Selasa, 5 Mei 2026

Renungan Harian Kristen

Renungan Harian Kristen Kamis 20 Juni 2024, Estafet Kepemimpinan

Dalam bacaan tadi disampaikan kepada kita bahwa Tuhan tidak ijinkan Musa memimpin umat Israel sampai ketanah Kanaan.

Tayang:
Editor: Oby Lewanmeru
POS-KUPANG.COM/HO
Pendeta Elyanor Manu Nalle 

Tuhan berkata kepada Musa: Ambil tongkatmu dan engkau bersama Harun di depan umat Israel, pukullah bukit batu, air akan keluar dan berilah mereka minum.

Musa lakukan perintah Tuhan dan benar air pun mengalir daribukit batu. Akan tetapi yang menjadi persoalan adalah perkataan yang diucapkan oleh Musa kepada orang Israel, perhatikan ayat 10,  Ketika Musa dan Harun telah mengumpulkan jemaah itu di depan bukit batu itu, berkatalah Musa kepada mereka : “ Dengarkanlah kepadaku , hai orang orang DURHAKA, ( soalnya karena perkataan ini ) Hai orang orang durhaka apakah kami harus mengeluarkan air bagimu dari bukit batu ini ?  Alkitab mencata tini dosa Musa dan Harun.

Pertama mereka kataka numat Israel, umat Tuhan sebagai orang orang durhaka. Mungkin kita katakan, ya, wajar, sebagai pemimpin Musa juga manusia, yang sudah capek,lelah pimpin ini bangsa yang tegar tengkuk, bangsa yang terlalu banyak menuntut, yang tidak mauhidup susah.

Wajar kalau Musa marah. Akan tetapi, bagi Tuhan, Israel,  apapun keberadaan mereka, mereka adalah umat Tuhan. Tuhan mengasihi mereka karena itu Tuhan berkenan membawa mereka keluar dari Mesir.

Nach kalau mereka adalah orang orang durhaka,bagaimana dengan Tuhan yang telah berkenan membawa mereka keluar dari Mesir, sapaan apa yang pantas untuk Tuhan, Allah Israel ?apakah Allah mereka juga adalah Allah yang durhaka ? kan tidak.

Allah yang membawa Israel keluar dari Mesir adalah Allah yang kudus.Dengan kekudusan-Nya, Israel keluar dari mesir.

Di sinilah soal Musa dan Harun, yang tidak menjaga kekudusan Allah. Ke dua :perkataan Musa, apakah kami harus mengeluarkan air bagimu dari bukit batu ?  Kalau air keluar dari bukit batu, itu karena Tuhan yang punya kuasa, bukan karena Musa dan Harun.

Air keluar dari bukit batu bukan karena perbuatan mereka,tapi karena perbuatan Alah yang kudus, karena perbuatan Allah yang besar.

Perkataan Musa,seolah- olahmau menunjukkan kepada umat Israel bahwa karena merekalah air keluardari bukit batu ?  oh tidak !  Musa dan Harun, sekali lagi didapati tidak menjaga kekudusan Allah.

Inilah pemberontakan Musa dan Harun di depan umat Israel. Ya, walaupunlelah, walaupun jengkel sebagai pemimpinumat haruslah menjaga kekudusan Tuhan melalui perkataan yang diucapkan.  Ya, yang nama pemimpin bisa juga salah. Tidak ada pemimpin yang tidak bersalah. Ada banyak pemimpin yang didapati tidak menjaga kekudusan Tuhan karena perkataannya. 

Kita bisa bayangkan kalau ada pemimpin yang katakan kita :durhaka,  Monyet, Bodoh, binatang dan lain lain sebagainya.  Ucapan itu keluar, mungkin karena jengkel, marah.

Tapi Tuhan tidak berkenan atas ucapan-ucapan seperti itu, sebab Dia adalah Tuhan yang kudus. Dan juga seorang pemimpin tidak boleh mencuri kemuliaan Tuhan.

Kalau dia bisa mengadakan mujizat itu semata-mata karena Tuhan dan bukan karena dirinya sendiri.Inilah alasan, mengapa Tuhan tidak mengijinkan Musa memimpin Israel sampaike Kanaan.

Tapi Musa pun tidak membantah atau tidak menolak apa yang telah Tuhan firmankan kepadanya. Musa tidak tidak menjadi kecil hati atau tawar hati, karena yang Musa pikirkan bukan dirinya sendiri, melainkan yang dia pikirkan adalah kepentingan Umat Israel.

 Karena itu Musa katakan kepada Tuhan Kalau Tuhan tidak mengijinkan dia masukke Kanaan, itu artinya harus ada pengganti dirinya, yang akan melanjutkan tugas memimpin bangsa Israel sampaike Kanaan. Karena itu di ayat 16 & 17 Musa katakan kepada Tuhan.

Sumber: Pos Kupang
Halaman 2/4
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved