Berita Flores Timur
Angka Kematian Ibu di Flotim Meningkat, Kematian Bayi Menurun
Angka kematian ibu ditahun 2021 capaian sebanyak 6 kasus, sementara kematian bayi mengalami penurunan dari data tahun 2021 tercatat sebanyak 48 kasus
Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Amar Ola Keda
POS-KUPANG.COM,LARANTUKA- Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB) di Kabupaten Flores Timur, hingga bulan Agustus 2022, sebanyak 7 kasus kematian ibu dan 39 kasus kematian bayi.
Angka kematian ibu ini menunjukan peningkatan dibandingkan dengan tahun sebelumnya.
Angka kematian ibu ditahun 2021 capaian sebanyak 6 kasus, sementara kematian bayi mengalami penurunan dari data tahun 2021 tercatat sebanyak 48 kasus.
"Ini menjadi tugas berat kita untuk berusaha sehingga pada waktunya semua ibu harus lahir dengan selamat dan semua bayi juga lahir dengan selamat," ujar Sekda Flotim Paulus Igo Geroda saat membuka rapat evaluasi Stunting tingkat Kabupaten Flores Timur beberapa hari lalu.
Baca juga: Mahasiswa KKN Unwira Kupang Gelar Sosialisasi Pencegahan dan Pemberantasan Stunting di Flotim
Ia mengatakan saat ini pemerintah provinsi dan pemerintah kabupaten berkomitmen untuk melakukan percepatan penurunan prevelensi stunting, karena isu stunting sangat erat kaitannya dengan investasi sumber daya manusia.
Demikian pula angka kematian ibu dan angka kematian bayi yang perlu disikapi dengan serius.
"Kita dituntut untuk bekerja lebih keras dalam irama konvergensi agar niat baik kita dalam penurunan stunting dan angka kematian ibu dan kematian bayi dapat terwujut," katanya.
Ia mengingatkan tim percepatan penurunan stunting agar bekerja sungguh-sungguh, meskipun prevelensi stunting di Flotim berada di bawah prevelensi provinsi.
Baca juga: Pemikiran Out Of The Box dan Kerja Kolaboratif Percepat Penurunan Stunting di NTT,
"Pekerjaan berat yang harus dilakukan adalah meningkatkan upaya percepatan penurunan hingga 10 persen pada tahun 2023 sebagaimana komitemen gubernur NTT bersama para Bupati/Wali Kota pada rapat koordinasi bulan Oktober 2021 lalu. Untuk mencapai itu memerlukan kerja keras dan gerakan bersama semua pihak secara masif," katanya.
"Dari waktu ke waktu kita memperoleh hasil yang baik, dari data prevalensi stunting tahun 2018, tercatat 32,23 % atau sebanyak 5553 balita stunting dan pada Agustus 2021, prevelensi stunting 20,93 atau sebanyak 3.696 balita stunting dan pada Feberuari 2022 prevelensi stunting menjadi 20,4 % atau sebanyak 3.636 balita stunting," tutupnya. (*)
Ikuti Berita POS-KUPANG.COM di GOOGLE NEWS