Berita NTT
Kampanyekan Transasksi Non Tunai, BI NTT Gelar QRIS Jelajah Indonesia
Agus menyebut kegiatan tersebut telah diadakan di Labuan Bajo sebagai salah satu Destinasi Pariwisata Super Prioritas (DPSP).
Penulis: Elisabeth Eklesia Mei | Editor: Edi Hayong
Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Eklesia Mei
POS-KUPANG.COM, KUPANG- Dalam mengkampanyekan transaksi non tunai, Kantor Perwakilan BI NTT menggelar QRIS Jelajah Indonesia.
"QRIS Jelajah Indonesia merupakan sebuah program flagship campaign guna memperluas tingkat akseptansi pembayaran digital khususnya QRS," kata Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Nusa Tenggara Timur, Agus Sistyo Widjajati di Kupang, Senin 15 Juli 2024.
Agus menyebut kegiatan tersebut telah diadakan di Labuan Bajo sebagai salah satu Destinasi Pariwisata Super Prioritas (DPSP).
Yang mana, telah dibuka langsung oleh Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi NTT, Didiet Aditya Budi Prabowo dan Kepala Dinas Pariwisata, Ekonomi Kreatif, dan Kebudayaan Kabupaten Manggarai Barat, Stefanus Jemsifori dan dihadiri oleh Pimpinan Cabang EPD NTT Cabang Labuan Bajo di Puncak Waringin pada 14 Juli 2024.
"QRIS Jelajah Indonesia merupakan program nasional dan dilaksanakan di 46 Kantor Perwakilan BI se-Indonesia. Kegiatan ini digelar dengan format kompetisi yang melombakan kelompok anak-anak muda untuk mengkampanyekan pembayaran digital khususnya QRIS," jelas Agus.
Seluruh kelompok peserta, kata Agus, akan melaksanakan berbagai macam bentuk tantangan atau misi yang mencakup QRS, CBP (Cinta Bangga Paham) Rupiah, dan APU dab PPT (Anti Pencucian Uang dan Pencegahan Pendanaan Terorsme).
"Tidak hanya melaksanakan tantangan yang diberikan, para peserta yang didalamnya merupakan content creator dengan total pengikut mencapai puluhan ribu pengikut, juga diharuskan membuat konten video yang menarik dan diunggah ke media sosial mereka masing- Imasing. Kompetisi ini akan berlangsung selama 3 har hingga hari Selasa, 16 Juli 2024," jelasnya.
Baca juga: Deputi Kantor Perwakilan BI NTT Puji Pos Kupang Media Komunikasi Kebijakan Bank Indonesia
Sementara itu, Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi NTT, Didiet Aditya Budi Prabowo berharap agar pelaksanaan kegiatan itu dapat menimbulkan efek positif bagi pariwisata di Labuan Bajo dan meningkatkan pertumbuhan ekonomi melalui digitalisasi sistem pembayaran.
"Melihat pertumbuhan QRIS yang sangat akseleratif hingga tumbuh 544 persen secara yoy, kami berharap juga semakin banyak yang melek akan pembayaran digital terutama QRIS, bukan hanya masyarakat lokal, namun juga wisatawan asing," ungkapnya.
Sementara, Kepala Dinas Pariwisata, Ekonomi Kreatif, dan Kebudayaan Kabupaten Manggarai Barat, Stefanus Jemsifori menyampaikan hal yang senada.
Dia berharap, dengan dilaksanakannya program ini, masyarakat bisa terus mengikuti perkembangan zaman dimana pembayaran yang dulunya masih menggunakan uang kertas hingga sekarang hanya perlu menggunakan handphone.
"Terlebih lagi sektor pariwisata Labuan Bajo bisa jadi semakin berkembang dengan publikasi-publikasi positif yang diberikan melalui konten yang kita buat," pungkasnya. (cr20)
Ikuti Berita POS-KUPANG.COM lainnya di GOOGLE NEWS
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.