampai dengan kepala desa. Sudah mencetak banyak alumni, Rut berkeinginan agar para alumni juga bisa mengenyam pendidikan tinggi sehingga mereka bisa meningkatkan ilmu pengetahuan mereka sehingga menciptakan Sumber Daya Manusia (SDM) yang mumpuni.
Pada tahun 2021, Rut bertani dengan salah seorang Dosen di Universitas Karyadarma (Undarma) Kupang, Obed Djami yang berkesempatan hadir dalam acara perpisahan dengan lulusan Paket C tahun itu.
Kepada Obed yang juga merupakan putera asli Sabu, Rut menceriterakan keinginannya ini kepada Obed. Waktu itu, Obed hanya menjanjikan akan menyampaikan hal ini ke pihak Kampus namun belum ada kabar baik untuk kelanjutannya.
"Saya bilang, coba saja ada universitas yang mau turun ke Sabu, saya ingin, saya punya alumni yang sudah bekerja, SDM nya bisa ditingkatkan,"ujar Rut pada Senin, 29 Juli 2024.
Setelah pertemuan singkat ini, tidak pernah berbicara lagi mengenai hal itu. Pada 2023 lalu, keduanya dipertemukan kembali. Seperti pertemuan pertama, Rut menceritakan keinginannya ini dan menanyakan perkembangan terkait kebutuhan yang pernah dibicarakan.
Tidak berlama-lama, kemudian Obed memintanya untuk mendata alumni yang ingin melanjutkan kuliah. Yang pasti, bagi Rut kumni tahun 2024 pasti ada yang ikut.
Singkat cerita, usai pertemuan kedua ini, pihak Undarma dalam hal ini Wakil Rektor III, dan Dekan III turun untuk mengadakan MoU dengan yayasan Bunda Pertiwi. Tidak ingin bergerak sendiri, Rut pun menggandeng Yapenkris dan Yayasan Peduli di Sabu Timur.
Dalam penjaringan data, ketiga yayasan ini diberikan kesempatan yang sama tetapi untuk melakukan pendataan dan penerimaan uang pendaftaran, ia sendiri yang ditugaskan.
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.