Renungan Harian Katolik

Renungan Harian Katolik Selasa 16 Juli 2024, Celakalah Engkau

Maka kecaman biasanya menjadi salah satu bentuk kontrol sosial dalam satu tatanan kehidupan masyarakat.

Editor: Rosalina Woso
DOK. POS-KUPANG.COM
Bruder Pio Hayon SVD menyampaikan Renungan Harian Katolik Selasa 16 Juli 2024, Celakalah Engkau 

Oleh: Bruder Pio Hayon, SVD

POS-KUPANG.COM - Renungan Harian Katolik Selasa 16 Juli 2024, Celakalah Engkau

Hari Selasa Biasa Pekan XV

Bacaan I:Yes. 7:1-9

Injil: Matius11:20-24                                                                         

Saudari/a yang terkasih dalam Kristus

Salam damai sejahtera untuk kita semua.Semua kita pasti pernah mendapat celaka baik itu yang ringan saja atau juga bisa yang berat.

Namun kata celaka juga bisa berupa satu ungkapan kecaman bagi orang yang mendapatkannya. Kecaman itu bisa terjadi karena ada kesalahan dan orang-orang tidak perduli dengan kesalahan itu. Maka biasanya orang akan mendapat kecaman itu.

Baca juga: Renungan Harian Katolik Minggu 14 Juli 2024, "Tuhan Memanggil Kita"

Kecaman itu bisa terjadi karena tingkat kesalahan yang dibuat juga sudah dianggap cukup fatal. Maka kecaman biasanya menjadi salah satu bentuk kontrol sosial dalam satu tatanan kehidupan masyarakat.

Saudari/a yang terkasih dalam Kristus

Di hari kedua pekan ke XV ini, kita disuguhkan lagi dengan satu catatan penting tentang dampak dari kesalahan dan ketidakpercayaan umat yang membuat Allah murka dan menyerukan pertobatan melalui para nabiNya. Dan Tuhan selalu menunjukkan belaskasihanNya kepada umatNya.

Diceritakan, pada zaman Ahas bin Yonatan bin Uzia, raja Yehuda, Allah mengutus Nabi Yesaya kepada Ahas raja Yehuda itu agar dia tak perlu takut akan ancaman dan serangan yang akan dilakukan oleh bangsa asing yang hendak menyerang mereka.

Tuhan berpesan: “Teguhkanlah hatimu dan tinggallah tenang, janganlah takut dan janganlah hatimu kecut karena kedua puntung kayu api yang berasap ini, yaitu kepanasan amarah Rezin dari Aram dan anak Remalya telah merancang yang jahat atasmu.”

Tuhan membantu umatNya untuk tidak perlu merasa takut dan kecut atas ancaman dari raja-raja yang akan menyerang mereka karena Tuhan melindungi mereka. Namun yang perlu dari mereka adalah untuk percaya pada penyelenggaraan Tuhan atas hidup mereka: “Jika kamu tidak percaya, sungguh, kamu tidak teguh jaya.”

Tuhan mengingatkan umatNya melalui mulut nabiNya untuk tetap percaya pada kekuatan Allah sendiri dan tidak gampang jatuh dalam dosa dan kesalahan. Prihal ini juga yang disampaikan oleh Yesus dalam pengajaranNya hari ini. Yesus mulai mengecam kota-kota yang tidak bertobat walaupun di tempat-tempat itu Yesus banyak melakukan mujizat.

Yesus lalu mengambil contoh kota Tirus dan Sidon yang akhirnya bertobat dari segala kesalahan dan dosa yang mereka lakukan dan Tuhan menyelamatkan mereka dari murka Allah yang hendak dijatuhkan ke atas mereka.

Namun kota-kota di Israel saat itu banyak telah jatuh dalam dosa tetapi mereka tidak pernah bertobat juga. Maka pada akhir jaman itu, kota-kota itu akan dihancurkan oleh Tuhan sedangkan Tirus dan Sidon menjadi lebih rendah tangunggunanya atas dosa yang telah mereka lakukan.

Maka hari  ini kita diajak untuk semakin hari semakin berusaha untuk bertobat agar kita layak berhadapan muka dengan Yesus sang Maha Agung itu. Kita pun diajak untuk tidak selalu menghukum atau mengecam orangn lain tapi diri kita sendiri masih sangat berdosa. Untuk itu kita pun membutuhkan pertobatan sejati di antara kecenderungan manusiawi kita yang selalu mau menyombongkan diri.

Saudari/a terkasih dalam Kristus

Pesan untuk kita, pertama:semua kita adalah murid-murid Tuhan dan dipanggil untuk menjadi pewarta sabda.

Kedua, kita pun butuh pertobatan yang sejati agar kita pun layak di hadapanNya.

Ketiga, karena yang diminta dari Tuhan adalah pertobatan. Karena dalam pertobatan itulah kita dilayakan oleh Tuhan. (*)

Ikuti Berita POS-KUPANG.COM Lainnya di GOOGLE NEWS

Sumber: Pos Kupang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved