Minggu, 10 Mei 2026

Wawancara Khusus

Ridwan Kamil: Saya Dikasih Tiga Pilihan

Kepuasan rakyat Jawa Barat sangat tinggi di periode pertama. Ada banyak pula warga Jakarta yang ingin dirinya untuk memimpin Kota Megapolitan.

Tayang: | Diperbarui:
Editor: Dion DB Putra
TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
Kurator IKN, Ridwan Kamil. 

POS-KUPANG.COM - Mantan Gubernur Jawa Barat sekaligus Wakil Ketua Umum Partai Golkar Ridwan Kamil mengaku banyak dorongan kepada dirinya untuk kembali maju memimpin Bumi Pasundan periode kedua.

Kepuasan rakyat Jawa Barat sangat tinggi di periode pertama. Ada banyak pula warga Jakarta yang ingin dirinya untuk memimpin Kota Megapolitan.

“Kalau kata hati saya tetap balik ke kampung halaman,” kata Kang Emil, sapaannya saat podcast di Gedung Tribun Network, Palmerah, Jakarta, Selasa (28/5/2024).

Berikut petikan wawancara News Manager Tribun Network Rachmat Hidayat dan Host Tribun Network Geok Mengwan dengan Ridwan Kamil.

Sebagian masyarakat Jawa Barat banyak ingin Kang Emil menjabat lagi jadi Jawa Barat 1. Bagaimana misalkan Kang Emil menerima mandat itu lagi?

Ini, bagi saya ya kekuasaan itu sama saja. Mau judulnya Jakarta, Bali, Jawa Barat sama aja. Sama saja ngurusin rakyat, ngurusin pendidikannya, kesehatannya gitu kan, sama aja.

Cuma bedanya kan judulnya aja, di sini Jawa Barat, di sini Jakarta. Jadi secara filosofi dulu ya, sama aja.

Nah yang membedakan adalah di mana anda lebih diterima. Perhari ini saya itu agak anomali, di Jabar tentunya karena incumbent ya, kepuasaan publik kemarin surveinya poll tracking 91 persen.

Kan tinggi banget ya, yang tidak puas 6 persen lah kira-kira. Jadi yang menginginkan untuk saya ke Jabar banyak sekali. Tapi, pas dicek di Jakarta bukan wilayah saya kan, survei juga tinggi juga.

Apakah warga Jakarta yang tidak, maaf ya tidak pernah saya interaksi langsung punya harapan memonitor kinerja saya lewat media sosial seperti teman-teman dari Tribun. Sehingga karena pendaftaran Pilgub itu kan Agustus. Maka kalau ngomong dari sekarang itu belum pas. Kenapa belum pas?

Yang paling pas itu kalau diumumkannya sudah dengan pasangannya. Jadi kalau di Jabar saya dengan siapa, masih belum tahu.

Kalau di Jakarta dengan siapa, karena para partai di atas nih masih ngobrol-ngobrol, masih main catur. Sampai nanti, mungkin ya feeling saya bulan Juli, baru clear. Jabar partai mana dengan partai mana.

Jakarta, partai mana dengan partai mana. Kira-kira gitu. Tapi kalau ditanya yang paling dekat ya tentu Jawa Barat. Karena saya kan gubernur sebelumnya.

Memang sulit ya mencari pasangan?

Ini saya kasih tahu ya. Jadi dalam pilkada itu menikah atau bertemu pasangan itu mayoritas bukan pilihan pengantinnya.

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/3
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved