Renungan Harian Katolik
Renungan Harian Katolik Kamis 27 Juni 2024, "Sama dengan Orang Bijaksana"
Dan kebijaksanaan Allah itu tergambar pada sabda Allah sendiri. Untuk itu, belajar menjadi bijaksana selalu kembali pada firman Tuhan sendiri.
Renungan Harian Bruder Pio Hayon SVD
Hari Kamis Biasa Pekan XII
Kamis, 27 Juni 2024.
Bacaan I: 2Raj. 24: 8-17
Injil : Mat. 7: 21-29
Saudari/a yang terkasih dalam Kristus
Salam damai sejahtera untuk kita semua. Bijaksana secara gamblam dapat dikatakan sebagai satu tindakan tepat yang diambil oleh orang dalam menanggapi satu situasi yang sedang dialami. Setiap kebijaksanaan itu bersumber pada Tuhan sebagai kebijaksanaan itu sendiri penuh hikmat dan sumber kebenaran. Maka semua kita selalu berpegang pada kebijaksanaan Allah.
Dan kebijaksanaan Allah itu tergambar pada sabda Allah sendiri. Untuk itu, belajar menjadi bijaksana selalu kembali pada firman Tuhan sendiri.
Saudari/a yang terkasih dalam Kristus
Hari ini kita kembali lagi merenungkan tentang kebijaksanaan. Dalam kisah kitab kedua raja-raja, Allah menunjukkan
betapa orang yang tidak taat pada perintah dan ajaranNya akan tertimpa malapetaka.
Semua yang melawan atau menolak Allah dia pasti akan mendapat celaka karena tidak memegang perintah dan ajaranNya yang sudah disampaikan kepada mereka. Karena tidak setia itulah, murka Allah datang dan raja Yoyakim, raja Yehuda itu bersama seluruh keluarganya dan semua penduduknya ditawan oleh raja Babel, Nebukadnezar.
Raja Babel itu menyerang kota Yerusalem itu dan membawa semua tawanan di tempat pembuangan di Babel. Ketidak setiaan raja Yehuda itu maka Allah berbalik melawan mereka dan menyerahkan mereka kepada musuh. Ketidak setiaan itu juga adalah lambang ketidakbijasananya Raja Yoyakim dalam menjalankan ajaran dan perintah Tuhan.
Sebenarnya raja Yoyakim sudah bisa belajar dari mendiang ayahnya yang juga tidak setia kepada Allah akhirnya juga mendapat murka Allah. Namun ia berbuat seperti ayahnya maka pada masa kerajaannya, Tuhan sangat murka dan membawa mereka sebagai tawanan di tanah pembuangan Babel.
Maka kebijaksanana itu juga lahir juga dari satu proses disermen yang benar karena sumbernya adalah Firman
Tuhan sendiri.
Pengalaman yang sama juga yang mau disampaikan Yesus dalam pengajaranNya, kotbah di atas bukit bersama para muridNya. Dalam kotbah di bukit itu Yesus berkata: “Bukan setiap orang yang berseru-seru kepadaKu Tuhan, Tuhan, akan masuk ke dalam kerajaan surga melainkan dia yang melakukan kehendak BapaKu di surga.”
Tekanan dan penegasan Yesus sudah jelas dengan pendasaran yang pasti. Hanya orang yang melakukan kehendakKu
itulah yang masuk kerajaan surga. Yesus lalu mempertegas lagi melalui perumpamaan orang yang membangun rumah.
Ini sebenarnya ilustrasi untuk menjelaskan tentang kebijaksanaan itu. Bagi orang yang membangun rumah di atas wadas diumpamakan seperti orang bijaksana yang mendengar semua firman dan kehendak Tuhan dan dengan tekun
melaksanakannya. Karena ketika banjir datang dan melanda rumah itu, rumah itu tak akan roboh karena berdiri kokoh di atas batu wadas yang kuat. Tapi orang yang bodoh adalah yang mendengar firman Tuhan tapi tidak melaksanakan dalam hidup mereka.
Mereka membangun rumah mereka di atas pasir. Maka ketika banjir dan dan melanda rumah itu dan rumah itu menjadi roboh karena dasarnya tidak kuat. Jika kita melihat contoh pada raja Yoyakim maka terlihat jelas bahwa menjadi bijak atau bodoh juga tergantung dengan disermen kita terhadap setiap situasi yang kita hadapi.
Karena di dalam disermen itu kita akan melibatkan Tuhan secara aktif sehingga dengan demikian kita keputusan untuk menjadi bijaksana itu akan menjadi kelihatan secara nyata. Maka marilah kita belajar untuk semakin setia pada Tuhan dan perintahNya dan setia untuk melaksanakannya.
Baca juga: Renungan Harian Katolik Kamis 27 Juni 2024, "Iman Tanpa Perbuatan adalah Mati"
| Renungan Harian Katolik Rabu 8 April 2026, "Mengenal Yesus yang Hidup di Tengah Kekecewaan" |
|
|---|
| Renungan Harian Katolik Rabu 8 April 2026, "Yesus Selalu Hadir Dalam Pergumulan Hidup Ini" |
|
|---|
| Renungan Harian Katolik Rabu 8 April 2026, "Jalan ke Emaus" |
|
|---|
| Renungan Harian Katolik Selasa 7 April 2026, "Dari Air Mata Menjadi Sukacita" |
|
|---|
| Renungan Harian Katolik Selasa 7 April 2026, "Aku Melihat Tuhan" |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/Pio-Hayon_0104.jpg)