Liputan Khusus
Lipsus - Beban Besar, TN Komodo akan Ditutup
Alasannya ada perubahan perilaku komodo dan kondisi lingkungan karena jumlah pengunjung berlebih.
Selain itu penutupan TNK juga berpotensi menimbulkan gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK) besar-besaran, dampaknya angka pengangguran meningkat dan upaya untuk mengurangi angka kemiskinan sulit diwujudkan.
"Akan banyak hotel yang okupasinya rendah, perjalanan wisata sepi, travel agent akan tutup, industri kerajinan akan mati, hingga pengusaha kuliner," ujarnya.
Lebih lanjut dikatakan, penetapan Labuan Bajo sebagai destinasi pariwisata super prioritas tentu saja karena ada Komodo sebagai ikonnya. Selama ini pemerintah menjadikan sektor pariwisata sebagai motor penggerak pertumbuhan ekonomi di daerah itu.
Di lain sisi, Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat tak bisa berbuat banyak terkait rencana penutupan 'rumah' komodo itu, karena tak memiliki kewenangan otoritatif di kawasan tersebut. "Sulit rasanya mencegah niat Pemerintah Pusat kalau hendak menutup TNK karena mereka yang menguasainya," ungkapnya.
Karena itu Ino meminta pemerintah pusat dalam hal ini Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) serta Balai Taman Nasional Komodo (BTNK) mempertimbangkan secara matang rencana penutupan TNK.
"Kalau harus ditutup, maka penutupannya jangan total. Bisa hari tertentu, bisa lokus tertentu secara terbatas. Pemerintah pusat perlu sekarang mempersiapkan kawasan lain di selatan Labuan Bajo untuk dijadikan kawasan baru pengembangan hewan Komodo," terang Ino. (uka)
Ikuti Liputan Khusus POS-KUPANG.COM di GOOGLE NEWS
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/sunset-di-Pulau-Kalong-kawasan-Taman-Nasional-Komodo.jpg)