Berita Timor Tengah Utara
Direktur Lakmas CW NTT Minta Bupati TTU Segera Ambil Tindakan Perihal Fenomena Kematian Ternak Babi
Dikatakan Victor, ternak babi sangat membantu menunjang ketahanan pangan dan ekonomi masyarakat di pedesaan di seluruh wilayah Kabupaten TTU.
Penulis: Dionisius Rebon | Editor: Oby Lewanmeru
Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Dionisius Rebon
POS-KUPANG.COM, KEFAMENANU - Direktur Lembaga Anti Kekerasan Masyarakat Sipil (LAKMAS) Cendana Wangi (CW) NTT, Victor Manbait meminta Bupati Timor Tengah Utara, Drs. Juandi David dan Wakil Bupati TTU, Drs. Eusabius Binsasi untuk segera mengambil tindakan atas maraknya fenomena kematian ternak babi milik warga di Kabupaten TTU.
Pernyataan ini disampaikan Victor menyikapi penjelasan Kadis Peternakan Kabupaten TTU yang mengatakan bahwa dinas terkait belum mengirim sampel ternak babi mati untuk diuji di laboratorium.
"Yang terhormat bapa Bupati dan Wakil Bupati agar memberikan perhatian serius soal (kasus kematian ternak babi) ini," ungkap Victor dalam rilisnya kepada POS-KUPANG.COM, Sabtu, 1 Juni 2024.
Menurutnya, fenomena kematian ternak babi yang maraknya terjadi tidak boleh dibiarkan berlarut-larut. Pasalnya, ternak babi adalah ternak budaya dan ekonomi.
Dikatakan Victor, ternak babi sangat membantu menunjang ketahanan pangan dan ekonomi masyarakat di pedesaan di seluruh wilayah Kabupaten TTU.
Sebelumnya, Kepala Dinas Peternakan Kabupaten Timor Tengah Utara, Trimeldus Tonbesi menyebut, hingga saat ini Dinas Peternakan belum mengirimkan sampel ternak babi mati diduga tertular African Swine Fever (ASF) atau demam babi afrika untuk dilakukan pemeriksaan di Laboratorium.
"Tahun 2024 belum ada sampel yang kita kirim (untuk diuji di Laboratorium)," saat diwawancarai POS-KUPANG.COM, Kamis, 30 Mei 2024 lalu.
Pada tahun 2021 lalu, Dinas Peternakan Kabupaten TTU mengirimkan beberapa sampel untuk dilakukan uji di laboratorium. Sampel tersebut merupakan sampel ternak babi mati dari Desa Kaubele dan dinyatakan positif ASF.
Trimeldus mengakui bahwa, petugas Dinas Peternakan Kabupaten TTU di lapangan juga terus didorong untuk mendata jumlah ternak babi milik warga yang mati.
"Kita dorong untuk mereka mendata terus jumlah babi yang mati, kemudian yang terkena gejala itu mereka terus mendata, dan kami berusaha untuk kita himpun," ujarnya.
Selain itu, Dinas Peternakan Kabupaten TTU juga mendorong peternakan melalui petugas di kecamatan melakukan penyemprotan disinfektan di kandang para peternak.
Baca juga: PMKRI Cabang Kefamenanu Gelar Aksi Demo di Gedung DPRD TTU, Soroti Kasus Dugaan Rekayasa Dana Reses
Petugas juga, kata Trimeldus, terus melakukan sosialisasi perihal langkah-langkah pencegahan terhadap penyebaran virus ASF di Kabupaten TTU.
Terus melakukan sosialisasi untuk tidak membuang secara sembarangan ternak babi yang mati tetapi dikubur," ujarnya.
Peternak babi juga diimbau untuk menjaga Biosekuriti dan menjaga kebersihan di sekitar kandang babi. (*)
Ikuti berita POS-KUPANG.COM lainnya di GOOGLE NEWS
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.