Selasa, 14 April 2026

Berita NTT

Pengamat Ricky Ekaputra Foeh Sebut Punya Nilai Ekonomi

Sepeda bambu ini sangat unik dan memiliki kekhasan tersendiri karena produk sepeda yang berbahan baku bambu sangat banyak. 

Penulis: Irfan Hoi | Editor: Rosalina Woso
POS-KUPANG.COM/HO
Pengamat Ekonomi Ricky Ekaputra Foeh,MM 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Irfan Hoi 

POS-KUPANG.COM, KUPANG - Kita lihat peluang bisnis bambu ini cukup bagus. Banyak daerah di NTT, terutama wilayah pulau Flores menjadi daerah dengan penghasil bambu cukup banyak. 

Negara kita Indonesia merupakan negara tropis yang iklimnya cocok untuk pertumbuhan tanaman bambu. Tentu itu menjadi peluang dan nilai lebih bagi kita.

Memang pengolahan tanaman bambu ini belum seperti skala industri. Sifatnya masih rumah tangga. Padahal kalau dikelola dengan baik punya nilai jual yang lebih tinggi. 

Agar berbagai produk olahan bambu kita ini bisa masuk ke pasaran lebih luas, maka produk yang dibuat atau diciptakan harus berkualitas. Bisa saja, kualitas produk kita belum memenuhi standar yang ditetapkan tiap daerah bahkan negara. 

Baca juga: Jonas Salean Usai Diperiksa 9 Jam di Kejati NTT: Saya Disuruh Pulang, Mau Ditahan Apalagi!

Selain itu, promosi yang masif juga perlu dilakukan. Begitu juga pemerintah, harus hadir untuk membantu pemasaran. Misalnya saja pada acara kenegaraan atau pemerintahan, produk itu menjadi buah tangan wajib. 

Agar produk kita ini bisa menembus sampai ke pasar-pasar luar, perlu kerja sama dari kita semua. Pemerintah, masyarakat dan pengrajin. Mesti ada komitmen bersama bahwa produk itu ciri dan dibranding secara berkala. 

Saya lihat produk dari bambu ini pernah populer saat KTT ASEAN di Labuan Bajo, Manggarai Barat tahun lalu. Waktu itu ada sepeda bambu yang diberikan ke para utusan negara-negara yang hadir. 

Pada KTT ASEAN 2023 itu untuk Cinderamata bagi seluruh delegasi KTT ASEAN 2023, dalam pembuatannya bahan baku bambunya berasal dari Tujuh kabupaten di NTT yakni Manggarai, Nagekeo, Manggarai Barat, Ngada, Ende, Sikka dan Manggarai timur.

Sepeda bambu ini sangat unik dan memiliki kekhasan tersendiri karena produk sepeda yang berbahan baku bambu sangat banyak. 

Secara perekonomian juga dengan diproduksinya sepeda bambu akan menambah nilai ekonomi bagi petani bambu dan khususnya produsen sepeda bambu mengingat satu frame yang hanya terdiri dari beberapa bilah bambu saja dapat dijual jutaan rupiah.

Saat ini sudah banyak produsen sepeda bambu yang ada di Indonesia, beberapa diantaranya yang sudah banyak dikenal bahkan sudah merambah penjualannya ke luar negeri diantaranya Sepeda Bambu Jatnika, Sepeda Bambu Spedagi, Sepeda Bambu Haur Bike Neglasari dan Sepeda Bambu Chamim Marka.

Untuk jenis sepeda yang mereka buat pun macam-macam mulai dari sepeda Fixie, Road Bike, MTB bahkan juga Minivelo.

Tidak tanggung, penjualan sepeda bambu produsen dalam negeri ini sudah merambah dunia Internasional seperti Jerman, Belgia, Austria, dan Prancis, Singapura, Australia, Jepang dan negara-negara lainnya.

Bahkan untuk sepeda bambu Spedagi karya Singgih Kartono dari Temanggung berhasil mendapat beberapa penghargaan dari Good Design Award 2008 di Jepang , Brit Insurance Design of the Year 2009 dan Bronze Award at DFA Design for Asia Awards 2017. 

Sumber: Pos Kupang
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved