Pilgub NTT
UPDATE Peta Koalisi Parpol Jelang Pendaftaran Pilgub NTT, Pengamat: Gerbong Keempat Riskan!
Calon Gubernur NTT mengerucut tiga nama, yakni Melki Laka Lena, Ansy Lema dan Simon Petrus Kamlasi.
"Dalam satu bulan ke depan tentu akan ada progres mengingat waktu pendaftaran yang makin dekat dengan tahapan pendaftaran pilkada," ujar Jimmy Nami, Jumat 12 Juli 2024.
Baca juga: Ahmad Atang Prediksi Ada 4 Paslon di Pilgub NTT, Format Koalisi Pertalian Timor dan Flores
Untuk terbentuk gerbong keempat, kata Jimmy Nami, agak riskan secara politik karena problema ketokohan dan grouping parpol yang hampir pasti akan juga terkonsolidasi pada tiga gerbong Ansy Lema (PDIP), Melki Laka Lena (Golkar), Simon Petrus Kamlasi (NasDem).
"Jika memaksakan terbentuknya gerbong keempat perlu pendasaran secara politik, apa urgensinya dan menjawab kebutuhan politik yang mana? Ini menjadi penting karena parpol manapun butuh kemenangan terhadap calon yang diusung," katanya.
Ia mengingatkan parpol melakukan konsolidasi secara cepat, baik pengusung maupun pendukung. Hanya parpol yang punya sikap yang jelas yang akan mendapat cerukan politik dari kontestasi pilkada.
Parpol yang lamban mengambil sikap akan menjadi boomerang karena koalisi yang lebih dahulu terbentuk secara ideologis dan mendapatkan parpol yang lambat mengambil sikap ditengah proses akan mendowngrade cara pandang publik terhadap parpol tersebut.
Jimmy Nami mengatakan, terlalu dini untuk memberikan proyeksi kekuatan masing-masing pasangan, boleh jadi akan nampak peta kekuatan politiknya jika tiga gerbong ini sudah memiliki kepastian paketnya masing-masing.
Karena bagaimanapun juga masing-masing calon tentunya akan berpasangan dengan person yang harus bisa menambah benefit elektoral untuk menang pilgub, sedangkan proses masih berjalan.
"Yang saat ini bisa dipotret publik adalah latar belakang dan rekam jejak tiga kekuatan ini dengan parpol pendukungnya," ujarnya.
Menurutnya, Ansy Lema dengan pendukung utama PDIP, merupakan wakil rakyat NTT di legislatif yang sangat intens berjuang pada segmen nelayan, pertanian dan peternak, serta tata kelola sumber daya potensial lainnya di NTT.
Baca juga: Fenomena Bukan Putra Daerah Maju Pilkada, Ahmad Atang: Politik Multikultural Sudah Lama Ada di NTT
Melki Laka Lena dari Golkar juga dominan soal kesehatan, stunting, akses BPJS, bansos, infrastruktur kesehatan.
Simon Petrus Kamlasi dari NasDem, intens mempraksiskan tata kelola air. "Nah, kesemua isu ini merupakan masalah mendasar di NTT," tandanya.
Apa yang harus dilakukan ketiga calon pemimpin NTT? "Memperluas daerah cakupan program, mendetailkan pencapaian program uggulannya dan mengkomunikasikan kepada masyarakat dengan metode yang lebih sederhana dan mudah dipahami oleh masyarakat terkait urgensi dan dampak dri program-program tersebut."
"NTT secara geografis dan demografi cukup menantang untuk ditaklukkan, butuh pengorbanan dan konsistensi pemimpin untuk melakukan perubahan," tambah Jimmy Nami.
Sementara Pengamat Politik dari Universitas Muhammadyah Kupang, Dr Ahmad Atang mengatakan, koalisi partai politik menjelang masa pendaftaran di bulan Agustus mendatang memang sangat dinamis dan belum ada yang benar-benar permanen.
Menurutnya, politik klaim masih mewarnai wacana politik pilkada di tingkat provinsi, sehingga publik belum sepenuhnya menyakini figur dan partai koalisi.
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.