Selasa, 2 Juni 2026

Renungan Harian Katolik

Renungan Harian Katolik Minggu 7 Juli 2024, "Mereka Kecewa dan Menolak DIA"

Namun apapun itu, pengalaman ditolak atau merasa dikcewakan itu selalu melahirkan rasa sakit hati. Dan apakah kita siap untuk itu?

Tayang:
Editor: Eflin Rote
POS-KUPANG.COM/HO
Yesus ditolak di Nazaret 

Maka cara terbaik adalah dengan bertobat dari kesombongan diri yang kita ciptakan baik kesombongan sosial maupun spiritual yang menganggap diri lebih tinggi lalu merendahkan orang lain. Dan itu yang terjadi dengan orang-orang yang seasal atau sekampung dengan Yesus.

Mereka merasa sebagai orang yang mengenal keluarga Yesus yang juga seasal dengan mereka ini langsung memandang rendah terhadap Yesus.

Baca juga: Renungan Harian Katolik Minggu 7 Juli 2024, "Cara Mengatasi Penolakan ketika Melakukan Perubahan"

Mereka sebenarnya juga secara sosial sudah merasa rendah di hadapan tempat atau wilayah lain yang menjadi pusat kota dan perekonomian.

Tetapi Nazareth hanyalah satu kota kecil di luar jangkauan masyarakat dan dianggap orang pinggiran yag tak punya status sosial dalam lingkungan masyarakat umum di sekitaran wilayah itu.

Rasa inferior ini juga menjadi pemicu mereka menolak Yesus. Rasa inferior secara sosial ini lalu dikenakan juga kepada Yesus yang ‘dianggap oleh orang sekampungnyaitu pasti juga levelnya sama apalagi ditambahkan lagi status
latar belakang keluarga yang dianggap tak layak bisa memiliki kuasa seperti yang mereka lihat dalam diri Yesus.

Penolakan itu lalu membuat Yesus pun mengambil jarak dengan orang sekampungNya: “Seorang nabi dihormati di mana- mana, kecuali di tempat asalnya sendiri, diantara kaum keluarganya dan di rumahnya.”

Yesus pun mengambil jarak secara tegas untuk menyatakan kebenaran yang sebenarnya. Dan itu hanya terjadi dari pihak manusia dan bukan dari pihak Allah.

Yesus merasa diri ditolak oleh orangNya sendiri dan mau menyatakan kepada mereka bahwa manusialah yang mengambil jarak bahkan menolak Allah dan bukan dari pihak Allah. Dan itu pun bisa terjadi pada kita, bahwa kita pun bisa ditolak oleh orang-orang dekat sekitar kita.

Maka marilah kita belajar untuk bersikap rendah hati terutama di hadapan Allah dan sesama agar kita juga mendapat belaskasihan dari Allah. Untuk itu, kita butuh pertobatan yang telah ditunjukkan oleh Paulus sendiri.

Saudari/a yang terkasih dalam Kristus

Pesan untuk kita, pertama: semua kita telah dipanggil sebagai murid Tuhan sesuai dengan tugas dan panggilan yang telah kita terima.

Kedua, dan dalam tugas itu kita pun pasti juga ditolak atau direndahkan karena dianggap tidak layak di mata orang lain.

Ketiga, maka kita seharusnya juga bersikap terbuka pada Allah pertama-tama melalui pertobatan. Karena di
dalamnya kita akan mendapat kasih karunia di hadapan Allah. (*)

Ikuti Berita POS-KUPANG.COM di GOOGLE NEWS

Halaman 2/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved