Belu Terkini
BPBD Belu Ingatkan Warga Tingkatkan Kewaspadaan Terhadap Bencana Hidrometeorologi
BPBD Belu mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi Bencana Hidrometeorologi
Penulis: Agustinus Tanggur | Editor: Edi Hayong
Ringkasan Berita:
- BPBD Belu ingatkan warga untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi Bencana Hidrometeorologi
- Peringatan terhadap Bencana Hidrometeorologi yakni bencana alam yang dipicu oleh fenomena cuaca, iklim, dan air
- Kabupaten Belu juga terdampak oleh jenis bencana tersebut karena sudah ada rumah yang rusak
Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Agustinus Tanggur
POS-KUPANG.COM, ATAMBUA- Kepala Pelaksana (Kalak) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Belu, dr. Ansila Eka Mutty, mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi Bencana Hidrometeorologi yang saat ini tengah melanda sejumlah wilayah, termasuk Kabupaten Belu.
Menurut Ansila, peringatan dini yang selama ini disampaikan oleh Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika ( BMKG ) merupakan peringatan terhadap bencana hidrometeorologi, yakni bencana alam yang dipicu oleh fenomena cuaca, iklim, dan air.
“Bencana hidrometeorologi meliputi curah hujan ekstrem, angin kencang, kekeringan, banjir, tanah longsor, puting beliung, gelombang tinggi, hingga badai. Dampaknya bisa sangat luas, mulai dari hilangnya nyawa, kerusakan properti, gangguan ekonomi, sampai kerusakan lingkungan,” jelas Ansila pada Jumat (23/1/2026).
Ia menegaskan bahwa Kabupaten Belu juga terdampak oleh jenis bencana tersebut. Sebagai organisasi perangkat daerah (OPD) yang memiliki tugas langsung dalam penanggulangan bencana, BPBD Kabupaten Belu selalu berada dalam kondisi siaga, baik pada tahap mitigasi, penanganan saat bencana, maupun pemulihan pascabencana.
Ansila menjelaskan, terdapat tiga aspek penting yang menjadi fokus kesiapsiagaan BPBD Belu, yakni ketersediaan gudang logistik peralatan dan bantuan, Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops), serta Tim Reaksi Cepat (TRC).
“BPBD Belu melalui posko yang selalu siaga berupaya bertindak cepat apabila terjadi bencana. Beberapa kejadian yang paling sering terjadi belakangan ini adalah pohon patah dan tumbang, dan sampai saat ini kami terus berupaya menanganinya,” ujarnya.
Baca juga: Angin Puting Beliung Landa Golo Loni Manggarai Timur, Pohon Tumbang Lumpuhkan Jalan
Berdasarkan data sementara, sekitar tujuh hingga delapan rumah warga dilaporkan terdampak akibat pohon tumbang, dengan kejadian terbanyak terjadi di Kecamatan Kakuluk Mesak.
Dalam pelaksanaan tugasnya, BPBD Belu juga menjalin koordinasi dan kerja sama dengan berbagai pihak, mulai dari aparat desa, kecamatan, hingga unsur keamanan TNI dan Polri.
“Apabila terjadi bencana, kami selalu berkoordinasi dan bekerja sama dengan semua pihak terkait agar penanganan dapat dilakukan secara cepat dan tepat,” kata Ansila.
Kepada masyarakat, BPBD Belu menyampaikan sejumlah imbauan penting, antara lain agar selalu waspada terhadap peringatan dini bencana hidrometeorologi dari BMKG, tetap tenang, menghindari bepergian saat terjadi bencana, serta segera mengungsi ke tempat yang lebih aman apabila bencana mengancam keselamatan jiwa.
Selain itu, masyarakat juga diminta menjaga kebersihan lingkungan dan saluran air, memangkas pohon yang rawan tumbang, serta meningkatkan kesiapsiagaan dengan terus memantau informasi cuaca dari BMKG guna mengurangi risiko banjir, tanah longsor, dan pohon tumbang.
“Apabila terjadi bencana, masyarakat dapat segera menghubungi BPBD Kabupaten Belu melalui call center di nomor +62 822-6610-6808,” pungkasnya. (gus)
Ikuti Berita POS-KUPANG.COM lainnya di GOOGLE NEWS
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/satu-unit-rumah-di-Kecamatan-Kakuluk-Mesak-rusak.jpg)