Kunjungan Paus Fransiskus
Paus Fransiskus Akan Promosikan Dialog Antarbudaya dan Antaragama dalam Perjalanannya ke Asia
Paus Fransiskus dijadwalkan mengunjungi Indonesia, Papua Nugini, Timor Leste, dan Singapura pada 2 hingga 13 September 2024.
POS-KUPANG.COM, SINGAPURA - Paus Fransiskus sudah lama ingin mengunjungi Asia dan akan berusaha untuk mempromosikan dialog antarbudaya dan antaragama selama kunjungannya yang akan datang, kata Uskup Paul Desmond Tighe, salah satu pejabat penting yang mengawasi urusan kebudayaan di Vatikan.
Paus Fransiskus dijadwalkan mengunjungi Indonesia, Papua Nugini, Timor Leste, dan Singapura pada 2 hingga 13 September 2024.
Ia dijadwalkan bertemu dengan para kepala negara, kelompok pemuda, imam Katolik setempat, misionaris dan umat paroki sambil memimpin empat misa umum di stadion-stadion di Jakarta, Port Moresby, Dili dan Singapura, menurut jadwal sementara perjalanannya yang dipublikasikan oleh Vatikan.
“Saya pikir dia selalu tertarik dengan Asia, dan ingin menghabiskan waktu di sana. Ini adalah isyarat dukungan terhadap gereja lokal dan isyarat dukungan terhadap negara-negara setempat dan untuk belajar dari (mereka),” tambah Uskup Tighe.
Sekretaris Bagian Kebudayaan di Dikasteri Kebudayaan dan Pendidikan Vatikan berbicara kepada The Straits Times di sela-sela pertemuan Forum Ekonomi Dunia di Dalian, Tiongkok, pada tanggal 25 Juni 2024.
Di Jakarta, Paus Fransiskus dijadwalkan mengadakan pertemuan antaragama di Masjid Istiqlal dan bertemu dengan presiden negara berpenduduk mayoritas Muslim terbesar di dunia. Lebih dari 3 persen dari hampir 280 juta penduduk Indonesia beragama Katolik.
“Dia juga tertarik dengan masa depan Gereja. Kadang-kadang (ketika) kita memikirkan gereja dan model gereja kita, kita memikirkan model Barat,” kata Uskup Tighe.
Namun Kekristenan telah berkembang pesat di komunitas-komunitas kecil di Asia dan “kekristenan merupakan teladan dari cara tertentu menjadi Kristen (yang) juga memperhatikan budaya lain”, tambahnya.
Perjalanan Paus Fransiskus akan menjadi perjalanan luar negeri pertamanya sejak kunjungan dua hari ke Marseille di Prancis pada September 2023, dan akan menjadi perjalanan terlama yang pernah ia lakukan dari Roma selama 11 tahun masa kepausannya. Paus Fransiskus berusia 88 tahun pada Desember 2024.
Kesehatannya yang lemah telah memaksanya untuk melewatkan beberapa kegiatan, termasuk perjalanan ke Konferensi Perubahan Iklim PBB COP28 di Dubai pada November 2023. Dalam beberapa tahun terakhir, ia terkadang terlihat di depan umum menggunakan kursi roda atau menggunakan tongkat.
“Ini adalah perjalanan yang ambisius untuk pria seusianya. Namun secara simbolis hal ini penting baginya,” kata Uskup Tighe.
“Paus sering merasa bahwa banyak orang datang ke Roma untuk menemuinya,” tambahnya. “Tetapi dia ingin menunjukkan rasa hormat terhadap budaya dan tradisi mereka dengan mengunjungi dan melihat berbagai belahan dunia.”
Baca juga: Keuskupan Atambua Buka Pendaftaran Peserta Kunjungan Paus Fransiskus di Dili-Timor Leste
Paus Fransiskus akan berada di Indonesia pada tanggal 3 hingga 6 September, Papua Nugini pada tanggal 6 hingga 9 September, dan Timor Leste pada tanggal 9 hingga 11 September.
Perjalanannya ke Singapura pada 11-13 September dijadwalkan mencakup kunjungan ke St Theresa’s Home dan Catholic Junior College.
Paus Fransiskus telah mengunjungi beberapa negara di Asia pada tahun-tahun sebelumnya. Negara-negara tersebut termasuk Korea Selatan pada tahun 2014, diikuti oleh Sri Lanka dan Filipina pada tahun 2015.
Dua tahun kemudian, dia melakukan perjalanan ke Myanmar dan Bangladesh, dan pada tahun 2019, dia pergi ke Thailand dan Jepang. Kazakhstan menyusun rencana perjalanannya pada tahun 2022, dan Mongolia pada tahun 2023.
(straitstimes.com)
Ikuti berita POS-KUPANG.COM di GOOGLE NEWS
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.