Sabtu, 9 Mei 2026

Berita Manggarai Barat

Penempatan Kapal Basarnas di Labuan Bajo Manggarai Barat NTT Terkendala Dermaga

Noer memastikan kapal itu akan ditempatkan di Labuan Bajo ketika dermaganya tersedia untuk kapal tersebut bersandar.

Tayang:
Penulis: Engelbertus Aprianus | Editor: Oby Lewanmeru
POS-KUPANG.COM/HO
Kapal Basarnas dari Kantor Pencarian dan Pertolongan Maumere. 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Berto Kalu

POS-KUPANG.COM, LABUAN BAJO - Rencana Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) menempatkan satu kapal besar untuk operasi SAR di Labuan Bajo, Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT) hingga kini tak kunjung terealisasi karena kendala dermaga. 

Hingga saat ini belum tersedia dermaga yang khusus untuk kapal kapal milik Basarnas tersebut. Dermaga yang tersedia di Labuan Bajo saat ini cukup padat disandari kapal-kapal lainya. 

Direktur Kesiapsiagaan Basarnas Noer Isrodin mengatakan keberadaan kapal Basarnas di Labuan Bajo sangat dibutuhkan karena sering terjadi kecelakaan di perairan Labuan Bajo dan sekitarnya. 

Kecelakaan itu menimpa kapal, termasuk kapal wisata. Kecelakaan juga menimpa wisatawan yang sedang melakukan aktivitas wisata bahari seperti snorkeling dan diving.

Kapal milik Basarnas itu bisa dilibatkan untuk melakukan operasi SAR di perairan Labuan Bajo.

"Untuk mengcover wilayah itu diperlukan alat laut ya karena di sini banyak laut dan banyak kecelakaandi laut. Yang menjadi kendala kalau kita geser kapal, di sini kita belum punya dermaga," kata Noer di Labuan Bajo, Rabu 29 Mei 2024.

Menurut dia, jika kapal itu berlabuh di tengah laut itu menyulitkan mobilisasi anak buah kapal (ABK).

Noer memastikan kapal itu akan ditempatkan di Labuan Bajo ketika dermaganya tersedia untuk kapal tersebut bersandar.

"Kalau ditambatkan di tengah laut menyulitkan mobilitas para ABK. Kita melihat potensi ke depan seperti apa, seandainya ada ruang atau space yang sekiranya memungkinkan dipakai tempat sandar kapal kita, kami yakin akan menyandarkan kapal di sini juga," ujar Noer.

Baca juga: BREAKING NEWS: Kapal Ojek Hilang Kontak di Labuan Bajo, 2 ABK Dicari Tim SAR

Ia mengungkapkan dari lima DPSP di Indonesia, DPSP Labuan Bajo paling banyak terjadi kecelakaan. Kecelakaan yang terjadi di DPSP Labuan Bajo, kata Noer, umumnya terjadi di laut. Basarnas memberi atensi khusus kepada aspek keamanan dan keselamatan di DPSP Labuan Bajo.

"Di antara kelima destinasi (DPSP), memang di Labuan Bajo itu, di data operasi kami, yang paling sering terjadi insiden atau kecelakaan di perairan khususnya, jadi itu yang menjadi konsen kami," ujar Noer.

Selain Labuan Bajo, DPSP lain di Indonesia adalah Danau Toba, Borobudur, Mandalika, dan Likupang. Untuk DPSP selain Labuan Bajo, Basarnas biasanya hanya menyiagakan petugasnya saat ada event-even besar.  Di Labuan Bajo, Basarnas selalu disiagakan setiap hari.

"Setiap kali ada even internasional di sana kita selalu standby dengan kekuatan kita untuk mendukung event tersebut tapi bukan di-stay-kan setiap saat di situ. Tapi kita mendukung seandainya ada event yang perlu butuh kehadiran kita. Kita membangun pos dan unit siaga di DPSP tersebut," tandasnya. (*)

Ikuti berita POS-KUPANG.COM lainnya di GOOGLE NEWS

Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved