Jumat, 10 April 2026

Pilgub NTT

Pilgub NTT, Jane Natalia Suryanto: NTT Cinta Pertamaku

Seminggu kemarin, Jane berbagi dengan sesama saudara di Pulau Flores, secara khusus di Kabupaten Sikka dan Ende.

Penulis: Gerardus Manyela | Editor: Rosalina Woso
POS-KUPANG.COM/HO-DOK
Jane Natalia Suryanto saat berbagi 

POS-KUPANG.COM, KUPANG - Dari seberang benua (Amerika) yang dibatasi lautan, dia mengalirkan cinta yang tak bertepi dari samudra yang tak terbatas .Wilayah selatan NKRI ini, mendapat sentuhan hatinya, "vini, vidi, vici" (aku datang, aku lihat, aku jatuh cinta).

Awal tahun 2015, Jane Natalia Suryanto merealisasi perbuatan baik lewat pelayanan sosialnya. Pulau kuda sandelwood (Pulau Sumba) menjadi daerah terdepan di Provinsi NTT yang mendapat sentuhan kasihnya.

Ia memberi dari kantung pribadinya  untuk membantu sesama saudara di bidang pendidikan, seperti infrastruktur pendidikan, pelatihan dan dana beasiswa. Kehadiran tamu tak diundang, badai seroja dan covid 19 tidak membuat dirinya lipat tangan.

Jane membantu 7.000 dosis vaksin untuk dibagikan ke masyarakat NTT dan bantuan langsung ke mereka yang terdampak badai seroja.

Baca juga: Tokoh Batak NTT Dukung Andre Garu Dampingi Simon Petrus Kamlasi di Pilgub NTT

Kendati belum lolos menjadi anggota DPR RI pada pemilu kemarin, Jane tidak mengakhiri perbuatan baik membantu sesama yang membutuhkan.

Politisi Partai Solidaritas Indonesia (PSI) ini,  tidak patah arang mengalirkan sentuhan kasih, lewat bantuan sosialnya. Seminggu kemarin, Jane berbagi dengan sesama saudara di Pulau Flores, secara khusus di Kabupaten Sikka dan Ende.

Bantuan lain adalah penyediaan air bersih dengan membangun sumur bor. Bagi Sis Jane,  tanpa air pertanian produksi pangan hanya ilusi semata. Setelah bangun sumur bor, ia memberi pupuk, benih, dan sarana pertanian. Perbuatan baik ini, mengalir juga ke Pulau Timor, Pulau Flores dan beberapa pulau kecil lainnya.

Banyak orang bertanya ada apa dibalik ini?  Perbuatan baik harus mengalir dari hati, kata Jane. Apresiasi dan kritik, saat kita berbuat baik, kadang datang tidak seimbang. Hanya satu cara menghindari kritik, tidak berkata apa-apa, tidak menjadi apa-apa dan tidak melakukan apa-apa. Susah mencari manusia yang khawatir bicara melukai hati orang lain.

Pada Pemilu kemarin, Jane Natalia Suryanto memperoleh 46 ribu suara, harusnya lolos ke Senayan tapi terhadang partainya PSI tidak mencapai ambang batas 4 persen parliamentary threshold. Pemilu 2024 bukan garis batas untuk berbuat baik.

"Saya bahagia dari apa yang saya beri dan saya makan dari apa yang saya dapat," katanya.

Karena perbuatan baik ini terus mengalir, banyak sahabatnya mengajak dirinya untuk mencalonkan diri sebagai Calon Wakil Gubernur NTT.

Gagal menghuni Senayan bukan mengakhiri pertandingan politiknya, tapi dijadikan bahan evaluasi dirinya bersama PSI. Sebab dalam politik , berkali-kali tertembak tidak akan mati. Tapi dalam perang sekali tertembak langsung mati. Ini medan politik bung, bukan medan perang.

Jane tidak marah pada orang yang pernah dibantunya tapi tidak memilihnya. Baginya, semua yang dimulai dengan rasa marah, akan berakhir dengan rasa malu.

Saat ini perempuan NTT tidak lagi terkurung dalam kegelapan struktur sosial masyarakat. Tugas perempuan bukan sekedar pelengkap isi rumah tangga, namun harus bisa membicarakan arah kemajuan Provinsi NTT.  Stigma perempuan makluk kedua yang harus dilindungi sudah bergeser menjadi hukum alam yang  bisa diubah.

Dulu representasi perempuan dalam bidang politik masih jauh dari harapan. Sebab perempuan NTT yang terjun dalam dunia politik masih terbelenggu dengan latar belakang, budaya patriarki dan perbedaan gender.

Sumber: Pos Belitung
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved