Selasa, 7 April 2026

Berita Kota Kupang

Bentrokan 2 Kelompok Pemuda di Kota Kupang, 3 Rumah Rusak

Di tempat itu, JS mengonsumsi minuman keras bersama tuan rumah Emu Nale. Setelah itu, JS pamit pulang ke rumahnya

Editor: Eflin Rote
KOMPAS. com/PIXABAY.com
Ilustrasi aniaya 

POS-KUPANG.COM - Dua kelompok pemuda di Kelurahan Penfui, Kecamatan Maulafa, Kota Kupang terlibat bentrokan, Senin 20 Mei 2024 pagi.

Akibat bentrokan antara kelompok pemuda dari Air Baru dan pemuda dari Penfui ini, tiga rumah warga dan dua sepeda motor mengalami kerusakan. Sejumlah warga juga dilaporkan mengalami luka-luka.

Kapolres Kupang Kota, Kombes Pol Aldinan Manurung mengatakan, kejadian berawal ketika JS, seorang pemuda dari Penfui sedang berada di rumah duka warga bernama Emu Nale di Air Baru, RT 13 RW 06, Kelurahan Penfui.

Di tempat itu, JS mengonsumsi minuman keras bersama tuan rumah Emu Nale. Setelah itu, JS pamit pulang ke rumahnya. Tak lama kemudian, adik kandung JS berinisial TA mendengar kabar JS dipukul oleh pemuda Air Baru.

Setelah mendapat informasi tersebut TA langsung menginformasikan ke adiknya yang berinisial AS, serta beberapa rekan mereka.

Mereka bergerombol langsung mendatangi rumah Emu Nale, untuk menanyai perihal informasi yang didapat.

"Ujungnya, malah terjadi keributan yang melibatkan pemuda dari Air Baru dan pemuda dari Penfui," ungkap Aldinan.

Karena kalah jumlah, pemuda dari Penfui kemudian mundur dan berlari menuju dalam Pasar Penfui.

Pemuda Air Baru mengejar hingga Pasar Penfui dan menganiaya pemuda Penfui.

Seorang warga Penfui berinisial PH (60) berusaha melerai aksi tawuran itu, malah jadi korban pelemparan batu.

"Selain itu, empat rumah warga dan dua unit sepeda motor di seputaran Pasar Penfui juga rusak akibat dilempar batu. Beberapa warga dari kedua belah pihak pun mengalami luka," ujar Aldinan.

Baca juga: Penumpang Naik di Kap Angkot, Satlantas Polresta Kupang Kota Amankan Sopir 

"Tiga orang korban telah mendatangi Polres Kupang Kota untuk membuat laporan polisi dan ada dua korban membuat laporan polisi di Polsek Maulafa," sambungnya.

Laporan yang dibuat para korban lanjut Aldinan, yakni kasus pengeroyokan, penganiayaan dan perusakan.

Hingga saat ini, kata Aldinan, pihaknya belum mendata secara detail, jumlah warga yang luka.

"Ada beberapa pemuda yang terlibat saat ini sudah diamankan ke Mapolresta Kupang Kota untuk dimintai keterangan lebih lanjut terkait pertikaian tersebut," kata dia. (*)

Ikuti Berita POS-KUPANG.COM di GOOGLE NEWS

 

Artikel ini telah tayang di Kompas.com

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved