Selasa, 2 Juni 2026

Prakiraan Cuaca

BMKG Ingatkan Operator Penerbangan Waspada Potensi Awan Cumulonimbus 1-7 Juni 2026, Ini Dampkanya

BMKG Ingatkan Operator Penerbangan waspada potensi Awan Cumulonimbus 1-7 Juni 2026, ini 3 Wilayah dengan cakupan tertinggi dan dampaknya.

Tayang:
Penulis: Adiana Ahmad | Editor: Adiana Ahmad
KOMPAS.COM
WASPADA AWAN CUMULONIMBUS - Penampakan Awan Cumulonimbus. BMKG Ingatkan Operator Penerbangan Waspada Potensi Awan Cumulonimbus 1-7 Juni 2026, Ini Dampkanya 

POS-KUPANG.COM - Sebuah peringatan dikeluarkan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika ( BMKG ) terkait potensi Awan Cumulonimbus 7 hari ke depan. 

BMKG menyebut, Awan Cumulonimbus berpotensi terbentuk pada 1-7 Juni 2026.

Karena itu, BMKG mengingatkan Dampak Awan Cumulonimbus terhadap cuaca penerbangan maupun pelayaran.

Dalam beberapa kasus, thunderhead dengan energi yang cukup dapat berkembang menjadi supercell yang dapat menghasilkan angin kencang, banjir bandang, dan banyak petir.

Baca juga: BMKG: Waspada Perubahan Kecepatan Angin & Tinggi Gelombang Secara Mendadak Akibat Awan Cumulonimbus

Bahkan, beberapa di antaranya dapat menghasilkan angin tornado atau puting beliung, jika kondisinya tepat.

Kendati hujan deras yang dihasilkan oleh cumulonimbus, biasanya menyebabkan curah hujan hanya berlangsung sekitar 20 menit.

Awan Cumulonimbus dikenal sebagai jenis awan konvektif yang dapat berkaitan dengan fenomena cuaca signifikan seperti hujan lebat, petir, angin kencang, hingga penurunan jarak pandang. 

Karena itu, keberadaan awan ini menjadi salah satu parameter yang diperhatikan dalam aktivitas penerbangan maupun pelayaran.

Baca juga: Cuaca Maritim NTT,BMKG:Waspada,Awan Cumulonimbus Picu Gelombang Tinggi dan Perubahan Kecepatan Angin

Berikut Tiga Wilayah dengan Cakupan Awan Cumulonimbus Tertinggi

Berdasarkan peta prakiraan BMKG, terdapat tiga wilayah yang masuk kategori Frequent (FRQ), yakni wilayah dengan persentase cakupan spasial awan Cumulonimbus lebih dari 75 persen selama periode 1-7 Juni 2026.

Wilayah tersebut meliputi:

Kalimantan Selatan;
Selat Makassar bagian selatan;
Selat Makassar bagian tengah.

Kategori Frequent menunjukkan potensi keberadaan awan Cumulonimbus yang relatif lebih luas dibandingkan wilayah lain yang masuk kategori Occasional (OCNL) maupun Isolated (ISOL).

Sebaran Potensi Awan Cumulonimbus Kategori OCNL

Baca juga: BMKG Keluarkan Peringatan, Awan Cumulonimbus Berpotensi Picu Hujan Lebat hingga 22 April 2026

Selain wilayah kategori FRQ, BMKG juga memprakirakan sejumlah daerah masuk kategori Occasional (OCNL), yakni wilayah dengan persentase cakupan spasial maksimum awan Cumulonimbus berkisar antara 50 hingga 75 persen.

Halaman 1/4
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved