Berita Timor Tengah Utara
Kasus DBD di Kabupaten TTU Meningkat, 5 Puskesmas Catat Kasus Terbanyak
Jumlah kasus DBD ( Demam Berdarah Dengue) di Kabupaten Timor Tengah Utara, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) meningkat
Penulis: Dionisius Rebon | Editor: Kanis Jehola
Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Dionisius Rebon
POS-KUPANG.COM, KEFAMENANU – Jumlah kasus DBD ( Demam Berdarah Dengue) di Kabupaten Timor Tengah Utara, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) meningkat drastis beberapa waktu terakhir.
Peningkatan kasus DBD di Kabupaten TTU ini terhitung selama 18 bulan sejak Bulan Januari hingga awal Bulan Mei 2024. Kasus DBD ini tersebar di sejumlah puskesmas di Kabupaten TTU.
Saat diwawancarai POS-KUPANG.COM, Selasa, 14 Mei 2024, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten TTU, Robertus Tjeunfin mengatakan, berdasarkan data yang dihimpun dinas kesehatan kasus DBD saat ini tercatat sebanyak 110 kasus di Kabupaten TTU.
Sebanyak 110 kasus DBD ini tersebar di 9 puskesmas. Meskipun demikian, peningkatan kasus signifikan terpantau pada 5 puskesmas yakni; Puskesmas Sasi, Puskesmas Tasinifu, Puskesmas Oelolok, Puskesmas Noemuti, Puskesmas Tublopo.
Dalam upaya mengatasi peningkatan kasus DBD tersebut, Dinas Kesehatan Kabupaten TTU dan semua puskesmas rutin memberikan sosialisasi, penyuluhan, dan kunjungan ke masyarakat.
Ia mengakui bahwa, ada peningkatan kasus DBD dalam kondisi perubahan cuaca beberapa waktu terakhir. Pasalnya, perubahan cuaca ini berdampak pada perkembangan Nyamuk Aedes Aegypti.
"Sehingga kebersihan lingkungan itu perlu diperhatikan," ucapnya.
Baca juga: Kasus DBD Meningkat Signifikan, Ini Penjelasan Kadis Kesehatan Timor Tengah Utara
Selain itu, saat ini Dinas Kesehatan melakukan sosialisasi upaya pemberantasan sarang nyamuk melalui kegiatan 3M Plus, melakukan fogging, dan menaburkan larvasida di daerah-daerah yang rawan.
Robert menegaskan bahwa, belum ada korban jiwa dari Kasus DBD di Kabupaten TTU. Semua pasien DBD berhasil ditangani petugas kesehatan.
Ia meminta masyarakat Kabupaten TTU untuk waspada terhadap penyebaran penyakit DBD ini. Selain itu masyarakat juga mesti memperhatikan kebersihan di rumah maupun di pekarangan rumah.
Merespon peningkatan kasus tersebut, Robert mengimbau masyarakat memperhatikan tempat-tempat perindukan nyamuk Aedes aegypti seperti selokan, dan tempat penampungan air serta sampah kaleng bekas di sekitar pemukiman.
"Jadi prinsip 3M harus benar-benar dilaksanakan untuk mencegah DBD,"ujarnya.
Selain itu, apabila anak-anak mengalami gejala panas segera dibawa ke fasilitas kesehatan terdekat seperti puskesmas atau polindes ataupun rumah sakit. Langkah tersebut dilakukan agar yang bersangkutan bisa mendapatkan pertolongan.
Tim Survey Dinas Kesehatan Kabupaten TTU selalu melakukan pemeriksaan dan pemantauan di lokasi dimana terdapat kasus DBD. Selain itu, Dinas Kesehatan juga melaksanakan sosialisasi keliling kepada masyarakat terutama di wilayah yang terdeteksi kasus DBD.
Baca juga: Kasus DBD di Belu: 86 Orang Sembuh dan Dua Meninggal
Wilayah-wilayah yang terdeteksi kasus DBD akan dilakukan fogging dengan radius 50 meter dari rumah penderita DBD tersebut.
Melalui berbagai upaya tersebut, Robert berharap jumlah kasus DBD di Kabupaten Timor Tengah Utara bisa diminimalisir. (*)
Ikuti berita POS-KUPANG.com di GOOGLE NEWS
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.