Selasa, 14 April 2026

Berita Manggarai Barat

BTNK Rencana Tutup Taman Nasional Komodo Labuan Bajo Secara Reguler

datang ke TN Komodo selama ini sulit dikontrol, belum ada pembatasan jumlah kunjungan turis di kawasan tersebut.

Penulis: Engelbertus Aprianus | Editor: Rosalina Woso
POS-KUPANG.COM/KOMINFO MABAR
- Loh Buaya yang berada di pulau Rinca kawasan Taman Nasional Komodo atau TNK. Ibu Negara Iriana Jokowi, hari ini, Kamis, 29 September 2022 akan mengunjungi Loh Buaya. 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Berto Kalu

POS-KUPANG.COM, LABUAN BAJO - Balai Taman Nasional Komodo (BTNK) sebagai pengelola kawasan berencana menutup Taman Nasional (TN) Komodo Labuan Bajo, NTT, secara reguler pada hari-hari tertentu. Itu bertujuan untuk mengurangi dampak negatif kegiatan wisata bagi 'rumah' komodo itu.

"Sehingga kawasan bisa diberikan waktu untuk istirahat juga karena bebannya sudah terlalu besar, ini masih dalam konsep. Semoga kajian bisa dilakukan tahun ini sehingga bisa diterapkan tahun depan," jelas Kepala BTNK Hendrikus Rani Siga, Senin 15 Juli 2024.

Hendrikus mengungkapkan, rencana penerapan kebijakan ini perlu dilakukan kajian ilmiah yang matang sehingga tak menimbulkan dampak negatif terhadap kawasan dan industri pariwisata Labuan Bajo.

Pasalnya TN Komodo merupakan salah satu permata mahkota Labuan Bajo dalam bidang pariwisata yang setiap tahun menarik ratusan ribu pengunjung dari berbagai belahan dunia. Wisatawan yang datang ke destinasi pariwisata super prioritas (DPSP) itu selalu terkonsentrasi di sana.

Baca juga: Sejumlah Kendaraan Bermalam di SPBU Labuan Bajo Manggarai Barat

Penutupan secara reguler itu juga diharapkan mampu meningkatkan jumlah kunjungan ke spot wisata daratan.

"Sehingga semua tidak terkonsentrasi di taman nasional. Misalkan kita tutup satu hari saja, mereka (wisatawan) bisa melakukan kegiatan wisata di Labuan Bajo sehingga secara langsung meningkatkan lama tinggal wisatawan. Sehingga kawasan bisa recovery, selama ini TNK selalu jadi utama," ungkapnya.

Lebih lanjut, wisatawan yang datang ke TN Komodo selama ini sulit dikontrol, belum ada pembatasan jumlah kunjungan turis di kawasan tersebut.

Karena itu tahun ini BTNK menggandeng lembaga pendidikan tinggi dan Badan Pelaksana Otoritas Labuan Bajo Flores (BPOLBF) untuk melakukan kajian daya tampung dan daya dukung kawasan, sehingga jumlah turis yang berkunjung bisa dikontrol.

Sebelumnya Pemerintah Pusat pernah melakukan kajian serupa, dari kajian itu disebutkan bahwa jumlah wisatawan yang berkunjung ke TN Komodo dibatasi maksimal 219.000 ribu orang per tahun. Alasannya ada perubahan perilaku komodo dan kondisi lingkungan karena jumlah pengunjung yang sudah berlebih.

"Tahun ini akan dilakukan studi oleh pusat kajian pariwisata UGM disupport BPOLBF tentang daya dukung dan daya tampung TN Komodo, karena kami menyadari (jumlah kunjungan) ini harus dibatasi," ungkap Hendrik.

Populasi Komodo Tahun 2023

Populasi komodo di TN Komodo tercatat 3.396 ekor di tahun 2023, bertambah 240 ekor dari hasil perhitungan tahun 2022. Populasi komodo pada 2023 menjadi yang tertinggi dalam enam tahun terakhir.

Jumlah komodo terus meningkat sejak 2018 hingga 2021. Jumlahnya menurun pada 2022, namun kembali naik pada 2023. Pada 2018 hanya terdapat 2.897 komodo di Taman Nasional Komodo. Populasi kadal raksasa itu bertambah pada 2019 menjadi 3.022 ekor; 2020 (3.163); 2021 (3.303); dan 2022 (3.156).

Hendrikus mengatakan, naik turunnya populasi komodo adalah suatu hal yang wajar terjadi di alam liar. Sepanjang populasinya tidak naik signifikan atau turun drastis dalam beberapa tahun secara berturut-turut.

Sumber: Pos Kupang
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved