Ibadah Haji 2024

Jemaah Haji Wukuf di Arafah, Idul Adha di Arab Saudi Lebih Dulu dari Indonesia

Jemaah haji dari seluruh dunia hari ini menjalani rangkaian puncak ibadah haji, yakni wukuf di Padang Arafah.

Editor: Alfons Nedabang
tarbiyah
Ibadah wukuf di arafah 

POS-KUPANG.COM, MAKKAH - Jemaah haji dari seluruh dunia hari ini menjalani rangkaian puncak ibadah haji, yakni wukuf di Padang Arafah. Termasuk jemaah haji asal Indonesia.

Sejak Jumat (14/6) kemarin waktu Arab Saudi, jutaan jemaah haji dari berbagai negara mulai diberangkatkan menuju Padang Arafah, tempat wukuf digelar.

Wukuf di Arafah dilaksanakan pada 9 Zulhijjah 1445 Hijriah atau bertepatan dengan hari Sabtu (15/6). Dengan demikian, Iduladha di Arab Saudi akan dirayakan pada Minggu (16/6), atau sehari lebih cepat dari perayaan Iduladha di Indonesia.

Dari Indonesia sendiri kemarin ada 213.275 jemaah haji yang diberangkatkan menuju Padang Arafah. Jemaah haji asal Indonesia ini akan menempati 1.169 tenda selama wukuf di Arafah. Pantauan Tribunnews.com di sejumlah hotel, jemaah sudah bersiap sejak subuh untuk pemberangkatan ke Arafah.

Salah satu jemaah asal Indonesia yang kemarin ikut berangkat ke Padang Arafah adalah Elya Kasmita. Jemaah haji asal Jambi itu terlihat tak kuasa menahan haru ketika menanti bus yang akan membawanya menuju Arafah. Bersama 400 jemaah asal Jambi yang tergabung dalam kloter BTH 22, Elya akan berkumpul bersama jutaan umat muslim di dunia menuju Arafah untuk melakukan serangkaian puncak ibadah haji.

Ada rasa tak sabar, gembira, juga haru melintas campur aduk di pikiran Elya. Penantiannya selama 12 tahun ke Tanah Suci hingga akhirnya bisa wukuf di Arafah yang sebentar lagi akan dijalaninya membuatnya terus bersyukur.

"Ya bersyukur, jadi ada rasa senang, sedih juga, karena kita semakin dekat dengan waktu wukuf di Arafah, berkumpul lebih dekat kepada Allah," katanya lirih saat berbincang dengan Tribunnews.com.

Baca juga: Layanan Katering dan Bus Disetop Jelang Puncak Ibadah Haji

Jemaah haji asal Jambi itu mengaku sudah menyiapkan lantunan doa yang akan dipanjatkannya saat wukuf nanti. "Ya kami minta kebaikan dunia akhirat, selalu ingat pada Allah ditingkatkan keimanan, kesabaran," kata Elya.

Para jemaah yang kemarin berangkat ke Arafah tampak tak membawa banyak barang bawaan. Dari pantauan Tribunnews.com, para jemaah terlihat hanya membawa perlengkapan pribadi secukupnya, seperti perlengkapan mandi, alat ibadah, sajadah juga makanan ringan.

"Kami tak bawa makanan banyak, cuma bawa alat mandi, sajadah, makanan kering saja kaya roti, biskuit. Tak perlu bawa beras. Kan dapat makan di Arafah, alhamdulillah," kata Sauni jemaah lainnya. "Sudah sarapan enak sarapannya juga," katanya.

Diketahui, konsumsi menjadi fasilitas yang diberikan kepada jemaah haji Indonesia sejak 8 Dzulhijjah 1445 H/14 Juni 2024. Total mereka akan mendapat 15 kali makan.

"Selama di Arafah, Muzdalifah, dan Mina, seluruh jemaah haji Indonesia mendapat paket 15 kali makan dan satu kali snack berat. Snack berat itu akan dibagikan di Arafah untuk dikonsumsi di Muzdalifah," kata Direktur Layanan Haji Luar Negeri Subhan Cholid di Makkah, Jumat (14/6).

Jemaah haji akan mendapatkan makan siang dan malam di Arafah pada 8 Dzulhijjah. Kemudian pada malam harinya jemaah haji akan mendapatkan snack berat di Arafah untuk bergeser ke Muzdalifah. Bersamaan dengan itu, lalu petugas haji juga akan membagikan kerikil untuk melempar jumrah.

Selanjutnya pada 10-12 Dzulhijjah 1445 H atau 16-18 Juni 2024, jamaah akan mendapatkan konsumsi penuh pada pagi, siang, dan malam. Sementara pada 13 Dzulhijjah 1445 H atau 19 Juni 2024, pihak Masyariq hanya akan menyediakan makan pagi.

Sedangkan siang harinya akan mendapatkan makanan siap saji dari penyedia katering di hotel. Pada malam harinya pada pukul 19.00-19.00 WAS, penyedia katering akan kembali mendapatkan makanan biasa.

Halaman
12
Sumber: Tribunnews
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved