Sabtu, 11 April 2026

Pilkada Sikka

Direktur PDAM Sikka Nyatakan Diri Maju di Pilkada Sikka

Fransiskus menerangkan awalnya tidak berniat maju pada pilkada kali ini. Sebab masih ada beberapa figur lain yang lebih senior.

Editor: Eflin Rote
POS-KUPANG.COM/HO-Serafinus Sandi Hayon Jehadu
Direktur Perusahaan Umum Daerah Air Minum (PDAM) Wairpuan Kabupaten Sikka, Fransiskus Xaverius Laka. 

POS-KUPANG.COM, MAUMERE - Fransiskus Xaverius Laka, Direktur Perusahaan Umum Daerah Air Minum (PDAM) Wairpuan Sikka menyatakan diri akan bertarung di Pilkada Sikka 2024.

Fransiskus menyebut, dirinya telah mendaftarkan diri ke Partai Golkar sebagai calon bupati dan wakil bupati. 

"Selanjutnya keputusan ada di partai. Kalau pun saya diminta maju sebagai calon bupati atau wakil bupati, saya siap," ujar Fransiskus saat ditemui Kompas.com di Maumere, dikutip dari Kompas.com.

Fransiskus menerangkan awalnya tidak berniat maju pada pilkada kali ini. Sebab masih ada beberapa figur lain yang lebih senior. Bahkan sudah diprioritaskan.

Namun, lanjutnya, figur tersebut tidak sejalan dengan apa yang dikehendaki komunitas, keluarga besar, maupun lingkungan pergaulan.

"Keluarga besar merasa ditinggalkan, sehingga saya yang di dalam komunitas itu keluar untuk menjawab keraguan tersebut dan menyatakan untuk maju pilkada," kata dia.

Dia berujar meski hanya mendaftar ke Partai Golkar, namun komunikasi politik dengan kader dari partai lain seperti PKB, Nasdem, dan Gerindra terus terjalin.

Baca juga: Siapa Pendamping Robi Idong di Pilkada Sikka? Begini Penjelasan Ketua Bappilu PDIP

Dirinya juga tidak mempersoalkan jika kemudian diminta maju sebagai calon wakil bupati. Paling penting adalah memiliki visi yang sama membangun Sikka.

"Urus daerah ini butuh bupati dan wakil bupati. Masing-masing sudah ada peran. Wakil itu bukan serep, kalau ada anggapan seperti itu berarti ada komunikasi yang salah atau keliru," ujar dia.

Fransiskus mengatakan, apabila nanti dirinya mendapat mandat dari rakyat untuk memimpin Sikka, maka paling pertama adalah pembenahan birokrasi.

Reformasi birokrasi, jelas dia, memang sudah digaungkan sejak lama, namun belum dilakukan secara optimal. Oleh sebab itu harus dievaluasi kembali.

"Tim kerja ini harus dibenahi dulu, letakkan orang-orang di tempat yang benar. Tim ini yang akan kerjakan program bupati dan wakil bupati. Program kerja ini harus berdasarkan kebutuhan bukan keinginan," ungkapnya. (*)

Ikuti Berita POS-KUPANG.COM di GOOGLE NEWS

 

Artikel ini telah tayang di Kompas.com

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved