Berita NTT
PMI NTT Bersama Timor Leste Gelar Pelatihan KORPS Sukarela di Belu
ia berharap para peserta tidak cepat puas dan terus memperdalam pengetahuan dengan mengikuti pelatihan ini secara baik.
Penulis: Agustinus Tanggur | Editor: Rosalina Woso
Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Agustinus Tanggur
POS-KUPANG.COM, ATAMBUA - Palang Merah Indonesia (PMI) Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) bersama Palang Merah Timor Leste menyelenggarakan Program Pelatihan Korps Sukarelawan (KSR) di Kabupaten Belu.
Pelatihan yang berlangsung sejak tanggal 15 hingga 21 Juli 2024 ini merupakan bagian dari agenda yang sudah ditetapkan dalam anggaran dasar dan anggaran rumah tangga PMI tahun 2024.
Pelatihan ini diikuti oleh 20 peserta yang berasal dari Kabupaten Belu, Kabupaten Malaka, serta distrik Bobonaro dan distrik Oecusse Timor Leste, yang berlangsung di Aula Hotel Nusantara II Atambua, Kabupaten Belu.
Hadir dalam kegiatan tersebut Kadiv Pelayanan Markas PMI NTT dan Koordinator Program Siap Siaga PMI NTT, Adrianus Jeharun dan tamu undangan lainnya.
Baca juga: DP3AP2KB Belu Luncurkan Aplikasi LASKAR PERAN JEMPOL
Sekertaris PMI Kabupaten Belu, Yantje Taek mengapresiasi semua peserta yang hadir khususnya peserta dari Palang Merah Timor Leste.
Menurutnya, peserta yang terpilih adalah individu-individu yang peduli kepada kemanusiaan dan siap menjadi bagian dari keluarga besar Palang Merah Indonesia.
"Orang-orang PMI adalah mereka yang selalu peduli untuk berbuat baik bagi sesama," ujarnya.
Yantje menjelaskan sebelum melakukan tugas di lapangan, para peserta perlu dibekali dengan berbagai pengetahuan dan keterampilan.
Ia juga menekankan pentingnya memahami prosedur-prosedur tetap yang harus ditaati demi keselamatan jiwa.
"Memahami filosofi dan gerakan Palang Merah maupun Bulan Sabit Merah akan memberikan motivasi dan semangat dalam bertindak," kata Yantje.
Kata dia, Pelatihan ini mencakup berbagai materi seperti kode etik di lapangan, pertolongan pertaman pada cedera jaringan lunak, kedruratan medis, penanganan keracunan, logistik, dan pengelolaan dapur umum.
Lebih lanjut, ia berharap para peserta tidak cepat puas dan terus memperdalam pengetahuan dengan mengikuti pelatihan ini secara baik.
"Pelatihan ini merupakan kolaborasi antara Indonesia dan Timor Leste, mengingat bahwa Palang Merah tidak mengenal batas negara. Jika terjadi bencana alam lintas batas peserta sudah mengetahui prosedur yang harus dilakukan," tuturnya.
Ia juga berharap para peserta dapat memanfaatkan momentum ini untuk memperkaya pengetahuan dan keahlian mereka. (Cr23)
Ikuti Berita POS-KUPANG.COM Lainnya di GOOGLE NEWS
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.