Terorisme
Bom Bunuh Diri di Nigeria, 18 Tewas
Pelaku bom bunuh diri pertama meledakkan bahan peledak saat perayaan pernikahan di kota timur laut Gwoza sekitar pukul 15.00
POS-KUPANG.COM, MAIDUGURI - Pelaku bom bunuh diri perempuan menargetkan pesta pernikahan, pemakaman, dan rumah sakit dalam serangan terkoordinasi di Nigeria utara yang menewaskan sedikitnya 18 orang, kata pemerintah setempat, Minggu.
Pelaku bom bunuh diri pertama meledakkan bahan peledak saat perayaan pernikahan di kota timur laut Gwoza sekitar pukul 15.00, kata Barkindo Saidu, direktur jenderal Badan Manajemen Darurat Negara Bagian Borno, kepada wartawan.
“Beberapa menit kemudian, ledakan lain terjadi di dekat Rumah Sakit Umum,” kata Saidu, dan kemudian terjadi serangan ketiga di sebuah pemakaman yang dilakukan oleh seorang pembom wanita yang menyamar sebagai pelayat. Anak-anak dan wanita hamil termasuk di antara mereka yang tewas.
Sejauh ini belum ada yang mengaku bertanggung jawab atas serangan tersebut, namun Gwoza berada di negara bagian Borno, yang terkena dampak besar pemberontakan yang dilancarkan pada tahun 2009 oleh Boko Haram, sebuah kelompok ekstremis Islam.
Kekerasan, yang meluas melintasi perbatasan di sekitar Danau Chad, telah menewaskan lebih dari 35.000 orang, membuat lebih dari 2,6 juta orang mengungsi dan menciptakan krisis kemanusiaan yang besar.
Boko Haram, yang memiliki salah satu cabang yang bersekutu dengan kelompok ISIS, ingin mendirikan negara Islam di Nigeria, raksasa minyak Afrika Barat berpenduduk 170 juta orang yang terbagi hampir sama antara wilayah selatan yang mayoritas penduduknya beragama Kristen dan wilayah utara yang mayoritas penduduknya beragama Islam.
Di masa lalu, Boko Haram telah menggunakan perempuan dan anak perempuan dalam aksi bom bunuh diri, sehingga memicu kecurigaan bahwa beberapa dari mereka mungkin berasal dari ribuan orang yang telah mereka culik selama bertahun-tahun. Meningkatnya aksi bom bunuh diri di negara bagian Borno menimbulkan kekhawatiran besar mengenai situasi keamanan di wilayah tersebut.
Saidu mengatakan luka-luka tersebut termasuk pecahnya perut, patah tulang tengkorak dan anggota badan.
“Saya sekarang sedang berkoordinasi untuk helikopter malam ini,” kata Saidu. Saya telah memobilisasi obat-obatan darurat untuk melengkapi kekurangan obat-obatan di Gwoza.”
Pihak berwenang memberlakukan jam malam di kota tersebut, dan masyarakat tetap waspada menyusul laporan adanya tersangka pelaku bom lainnya di Pulka, sebuah kota sekitar satu mil dari Gwoza.
Gwoza berjarak beberapa mil dari Chibok, tempat 276 siswi diculik pada tahun 2014. Hampir 100 siswi masih disandera.
Sejak itu, setidaknya 1.500 pelajar telah diculik di seluruh negeri karena kelompok bersenjata semakin menganggap praktik tersebut sebagai cara yang menguntungkan untuk mendanai kegiatan kriminal mereka dan menguasai desa-desa.
(latimes.com/ap)
Ikuti berita POS-KUPANG.COM di GOOGLE NEWS
Gedung Pusat Anti-Radikalisme Nasional Akan Didirikan di Jakarta |
![]() |
---|
Kelompok Radikal Masih Membayang, Densus 88 Tangkap 8 Anggota NII di Sumatera dan Jawa |
![]() |
---|
Satu Polisi Tewas Saat Teroris Serang Rombongan Diplomat Indonesia dan Negara Lain di Pakistan |
![]() |
---|
7 Orang Ditangkap Usai Sebar Teror Terkait Kunjungan Paus Fransiskus di Indonesia |
![]() |
---|
Densus 88 Tangkap Dua Tersangka Teroris di Jakarta Barat, Sudah Siapkan Bahan Peledak |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.