Ayat Seribu Dinar

Bacaan Lengkap Ayat Seribu Dinar yang Mudah Dihafal dan Keutamaan baca Surat At Talaq

Rutin baca Ayat Seribu Dinar “Wa mayyattaqillaa ha yaj-‘al lahuu makhraja – wa yarzuqhu min haitsu laa yahtasib - wa mayyatawakkal ‘a- lallaahi fahuwa

Penulis: Yeni Rachmawati | Editor: Yeni Rahmawati
TRIBUN-MEDAN.COM
ILUSTRASI - Salah satu ayat yang istimewa di dalam Al Quran, baca Ayat Seribu Dinar, Surat At Talaq. 

POS-KUPANG.COM - Bacaan lengkap Ayat Seribu Dinar yang mudah dihafal dilengkapi dengan keutamaan membaca Surat At Talaq di waktu mustajab.

Umat Islam sangat dianjurkan untuk melafalkan Ayat Seribu Dinar yang istimewa di dalam Al Quran ini.

Anda bisa membaca Ayat Seribu Dinar Surat At Talaq usai Sholat Subuh, Sholat Hajat atau Sholat Tahajud.

Keutamaan yang luar biasa bisa Anda Umat Islam rasakan dengan membaca Ayat Seribu Dinar Surat At Talaq.

Berikut ini bunyi Ayat Seribu Dinar: 

Al Quran Surah At – Talaq ayat 2-3 :

وَمَن يَتَّقِ ٱللَّهَ يَجۡعَل لَّهُ ۥ مَخۡرَجً۬ا (٢) وَيَرۡزُقۡهُ مِنۡ حَيۡثُ لَا يَحۡتَسِبُ‌ۚ وَمَن يَتَوَكَّلۡ عَلَى ٱللَّهِ فَهُوَ حَسۡبُهُ ۥۤ‌ۚ إِنَّ ٱللَّهَ بَـٰلِغُ أَمۡرِهِۦ‌ۚ قَدۡ جَعَلَ ٱللَّهُ لِكُلِّ شَىۡءٍ۬ قَدۡرً۬ا (٣)

Baca juga: Lirik Sholawat Jibril Versi Lagu yang Dinyanyika Veve Zulfikar,Lengkap Doa Penutup Sholawat Nabi Ini

“Wa mayyattaqillaa ha yaj-‘al lahuu makhraja – wa yarzuqhu min haitsu laa yahtasib – wa mayyatawakkal ‘a- lallaahi fahuwa hasbuh – innallaaha baalighu amrihi – qad ja ‘a lallaahu li kulli syai in-qadra

Baca juga: Jangan Sampai Lewat! Inilah Dzikir dan Doa Setelah Sholat Dzuhur, Ashar, Magrib, Isya dan SubuhArtinya: “Barangsiapa yang bertaqwa kepada Allah, niscaya diberi-Nya kelapangan dan diberi-Nya rezeki yang tidak diduga-duga. Siapa yang bertawakkal kepada Allah, niscaya dijamin-Nya, sesungguhnya Allah sangat tegas dalam perintah-Nya dan Dialah yang mentakdirkan segala sesuatu.

Kisah ayat seribu dinar

At Thalaq Ayat Seribu Dinar

Baca juga: Minta Petunjuk Allah SWT, Simak Inilah Bacaan Doa Setelah Sholat Istikharah yang Mustajab 

Jika ditelusuri dari jejak sejarah, diceritakan pada zaman dahulu ada seorang lelaki yang bekerja sebagai pedagang.

Suatu malam lelaki itu bemimpi ditemui Nabi Khidir as. Dalam mimpinya, lelaki itu diisyarati oleh Nabi Khidir as untuk bersedekah sebanyak seribu dinar.

Awalnya lelaki, itu tidak mengindahkan isyarat mimpi ini. Kemudian datang mimpi yang kedua dan ketiga dengan jalan mimpi yang sama.

Lelaki itu kemudian berfikir bahwa mimpi yang ia alami merupakan kebenaran.

Baca juga: Dzikir dan Doa Setelah Sholat Ashar, Maghrib, Isya, Subuh dan Dzuhur, Baca Rabbana Dzhalamnaa

Halaman
123
Sumber: Pos Kupang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved