Berita Lembata
ASN di Lembata Jalani Tes HIV dan Aids
Tujuan dari tes ini yakni penemuan kasus HIV sedini mungkin dan kita upayakan meminimalisasi penularannya
Penulis: Ricardus Wawo | Editor: Rosalina Woso
Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Ricko Wawo
POS-KUPANG.COM, LEWOLEBA - Pemda Lembata mewajibkan para aparatur sipil negara (ASN) melakukan tes HIV dan Aids. Penjabat Bupati Lembata, Matheos Tan bahkan mengeluarkan surat yang mewajibkannya.
Tes HIV dan Aids sudah dimulai pada Selasa, 14 Mei 2024 di Kantor Dinas Kesehatan Kabupaten Lembata.
Sebanyak 70 dari total sekitar 100 pegawai Dinkes Lembata melakukan tes HIV dan Aids secara gratis.
Disaksikan POS-KUPANG.COM, sebelum tes digelar sejak pagi hari, para ASN di Dinas Kesehatan terlebih dahulu mendapatkan sosialisasi tentang HIV dan Aids dari pemerhati Nefri Eken dan petugas kesehatan Paskalis Witak.
Baca juga: Gunung Ile Lewotolok di Lembata Kembali Meletus Pagi Ini
Sub Koordinator Seksi Pemberantasan Penyakit Menular sekaligus pengelola HIV dan Aids, Antonius Ola, mengatakan masih ada pegawai di dinas kesehatan yang belum mengikuti tes karena sedang cuti dan melakukan perjalanan dinas keluar kota.
Antonius mengatakan pada bulan Mei ini, tim kesehatan akan melakukan tes HIV dan Aids di 10 kantor organisasi perangkat daerah (OPD) yaitu Dinas Kesehatan, RSUD Lewoleba, Dinas Pemuda, Olahraga dan Kebudayaan, Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Dinas Pekerjaan Umum, Dinas Perhubungan, Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil, BPBD, Satuan Polisi Pamong Praja dan Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan (Dinas Perkimtan).
Tes wajib kepada seluruh ASN ini diinisiasi oleh Pemda Lembata dalam hal ini Dinas Kesehatan dan pemerhati HIV dan Aids di Lembata.
Antonius berujar Per Desember 2023, tercatat sebanyak 306 penderita HIV dan Aids yang ada di Lembata. Sementara itu, terdata juga sejak Januari-April 2024 sudah terdeteksi sebanyak 19 penderita HIV dan Aids.
"Tujuan dari tes ini yakni penemuan kasus HIV sedini mungkin dan kita upayakan meminimalisasi penularannya," paparnya.
Menurut dia, jika semakin banyak warga yang terdeteksi terinfeksi HIV maka tim kesehatan bisa memberikan obat. Pasien yang rutin minum obat secara teratur kecil kemungkinan bisa menularkan penyakit tersebut kepada orang lain.
Upaya ini juga dilakukan sebagai respon dari pemerintah pusat yang memberi target nol kasus HIV pada tahun 2030.(*)
Ikuti Berita POS-KUPANG.COM Lainnya di GOOGLE NEWS
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.