Jemaah Haji 2024
Tiga Besar Penyakit yang Diderita Jemaah Haji Indonesia: Pneumonia, Demensia dan Dispepsia
Pneumonia merupakan penyakit yang paling banyak diderita jemaah haji di Klinik Kesehatan Haji Indonesia Mekkah.
POS-KUPANG.COM, MEKKAH - Pneumonia banyak diderita jemaah haji seiring cuaca panas di kota Mekkah, Arab Saudi. Untuk itu, jemaah haji diimbau mengurangi aktivitas fisik di luar ruang, mengonsumsi asupan cairan cukup, dan mengenakan masker, terutama di tempat umum.
Kepala Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) Daerah Kerja (Daker) Mekkah Enny Nuryanti, saat ditemui di KKHI, Mekkah, Arab Saudi, Selasa (28/5/2024), menyatakan, saat ini 57 anggota jemaah haji dirawat di Klinik Kesehatan Haji Indonesia. Sementara jumlah pasien rawat jalan 137 orang.
Mayoritas pasien berusia lanjut atau lansia. Berdasarkan data Kementerian Agama, per 28 Mei 2024, jumlah total anggota jemaah haji yang wafat 22 orang. Angka total anggota jemaah haji yang dirawat inap 81 orang. Pneumonia merupakan kasus tertinggi yang dirawat di KKHI Daker Mekkah.
Tiga besar penyakit paling banyak diderita calon jemaah haji yang dirawat inap di KKHI adalah pneumonia (radang paru), disusul demensia, dan dispepsia atau gangguan pencernaan. Sementara kasus rawat jalan terbanyak adalah pneumonia, hipertensi, dan demensia.
Siti Yayah Sukmana (70), anggota jemaah asal Karawang, Jawa Barat, misalnya, dirawat inap di KKHI karena diduga mengalami pneumonia dan mesti menjalani pemeriksaan rontgen. Ditemani suaminya, Zaenal Samsudin (77), dan petugas kesehatan haji, ia dirujuk ke KKHI. ”Istri saya sesak napas,” tutur Zaenal.
Untuk mencegah kesakitan dan kematian jemaah haji, petugas kesehatan haji dari KKHI akan mendekatkan layanan ke sektor-sektor. Nantinya, tim KKHI memeriksa jemaah haji dengan risiko tinggi berat disertai keluhan. Penapisan melalui deteksi jantung dengan pengisian daftar pertanyaan.
”Kami akan melakukan penapisan pada jemaah berisiko tinggi berat di Poli Risti (Risiko Tinggi) KKHI Mekkah,” kata Siti Chandra dari Tim KKHI Mekkah. Risiko tinggi berat, yakni punya riwayat penyakit jantung, lanjut usia dengan komorbid hipertensi dan diabetes melitus, serta riwayat penyakit paru obstruktif kronik.
Penapisan penyakit jantung menggunakan skor dalam deteksinya. Untuk penyakit paru, faktor risikonya meliputi pernah dirawat dengan gejala sesak satu tahun terakhir disertai penyakit komorbid seperti kardiovaskuler, sindrom metabolik, disfungsi otot skeletal, osteoporosis, depresi, dan kanker paru.
Kasus tertinggi
Pneumonia merupakan kasus terbanyak di KKHI. Menurut tim dokter spesialis paru dan pernapasan Petugas Penyelenggara Ibadah Haji Kesehatan Arab Saudi, pneumonia adalah peradangan akut parenkim paru akibat mikroorganisme.
Pneumonia komunitas (Community Acquired Pneumonia/CAP) adalah radang akut pada parenkim paru yang didapat di masyarakat.
Beberapa faktor risiko pada pneumonia komunitas adalah usia yang lebih tua, komorbitas kronis seperti penyakit paru-paru kronis, stroke, penyakit jantung kronis, diabetes melitus, malanutrisi, dan imunokompromi. ”Faktor risiko lainnya adalah infeksi saluran pernapasan karena virus dan merokok,” kata Siti Chandra.
Menurut Guru Besar Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia Prof Tjandra Yoga Aditama, saat dihubungi dari Mekkah, infeksi saluran pernapasan biasanya dihubungkan dengan radang yang lebih ringan daripada pneumonia.
Oleh karena itu, di sektor lebih banyak ditemui kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) pada jemaah haji, dan kalau sudah lebih berat (mengarah ke pneumonia), akan dirujuk ke KKHI.
Setidaknya ada empat faktor risiko terjadinya infeksi saluran napas di kalangan calon jemaah haji sekarang, yakni cukup banyak kerumunan orang yang memudahkan penularan, udara panas dan kering, polusi atau debu, daya tahan tubuh yang terganggu karena kelelahan beraktivitas, dan perubahan cuaca.
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.