Wawancara Eksklusif
Wawancara Eksklusif - Jane Natalia Suryanto: Orang Baik Harus Masuk Politik
Disitu lah kita berpikir kita harus melakukan perubahan bergabung dalam perubahan atau kita cepat stroke nih ngomel-ngomel terus.
Penulis: Michaella Uzurasi | Editor: Oby Lewanmeru
Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Michaella Uzurasi
POS-KUPANG.COM, KUPANG - Politisi Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Jane Natalia Suryanto mengatakan, hal yang mendorong dia untuk terjun ke dunia politik adalah untuk membantu lebih banyak orang.
Menurut dia, orang-orang baik harus mengambil bagian dalam perubahan dengan terjun ke dunia politik.
Apa saja yang sudah dilakukan Jane bagi masyarakat NTT jauh sebelum masuk ke dunia politik, berikut cuplikan wawancara eksklusif bersama host Manager Online Pos Kupang, Alfons Nedabang dalam Podcast Pos Kupang, Senin, 10/06/2024.
Sempat kerja di luar negeri, kenapa balik ke Indonesia?
Sebenarnya kita, para diaspora, para perantau yang tinggal di luar negeri itu selalu merindukan pulang. Pada saat itu sudah sekian tahun di luar negeri akhirnya memutuskan kayaknya sudah saatnya untuk pulang.
Pada waktu itu tidak mudah untuk menerima kenyataan di Indonesia. Jadi kita melihat hidup kita yang dulu seperti ini, yang sekarang di Indonesia seperti ini, ada banyak sistem yang kayaknya kurang bekerja, tidak nyaman dan akhirnya disitu ada satu pergolakan jiwa.
Pergolakan jiwa itu besar. Ada satu kemarahan, ada satu kekesalan, karena kita melihat ada sesuatu yang kita anggap ideal, kehidupan yang menurut kita nyaman dan ideal.
Ketika kita pulang ini nggak nyaman lagi. Jadi antara yang kita pikir ideal dengan kenyataan realita yang ada itu saya sebut problem.
Ini saya sebut masalah. Kita banyak struggle, banyak kekesalan dan akhirnya bertemu teman-teman diaspora dan kita memutuskan begini, kita ini mau cepat mati stroke karena kekesalan atau kita mau melakukan sesuatu untuk ini negara. Dari situ saya putuskan tahun 2012 ketika pulang dan kerja di Indonesia saya putuskan jangan ngomel-ngomel terus. Mari kita lakukan sesuatu.
Kondisi seperti apa yang membuat diaspora di luar negeri pada saat itu kurang sreg dan memang harus kembali dan ikut membenahi kondisi itu?
Baca juga: Pilgub NTT, Jane Natalia Suryanto: NTT Cinta Pertamaku
Pada dasarnya saya rasa banyak diaspora yang mau pulang untuk mengabdi. Idealismenya masih tinggi tapi idealisme kan juga terbentur dengan realita sehingga kok kita yang baik mau mengabdi itu sulit.
Padahal niat kita baik tapi kan jalan tidak semudah itu. Kemudian banyak hal yang mungkin kalau di luar negeri itu mudah, pulang ke rumah itu jadi susah.
Disitu lah kita berpikir kita harus melakukan perubahan bergabung dalam perubahan atau kita cepat stroke nih ngomel-ngomel terus.
Makanya saya ingat waktu pak Ahok maju itu banyak sekali anak diaspora yang dukung termasuk saya untuk ikut bergabung dalam gerakan perubahan itu.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/Jane-Suryanto-cawagub-NTT.jpg)