Minggu, 19 April 2026

Pilkada Kota Kupang

Bhildad Thonak Bicara Politik di Kota Kupang 

Acara bertajuk "Anak Muda dalam Pusaran Politik Kota Kupang" dipandu jurnalis POS-KUPANG.COM, Ryan Nong, Jumat 24 Mei 2024.

|
Editor: Oby Lewanmeru
POS-KUPANG.COM/HO
Podcast Pos Kupang yang dipandu Host Jurnalis Ryan Nong dengan narasumber Bildad Thonak. 

Bildad: Pada intinya kita ini tekan seprofesi, sering duduk bercerita, berdiskusi, kemudian kita mendapatkan ide dan gagasan sebagaimana tadi saya sampaikan bahwa pengacara atau lawyer ini sebenarnya bisa ketika diuji dalam ruang politik, dan dia punya ruang terbuka ketika diuji dalam ruang politik. Maka kia bersepakat hari ini untuk merubah mindset masyarakat dan para elit partai mungkin bahwa profesi ini perlu diberi ruang lebih.

Maka kita bersepakat untuk teman-teman mendaftar seperti di TTS seperti Pak Amos Lafu, ada Pak Sius Taek yang mendaftar di Malaka, dan Robert Salukh juga mungkin lagi mempersiapkan di TTU atau Pak Obet Djami yang mendaftar di Sabu Raijua. Ini menjadi inspirasi baru bahwa profesi ini sebenarnya seksi juga. Kalau kita yang berbicara sebagai orang hukum maka kita memahami itu. 

Minta maaf saya tidak mendiskreditkan teman-teman penegak hukum yang lain, tapi kita ini punya kemampuan, karena kita ini lawyer atau seorang pengacara karena kita punya kemampuan yang baik di hukum pidana. Karena, kita harus membela orang ketika terjadi persoalan pidana. Kalau penegak hukum yang lain, saya pikir sudah dibagi tugas dan kewenangannya. 

Kalau teman-teman kejaksaan mungkin di pidana, polisi di korupsi pun demikian, hakim juga mungkin hakim pengadilan negeri yang menguji soal pidana dan perdata, tapi tidak bisa menguji persoalan administrasi karena bagian dari pengadilan Tata Usaha Negara atau Mahkamah Konstitusi. Tapi kami bisa masuk dan menerobos semua praktek peradilan atau semua lokomotif hukum yang ada. Itu keunggulan kami sehingga kami cukup memahami dinamika hukum yang ada. 

Host: Contoh itu seperti di Amerika. Bagaimana Pak Bildad meyakinkan bahwa praktisi hukum disini juga bisa seperti di Amerika? 

Bildad: cara meyakinkan adalah saya harus lebih banyak tampil ke publik, dalam ruang diskusi yang tidak saja sempit, tapi seperti yang diundang POS-KUPANG.COM, itu sesuatu yang menarik kemudian bisa menginspirasi banyak orang diluar atau teman-teman profesi maupun kelompok-kelompok lain. 

Saya juga datang ke kegiatan kemahasiswaan untuk menyampaikan bahwa profesi ini adalah profesi yang baik. Profesi yang kemudian bisa diuji dalam ruang publik yang lain dan diuji dalam ruang politik. Maksudnya, saya melakukan berbagai hal untuk mendorong lokomotif pengacara masuk ke dalam ruang politik. 

Host: punya visi yang luar biasa untuk profesi, untuk anak-anak muda. Bagaimana itu di bangun? 

Bildad: mungkin karena kita terlahir dari keterbatasan, saya datang dari Camplong, dibawa kaki gunung Fatuleu. Murni kita orang dari kampung sana. Mungkin karena keterbatasan itu sehingga melihat sesuatu lebih jernih. Karena kita berjuang, untuk sukses itu bukan sesuatu yang gampang. 

Sehingga kita tidak mungkin akan berhenti, kita akan menerobos berbagai macam dekat yang ada ditengah masyarakat untuk memberikan warna yang baru dalam dunia politik hari ini. Politik itu, seharusnya milik semua, bukan hanya milik orang-orang yang berkuasa atau keluarga politik atau juga birokrat yang sudah mau pensiun. Semua orang yang punya ide dan gagasan, biarlah dia sampaikan ke ruang publik untuk diuji. Dari nol, semoga dia sampai ke angka 9 bahwa visi ini dia bisa sampai akhir dengan baik. 

Host: ada belasan orang yang disebut potensial untuk maju di Pilwalkot. Hanya dua atau tiga orang saja yang anak muda. Bagaimana Pak Bildad melihat ini ditengah hegemoni. Seperti apa Pak Bildad melihat itu? 


Bildad: dengan kemunculan tokoh muda, luar biasa bahwa anak muda mau tampil. Sehingga menyambut apa yang dibilang, kebetulan saya muncul lebih dulu, bahwa hari ini kita bisa menginspirasi anak-anak muda, saya pikir keberanian ini yang sulit. Dia punya semua tapi tidak punya keberanian, saya pikir tidak bisa juga. Hari ini mereka berani tampil, saya mengapresiasi. Itu luar biasa. 


Tidak takutkah berhadapan dengan politisi senior dan tua di Kota Kupang dalam Pilwakot ini? 


Bildad: kalau mau takut atau tidak takut, saya pikir itu masalah pribadi. Tapi, hari ini saya mendaftarkan diri dan mencoba untuk menyampaikan ide dan gagasan, saya pikir teman-teman diluar tahu, saya siap diri. 

Baca juga: Pilkada Kota Kupang, Alexander Foenay Siap Tantang Tiga Petahana Usai Daftar di PKB

Tapi saya tidak mengganggap juga bahwa ini kompetisi yang mencekam dengan orang tua, itu tidak. Saya datang dengan apa adanya, hanya menyampaikan ide dan gagasan bahwa apakah pikiran anak muda, terutama anak dari 
kampung ini bisa diterima di publik. Terutama di Ibukota ini. Sebenarnya ada pada titik itu. Sehingga kemudian, ide saya untuk berhenti berpolitik balas dendam, berhenti berpolitik saling bermusuhan itu kita mulai tinggalkan untuk membangun kota ini. 

Sumber: Pos Kupang
Halaman 3/4
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved