Kamis, 30 April 2026

Pilgub DKI Jakarta

Taufik Zoelkifli Bocorkan Langkah Taktis PKS: Minta Dua Wartawan Melobi Anies Baswedan

Sekretaris Majelis Pertimbangan Wilayah (MPW) PKS DKI Jakarta, Muhammad Taufik Zoelkifli (MTZ) membocorkan rahasia sebelum usung anies jadi bacagub.

Tayang:
Editor: Frans Krowin
ISTIMEWA/POS-KUPANG.COM
UTUS WARTAWAN - Sekretaris Majelis Pertimbangan Wilayah (MPW) PKS DKI Jakarta, Muhammad Taufik Zoelkifli (MTZ) menbocorkan rahasia, mengutus 2 wartawan melobi Anies Baswedan sebelum diusung jadi bacagub DKI Jakarta. 

POS-KUPANG.COM – Sekretaris Majelis Pertimbangan Wilayah (MPW) PKS DKI Jakarta, Muhammad Taufik Zoelkifli (MTZ) membocorkan rahasia hingga akhirnya memutuskan mengusung Anies Baswedan di Pilgub DKI Jakarta.

Bocoran itu terungkap ketika ditanya  tentang lobi-lobian yang dilakukan partai tersebut terkait  pencalonan Anies Baswedan sebagai bakal calon Gubernur DKI Jakarta pada November 2024 mendatang.

Bahwa Partai Keadilan Sejahtera mengutus dua tawaran ke Anies sebelum resmi diusung sebagai bakal calon gubernur DKI Jakarta.

Ada pun tawaran pertama kepada Anies Baswedan, adalah harus masuk PKS secara resmi dan menyatakan bergabung dengan PKS. Jika Anies berkenan bergabung maka sosok seutuhnya akan menjadi representasi dari PKS.

"Jadi dia bisa memilih Wakil Gubernur dari mana-mana, terserah. Itu pilihan pertama kalau pak Anies mau di usung PKS, pak Anies harus masuk PKS," ujar MTZ sebagaimana dilansir Pos-Kupang.Com, Kamis 27 Juni 2024.

MTZ melanjutkan, pilihan kedua adalah jika Anies tak mau jadi kader partai maka PKS akan mencarikan Cawagub dari kadernya sendiri.

Melihat situasi sekarang, Anies kemungkinan mengambil pilihan kedua yakni tidak menjadi kader sehingga sosok pendampingnya dipilih PKS.

"Boleh Pak Anies nggak usah masuk PKS tapi, Cawagub nya harus dari PKS gitu. Nah kayaknya ini Pak Anies memilih pilihan kedua, dan kemudian ya sudah, karena DPP sudah menawarkan itu kemudian pak Anies memilih yang kedua, maka diduetkan (dengan Sohibul), begitulah yang saya dengar," katanya.

Namun demikian, MTZ menyadari peta politik di Tanah Air memang cenderung dinamis. Artinya bisa berubah sewaktu-waktu tergantung negosiasi dan lobi politik yang terjadi antarapartai politik.

"Politik pasti bisa berubah, tapi kelihatannya kalau yang ini sih, sudah cukup bagus yah duet AMAN seperti ini yah, Anies Baswedan-Shoibul Iman, disingkat AMAN. Yah mudah-mudahan sih tidak mendahului takdir Allah tapi kami optimis bisa memenangkan Pilkada di Jakarta," jelasnya.

"Tinggal koalisi yang ini yah, koalisi dengan partai lain agar bisa berkoalisi. Karena nggak cukup yah kalau hanya mengandalkan kursi dari PKS sendiri," sambungnya.

Sekretaris Fraksi PKS DPRD DKI Jakarta ini berjanji, para pengurus dan kader partai akan mulai mensosialisasikan duet AMAN kepada masyarakat.

Selain itu, PKS Jakarta terus mematangkan komunikasi dan menawarkan duet ini kepada calon mitra koalisi di Pilkada Jakarta.

"DPW PKS intens komunikasi dengan DPW/DPD dari partai-partai lain, dan itu sudah dilakukan dari jauh-jauh hari," tuturnya.

Baca juga: Masih Pelajari Situasi Politik, PKB Belum Tentukan Figur Pendamping Anies Baswedan

Menurut dia, ada ragam cara yang dapat dilakukan PKS untuk memperkenalkan figur Sohibul Iman kepada masyarakat Jakarta.

Salah satunya konsolidasi struktur kader PKS dari atas sampai bawah terkait sosok Sohibul Iman.

"Prinsip sami'na wa atho'na (kami dengar dan patuh) masih tetap dipegang erat. Jadi instruksi dari atas insyaAllah akan sampai ke bawah dengan segera dan kemudian dilaksanakan," pungkasnya. (*/faf)

Ikuti Pos-Kupang.Com di GOOGLE NEWS

Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved