Wawancara Khusus
Ridwan Kamil: Saya Dikasih Tiga Pilihan
Kepuasan rakyat Jawa Barat sangat tinggi di periode pertama. Ada banyak pula warga Jakarta yang ingin dirinya untuk memimpin Kota Megapolitan.
Oh, kayak dijodohin gitu ya?
Semua dijodohin oleh keluarga besarnya. Kalau dalam politik, semua dijodohin oleh kepentingan partainya. Karena partainya cocoknya A dengan B maka Anda dikawinkan saya A misalnya dengan pasangan dari partainya B.
Karena di atasnya cocok B dengan F gitu kan, maka si pengantinnya nomor satunya B dikawinkan dengan pengantin yang dari F. Yang kadang-kadang kayak taaruf, jadi mencintai setelah menikah. Mayoritas kan.
Jadi persepsi publik seolah-olah nomor 1 bisa milih nomor 2 itu hampir impossible.
Artinya Kang Emil juga akan menunggu, konsepnya begitu?
Dua kali saya bukan pilihan saya, dan dua kali saya beradaptasi aja. Makanya kan kondusif ya. Lima tahun saya dengan Pak Oded (almarhum), kondusif. Lima tahun dengan Pak Uu, kondusif. Walaupun sering terdengar kan pertentangan-pertentangan nomor 1, nomor 2. Kalau saya kan legowo aja, memberikan ruang ke nomor 2.
Pertentangan itu bukan sesuatu yang tidak mungkin terhindar, yang penting apa dampak perekonomian pembangunannya kemudian nyata bagi rakyat.
Pada akhirnya emang rakyat nggak peduli drama-drama pemimpinnya yang dia pengen lihat kan pembangunan maju. Apalagi kan saya yang jabat di Gubernur Jawa Barat itu kan kena Covid. Anggaran dipotong.
Saya kan dimaki, gaji tidak tunai tidak tuntas. Ya sedih juga. Bukan saya malas kan, tapi rencana uang yang udah disiapkan disalurkan Covid. Oh janjinya jalan aspal, kok bohong hari ini tuh. Ya bukan bohong, itu aspal sudah jadi beras. Berasnya dipake zaman Covid.
Nggak, ini zaman saya. Kalau nggak ada Covid sudah jadi aspal. Tapi kan di momen itu makan aspal, kalau makan beras. Beras. Kira-kira gitu ya. Tapi nggak semua orang paham kayaknya, oh Anda mau janji.
Makanya jadi pemimpin politikus nggak boleh baperan. Harus siap dimusuhin. Kalau Pak Jokowi ya, berapa ribu konten haters Youtuber. Kalau Pak Jokowi baperan, gimana rame. Mending yaudah terima, diem aja, pasrah aja. Mending kerja jalan terus.
Pemimpin ini tuh memang makin banyak cobaan sih?
Persis, kata pepatahnya kan, makin tinggi pohon, anginnya kan makin kencang.
Tapi kalau saya tanya kata hatinya Pak Emil, lebih ser ke mana?
Kalau kata hatinya tetap ke Kampung Halaman.
wawancara khusus
Ridwan Kamil
Ibu Kota Nusantara
Gubernur Jawa Barat
Gubernur DKI Jakarta
wawancara eksklusif
| Kurator IKN Ridwan Kamil: Investor Semakin Banyak Datang ke Ibu Kota Nusantara |
|
|---|
| Simon Petrus Kamlasi tak Tega Lihat Orang Mencari Air |
|
|---|
| Di Tangan Simon Petrus Kamlasi Warga tak Haus Lagi |
|
|---|
| Kapuspenkum Kejagung Ketut Sumedana: Rekening Koruptor dan Keluarganya Diblokir |
|
|---|
| Kapuspenkum Kejagung Ketut Sumedana: Tambang Ilegal Bikin Kerusakan Masif dan Luas |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/Ridwan-Kamil-Wawancara.jpg)