Berita NTT

Kepala Dinas Pendidikan NTT Tanggapi Kuota PPDB yang Sudah Penuh 

Siswa yang tidak bisa mendaftar dikesempatan kali ini, ia menyarankan agar mendaftar ke PPDB di level SMK atau sekolah swasta yang ada di zona itu

|
Penulis: Irfan Hoi | Editor: Oby Lewanmeru
POS-KUPANG.COM/HO
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan NTT Ambrosius Kodo. 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Irfan Hoi 

POS-KUPANG.COM, KUPANG - Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan NTT, Ambrosius Kodo merespons persoalan kuota Penerimaan Peserta Didik Baru ( PPDB ) tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA) yang penuh.

Mantan Kepala BPBD NTT ini mengatakan, proses sosialisasi sudah dilaksanakan sekolah-sekolah sebelum pembukaan berlangsung. Sistem akan tutup secara otomatis ketika kuota sudah penuh. 

"Jadi memang sistem online, kita sudah sosialisasi begitu, kalau dibuka semua orang berhak boleh mendaftar. Kalau kuota tercapai dia akan terkunci otomatis. Itu kita sudah sosialisasikan itu," kata dia, Rabu 19 Juni 2024.

Ambrosius Kodo menekankan tidak bisa calon peserta didik baru tidak bisa keluar dari zona yang ada. Ihwal banyak siswa yang belum terdaftar pada sekolah di zona yang bersangkutan, sekolah tidak bisa memaksakan itu. 

Rombongan belajar (rombel) maupun kuota yang disiapkan merujuk ke kapasitas sekolah agar mencapai kualitas belajar dari anak. Akan menjadi masalah baru jika dipaksakan. Sebab, tidak sesuai dengan jumlah guru maupun ruang kelas. Imbasnya ke kualitas pendidikan yang diperoleh peserta didik. 

Pelaksanaan PPDB, kata dia, memberi ruang dan kesempatan yang sama ke semua calon peserta didik baru. Kalaupun sistem terkunci, hal itu karena memang kuota yang sudah mencukupi alokasi kuota yang disiapkan. 

"Kita memberi ruang untuk semua, terbuka, transparan. Kalau itu sudah terkunci, memang itu batas kapasitas sekolah itu. Kalau kita paksakan nanti yang rugi anak-anak," kata Ambrosius Kodo

Siswa yang tidak bisa mendaftar dikesempatan kali ini, ia menyarankan agar mendaftar ke PPDB di level SMK atau sekolah swasta yang ada di zona itu.

Penambahan kuota di SMA, ujar dia, akan memberi konsekuensi buruk di aspek pendidikan kemudian hari. 

"Memilih SMK sesuai minat, untuk supaya sekolah tiga tahun anak-anak punya kompetisi dan bisa bekerja. Toh, tamat SMK juga bisa lanjut kuliah. Masa depan tidak terkunci pada SMA," katanya. 

Ambrosius Kodo meminta pengertian dari orang tua. Dinas menetapkan kuota itu sesuai dengan kapasitas sekolah. Ia tidak mau kualitas pendidikan terganggu akibat jumlah siswa yang melebihi batasan.

Baca juga: Baru Dibuka 5 Menit, Kuota PPDB di SMAN 5 Kupang Langsung Terisi Penuh

"Kita mohon pengertian baik dari orang tua dan calon siswa. Kita menetapkan ini sesuai dengan kapasitas sekolah. Kalau sudah penuh ya itulah kapasitas sekolah. Jangan melampaui untuk kapasitas sekolah, toh yang rugi juga siswa. Bisa juga nanti masuk ke SMK," ujarnya.

Kepala Bidang Pendidikan Menengah Dinas Pendidikan dan Kebudayaan NTT, Ayub Sanam menerangkan, pembukaan PPDB tingkat SMA dari tanggal 19-21 Juni 2024. Sementara SMK dibuka mulai tanggal 26-28 Juni 2024.

Berdasarkan Permendikbud 1 tahun 2021, pelaksanaan PPDB terbagi dalam jalur zonasi, afirmasi, pemindahan orang tua dan prestasi. Pada PPDB kali ini, semua jalur dibuka dalam tenggat waktu pendaftaran yang disiapkan. 

Halaman
12
Sumber: Pos Kupang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved