Renungan Harian Kristen
Renungan Harian Kristen Selasa 14 Mei 2024, Budaya Doa Syafaat
Mereka pemuda Yahudi yang sangat nasionalis, tetapi juga ketika di pembuangan, Tuhan memakai mereka untuk menjadi berkat bagi bangsa lain.
POS-KUPANG.COM,KUPANG - Renungan Harian Kristen Selasa 14 Mei 2024, Budaya Doa Syafaat, merujuk pada Kitab Daniel 9:1-19.
Artikel ini dikutip dari buku Renungan Harian Suluh Injil yang diterbitkan Gereja Masehi Injili di Timor ( GMIT ).
POS-KUPANG.COM telah mendapat izin dari anggota Tim Penyusun Renungan Harian Suluh Injil edisi Mei 2024.
Simak selengkapnya Renungan Harian Kristen berikut ini:
Di dalam Alkitab tertulis banyak doa dari orang-orang yang dipakai Tuhan untuk pekerjaan-Nya. Ada doa syafaat Abraham, ada doa Musa, Daud, Daniel.
Juga ada doa Yesus. Hari ini kita belajar dari doa syafaat Daniel di pembuangan di Babel. Kita mengenal nama Daniel atau yang dinamai Beltsazar oleh orang Babel.
Bersama ketiga sahabatnya Hananya, Misael dan Azarya, mereka hidup benar, menjaga integritas dan tidak bercacat cela.
Mereka pemuda Yahudi yang sangat nasionalis, tetapi juga ketika di pembuangan, Tuhan memakai mereka untuk menjadi berkat bagi bangsa lain.
Mereka hidup dan mengabdi pada zaman pemerintahan Nebukadnezar (raja Babel) dan Darius (raja Media-Persia). Pembuangan di Babel sering dilihat hanya dari satu sisi yakni kesukaran dan penderitaan.
Padahal kitab Daniel juga memberikan perspektif berbeda, bahwa walaupun berstatus orang buangan atau tawanan, namun eksistensi mereka sangat diperhitungkan.
Mereka mendapat jabatan dan kuasa melebihi orang lain, karena integritas iman mereka. Integritas itu nampak sangat jelas termasuk dalam hal berdoa. Mari kita belajar beberapa aspek dalam doa syafaat Daniel.
Baca juga: Renungan Harian Kristen Senin 13 Mei 2024, Doa Mohon Hikmat
Pertama (ayat 4), siapa Allah. Doa syafaat Daniel menunjukkan kualitas rohani seorang pemimpin ditandai dengan kerendahan hati. Ia membuka doa dengan menyapa dan memuji-muji Allah, “Ya TUHAN, Allah Yang Maha Besar dan dahsyat, dst”. Puji-pujian dan pengakuan ada di awal doa.
Ia tidak memulai doa dengan kata-kata yang umum, tetapi dengan menyebut nama Tuhan terlebih dahulu. Menyapa dan menyebut nama Allah di awal doa menegaskan dengan siapa ia berbicara, kepada siapa ia menghadap dan memohon, TUHAN, Allah Yang Maha Besar.
Ini memberikan kepastian tentang Allah yang mana yang ia sembah, sebab di saat itu, ada banyak ilah yang disembah di Babel.
Dengan menyebut nama Allah secara spesifik, Daniel menyatakan siapa Allahnya. Bagaimana dengan kita?
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/Doa-syafaat.jpg)