Berita Ende
Kematian Bayi di Kabupaten Ende NTT Mencapai 12 Kasus, Kematian Ibu Nol Kasus
Untuk Puskesmas Rukun Lima, lanjut dia, pada tahun 2024 menerima satu paket pengadaan alat air bersih dan satu paket alat cold storage
Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Albert Aquinaldo
POS-KUPANG.COM, ENDE - Kasus kematian bayi di Kabupaten Ende, Pulau Flores, Provinsi NTT pada tahun 2024 mencapai 12 kasus sedangkan kasus kematian ibu nol kasus.
Diantara 12 kasus kematian bayi tersebut, Kecamatan Ende Selatan menyumbang 2 kasus kematian bayi.
Hal itu disampaikan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Ende, dr. Aries Dwi Lestari SP,PD,Finasim saat kegiatan Kick Off Intervensi Serentak Pencegahan Stunting di Posyandu, Gerakan Aktifkan Posyandu dan Launching Kekuatan Si Tiga Batu Tungku Untuk Percepatan Penurunan Kematian Ibu dan Bayi Tahun 2024 di Kelurahan Rukun Lima, Kecamatan Ende Selatan, Kabupaten Ende, Kamis, 20 Juni 2024.
Dijelaskan Ende, dr Aries Dwi Lestari, transformasi layanan primer melalui kegiatan posyandu siklus hidup mulai dari ibu hamil, bersalin dan nifas, bayi balita, usia pra sekolah, remaja, usia produktif dan lanjut usia.
"Kami sampaikan pula pada tahun 2023 melalui dana DAK fisik dan DAU GS telah memenuhi sarana prasarana penunjang ILP, berupa USG untuk 26 puskesmas, Antropometri Kit untuk 670 posyandu, posbindu Kit untuk 25 puskesmas, infant warmer untuk 17 puskesmas, Alkes untuk 15 pustu serta rehab 14 pustu," ungkap dr Aries Dwi Lestari.
Untuk Puskesmas Rukun Lima, lanjut dia, pada tahun 2024 menerima satu paket pengadaan alat air bersih dan satu paket alat cold storage.
"Untuk itu kami sangat mengharapkan kerja sama lintas sektor untuk bersama-sama mengawal integrasi layanan primer ini sebagai upaya preventif dan promotif, sehingga tidak lagi ada ibu hamil bayi balita, remaja, usia produktif dan lansia yang tidak terpantau oleh tenaga kesehatan," ujar dr Aries Dwi Lestari.
Sementara itu, Pj Bupati Ende, Agustinus G Ngasu berharap posyandu sebagai Lembaga Kemasyarakatan Desa menjadi pusat layanan dasar terutama dalam pemantauan tumbuh kembang bayi, balita dan pemeriksaan ibu hamil mempunyai posisi sangat penting dan strategis terutama di pedesaan yang dapat difasilitasi oleh desa melalui SDM Desa maupun anggaran desa.
“Aktifkan posyandu, mengingat posyandu merupakan tempat bertemunya petugas kesehatan dan masyarakat, dimana pelayanan di posyandu tidak hanya sebatas memeriksakan kesehatan saja tetapi juga dilaksanakan berbagai pelayanan konseling untuk masyarakat. Pastikan setiap ibu hamil terdata dengan baik dan dikawal sejak dari awal kehamilan hingga melahirkan di fasilitas kesehatan. Kita pastikan ibu selamat, bayi selamat dan tidak stunting," tegas Agustinus G Ngasu.(*)
Ikuti Berita POS-KUPANG.COM lainnya di GOOGLE NEWS
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.