Renungan Harian Katolik

Renungan Harian Katolik Minggu 14 Juli 2024, "Anda dan Saya Dipanggil dan Diutus Tuhan"

Tugas mereka dalam perutusan ini adalah memberi kesaksian tentang Kerajaan Allah dengan menyembuhkan orang-orang sakit, mengusir setan-setan

Editor: Eflin Rote
POS-KUPANG.COM/HO-DOK
Pater John Lewar, SVD 

Amazia sebagai imam di Betel mengusir Amos karena nubuatnya yang keras terhadap raja dan para pemimpin di sana.

Itu sebabnya Amos diusir keluar dari Samaria. Namun Amos mengatakan kepadanya: “Saya ini hanya seorang gembala dan pencari buah ara hutan. Saya juga bukan keturunan nabi. Namun Tuhan telah memanggil saya untuk pergi dan bernubuat di Israel".

Hal yang menarik dari Amos adalah, meskipun dia dianiaya oleh para pemimpin namun ia tetap tegar. Ia tidak mundur tetapi tetap kuat mewartakan Sabda Tuhan. Sikap misioner ini yang harus kita miliki di dalam gereja.

Paulus dalam bacaan kedua (Efesus 1:3-10) mengingatkan kita semua bahwa sebelum dunia dijadikan Tuhan sudah memiliki rencana untuk memanggil, memilih dan menetapkan supaya kita sebagai orang-orang pilihanNya dalam Yesus menjadi kudus dan tak bercacat di hadirat Tuhan.

Baca juga: Renungan Harian Katolik Minggu 14 Juli 2024, "Lalu Pergilah Mereka"

Panggilan menjadi kudus berarti panggilan untuk menjadi satu dengan Tuhan karena Tuhan itu kudus adanya. Maka semua orang harus memiliki kiblat hidup kepada Tuhan.

Bacaan-bacaan Kitab Suci hari Minggu ini memfokuskan kita pada panggilan dan perutusan kita masing-masing. Mari kita menyadari bahwa kita dipanggil oleh Tuhan untuk ikut terlibat di dalam karyaNya.

Dia memberikan Roh KudusNya kepada kita untuk berani mewartakan Kerajaan sorga dengan tugas istimewa untuk menyembuhkan orang-orang sakit, mengusir setan-setan dan menguatkan orang-orang yang lemah. Tugas-tugas ini dapat membuat banyak orang memiliki kedamaian sejati.

Gereja masa kini juga memiliki tugas untuk meneruskan karya Yesus. Tidaklah mudah untuk menjalankan misi Yesus di atas dunia ini. Banyak salib yang harus dipikul, banyak penghinaan dan caci maki yang akan dialami karena nama Yesus. Namun orang yang bertahan sampai kesudahan akan memiliki sukacita kekal. Sukacita kekal itu adalah kekudusan, kesempurnaan di hadirat Tuhan selamanya.

Missio:
Hari ini kita berusaha untuk menebar kebaikan dan kebahagiaan bagi sesama.

Doa:
Bapa Surgawi, bantulah kami untuk meneruskan tugas perutusan yang dipercayakan oleh Yesus PuteraMu terkasih kepada kami. Semoga kami setia melaksanakan tugas perutusan itu dan membawa banyak orang untuk semakin
dekat dengan Dikau...Amin.

Sahabatku yang terkasih. Selamat hari Minggu. Salam, doa dan berkatku untukmu dan keluarga di mana saja berada: Dalam nama Bapa dan Putera dan Roh Kudus...Amin. (*)

Ikuti Berita POS-KUPANG.COM di GOOGLE NEWS

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved