Pilkada Kota Kupang
Bhildad Thonak Bicara Politik di Kota Kupang
Acara bertajuk "Anak Muda dalam Pusaran Politik Kota Kupang" dipandu jurnalis POS-KUPANG.COM, Ryan Nong, Jumat 24 Mei 2024.
Karena kita tahu bersama, sekian lama Pemilu ini hanya nampak orang-orang itu saja. Kemudian mereka naik dan saling berbalas, seperti berbalas "pantun". Saya pikir ini politik yang tidak sehat. Dia harus lebih kepada humanis. Kota Kupang ini apa yang mau kita cari. Daerah ini, saya pikir, kalau kita bicara soal NTT, kan kita juga daerah termiskin. Jadi apa terlalu yang membuat kita saling bermusuhan dan gesek-gesekan hanya untuk satu kepentingan.
Padahal ada rakyat yang harus kita pikirkan dan perhatikan. Sehingga ide dan gagasan yang baik itu kita taruh di meja, mana yang kurang kita perbaiki, mana yang baik kita lanjutkan, mana yang betul-betul tidak baik kita tinggalkan. Sebenarnya ada pada titik itu. Jadi saya datang itu sebenarnya, mana yang baik dilanjutkan. Semua yang baik itu saya tampung dan saya lanjutkan. Sehingga tidak ada lagi, ini yang baik dan ditinggalkan karena program pemerintah sebelumnya karena berbahaya kalau dilanjutkan.
Padahal kita sudah lihat di publik, ada yang katanya kita baca, ada yang duka di zaman pak Jonas, kemudian pak Jefri naik kemudian dihilangkan atau sebaliknya. Hari ini saya mau semua yang baik dilakukan pemimpin sebelumnya itu dilanjutkan.
Kemudian yang kurang baik kita perbaiki menjadi lebih baik. Kemudian yang memang tidak pantas di bangun di Kota ini, kita tinggalkan. Sehingga kebijakan publik untuk berkesinambungan untuk masyarakat itu terus dilaksanakan.
Apa yang mau dilakukan jika Pak Bildad menjadi Wali Kota Kupang?
Bildad: yang pasti saya akan melakukan pembenahan birokrasi agar semua orang yang duduk dalam posisinya itu sesuai dengan kapasitasnya. Bukan karena kepentingan kelompok sehingga kemudian dia datang dan duduk di posisi itu. Kemudian terkait dengan lapangan kerja, bonus demografi terlalu besar sehingga angkatan kerja tinggi tapi lapangan kerja kurang. Sehingga saya hadir untuk membuka berbagai macam lapangan kerja.
Anak muda hari ini, karena kita baru selesai Pemilu kemarin, kemudian kita bisa lihat bahwa anak-anak muda dijadikan obyek untuk mendapatkan suara. Saya minta maaf sebelumnya. Disitu ada praktek money politic dan sebagainya, dan yang disasar itu adalah pemilih pemula atau anak muda yang sama sekali tidak punya ideologi, ide dan gagasan bahwa ketika politik uang itu sangat berbahaya untuk membangun kota ini.
Karena orang terpilih kemudian, tidak punya niat dan hati untuk melayani. Tetapi kehadiran saya dan beberapa teman-teman muda lainnya, bisa memberikan ide, bisa memberikan inspirasi bahwa anak muda juga sebenarnya harus pintar berpolitik. Harus tampil, kemudian menentukan pilihan dengan data yang jelas, sehingga tidak menjadi obyek digarap suaranya dan mendudukkan orang di kursi dan setelah itu mereka hilang. Itu yang paling penting hari ini kehadiran saya. Sehingga semua anak muda mau berbicara soal politik.
Tribuners: Pak Bildad salah satu anak muda yang maju dalam Pilwakot!
Bildad: terima kasih banyak atas dukungannya, semoga kehadiran saya setidaknya untuk menyambung pertanyaan sebelumnya, membuat anak muda itu mau pintar politik, mau berbicara politik. Ketika berbicara politik, maka dia berbicara bagaimana orang memimpin dengan baik, bagaimana orang menentukan pilihan. Kita menentukan dengan data yang jelas, ketika dia mau buat apa untuk kota ini. Jadi bukan kita menentukan pilihan karena dia punya uang atau dia anak siapa. Itu paling penting.
Host: apa yang membedakan Pak Bildad dengan politisi muda lainnya di Pilwakot Kupang?
Bildad: mungkin yang paling pertama adalah profesi, saya pengacara dari teman-teman yang lain itu. Sehingga kemampuan untuk berbicara hukum, karena profesi saya di bidang hukum jadi mungkin lebih. Kalau yang lain seperti kaka Yuven Tukung, lahir di kabupaten, sama dengan saya, anak dari daerah yang hari ini datang ke sini. Kalau dalam konteks pekerjaan, saya murni merintis sendiri sampai akhir.
Host: bagaimana meyakinkan bahwa Pak Bildad bisa lebih dari politisi muda lainnya?
Bildad: kalau untuk menyampaikan ke publik, apa yang saya bisa berikan, saya bisa memastikan bahwa semua kebijakan publik itu pasti didasarkan pada hukum. Birokrasi berjalan sesuai dengan rel hukum yang ada. Kemudian kebijakan publik juga sesuai dengan hukum yang ada. Karena, seringkali orang lupa bahwa dalam konteks kebijakan publik itu yang paling utama adalah asas dan manfaat.
Ketika dia tidak bermanfaat itu adalah pelanggaran hukum. Jadi itu sangat berbahaya ketika kebijakan publik itu tidak ada asas dan manfaat. Hal itu kalau dalam konteks hukum bisa dikatakan tindak pidana korupsi. Saya tidak mau hal seperti tidak ada asas dan manfaat itu tidak ada. Kalau saya diberi kesempatan oleh Tuhan, dan direstui oleh rakyat, hal-hal seperti itu tidak mungkin terjadi. Itu pasti menjadi pembeda. Saya tidak mungkin melakukan sesuatu yang melanggar hukum dan kemudian menjerat saya juga.
Karena jujur, saya masih muda, kalau saya hitung pemilu saya mungkin lima atau enam kali lagi. Sehingga, dalam Pemilu kali ini, diberi kesempatan kali ini oleh Tuhan dan masyarakat kemudian, saya naik dan hanya merusak citra saya selama lima tahun dan saya terjerat dengan persoalan itu, lalu 2029 saya tidak tahu mau buat apa, dan seterusnya. Sehingga saya pasti berbuat terbaik untuk rakyat dan untuk daerah ini.
Tribuners: sering kamin dengar perintis bukan pewaris, Pak Bildad tolong jelaskan? Bagaimana kesiapannya bertarung dengan politisi senior?
Bildad: saya taglinenya perintis bukan pewaris. Memang tagline ini menceritakan sejarah saya. Saya sering sampaikan, saya orang dari Kabupaten Kupang harusnya dicalonkan di Kabupaten Kupang. Atau kalau jago kandang itu, kandang saya di Kabupaten Kupang. Tapi saya kenapa memilih di Kota Kupang, karena saya ingin memberikan inspirasi bagi teman-teman atau anak muda lainnya, bahwa kalian yang bukan siapa-siapa pun kalau belajar cukup, berdoa, bekerja dengan baik, kalian bisa merubah kedudukan kalian. Itu sebenarnya tagline perintis bukan pewaris.
Kadang-kadang kita tahu bahwa kalau kita berhadapan dengan orang yang punya kekuatan dan segalanya, kita langsung down, takut dan tidak berani. Tapi hari ini saya datang untuk memberikan warna berbeda bahwa siapapun orangnya, dari latarbelakang seperti apapun, sebenarnya dia harusnya diberikan kesempatan yang sama untuk bertarung dan kalau dia terpilih maka dia dapat membangun kota ini lebih baik. Tagline ini bukan hari ini baru ada.
Kalau kita berbicara, kelas menengah kebawah lebih banyak di Indonesia. Orang-orang seperti saya ini banyak di Indonesia, yang hidup seperti saya ini banyak. Jadi mereka juga bisa mendapatkan tokoh, idola baru. Kalau saya sebutkan bahwa di Indonesia ini sebenarnya tokoh dan idola di Indonesia itu sedikit. Atau, tokoh inspirasi itu sedikit. Orang yang sudah sukses, dia tidak mau menceritakan sejarahnya datang dari mana. Tidak ada. Kenapa? Kadang-kadang malu, cerita bahwa dia anak petani, orang susah, kan sedikit sekali.
Hari ini saya mau datang bahwa kita yang bukan anak siapa-siapa, kalau cukup belajar, cukup berdoa, dan cukup bekerja dengan baik, kedudukan kita pasti berubah. Itu paling penting sebenarnya. Jadi saya tidak punya kepentingan dengan orang lain. Ketika dia merintis dengan baik saat umur muda, dia punya warna lebih baik, tidak perlu menunggu nanti usia sudah senja. Kesiapan saya tentu 100 persen untuk bertarung. Bagaimana anak muda tidak 100 persen itu saya pikir tidak. Pasti saya siap secara baik untuk bertarung di pesta politik di Kota Kupang. Saya lawyer, harus fighter. Kalau teman-teman mengikuti di sepak terjang saya sebagai profesi, orang tahu bahwa saya memang fighter.
Host: gagasan Pak Bildad untuk Kupang 5 tahun, 10 tahun. Bagaimana melihat visi Kupang 2030 atau 2045?
Bildad: Kupang ini menjadi barometer, bukan hanya politik tapi juga masalah pembangunan daerah ini. Sehingga, Kupang ini bisa menjadi inspirasi soal bagaimana, pembangunan Kota, penataan birokrasi sehingga daerah lain mungkin bisa belajar ke Kupang untuk daerahnya lebih baik. Dan tidak perlu studi banding ke daerah luar. Kupang harus menjadi tempat untuk semua orang belajar membangun kota yang lebih baik.
Mungkin saya merasa kalau, 5 atau 10 tahun, Kupang harus jadi kota modern, tempat tinggal disiapkan secara baik, birokrasi, secara baik juga, lapangan kerja juga untuk menerima bonus demografi, yang ini menjadi persoalan besar. Kita tahu hari ini anak muda sulit mencari pekerjaan. Ini menjadi masalah mendasar kota Kupang, ini kota jasa sehingga tidak banyak ruang-ruang pekerjaan yang bisa dieksploitasi karena itu bagaimana giat pemerintah untuk menyiapkan lapangan kerja.
Hari ini kita anak muda harus terjun ke dunia politik dan paham secara baik politik ini sehingga kita tidak salah memilih. Kemudian, teman-teman semua mohon doa dan dukungannya, agar dalam perjuangan saya merepresentasikan salah satu anak muda yang bukan siapa-siapa, datang dari kampung, kemudian Tuhan restui dan kita bertarung dan kemudian menjadi Walikota di Kota Kupang. (fan)
Ikuti berita POS-KUPANG.COM lainnya di GOOGLE NEWS
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/Bildat-tonak.jpg)