Berita Sabu Raijua
Perdana, Lulusan PGRI Sabu Raijua Berhasil Masuk PTN Tanpa Tes
Disiplin itu bagi saya adalah langkah awal menuju sukses. Tidak ada kesuksesan tanpa disiplin. Itu yang saya imbaukan ke anak-anak
Penulis: Agustina Yulian Tasino Dhema | Editor: Rosalina Woso
Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Asti Dhema
POS-KUPANG.COM, SEBA - Untuk pertama kalinya lulusan SMAS PGRI Winirai Sabu Raijua berhasil masuk Perguruan Tinggi Negeri (PTN) tanpa tes.
Pada tahun ini, SMAS PGRI Winirai Sabu Raijua mencetak lulusan baru sebanyak 135 orang dengan persentase kelulusan 100 persen. Meski selama ujian banyak kendala yang dihadapi tetapi ini bukan penghambat untuk mereka tetap maju.
Jane Apriana Raga Lawa, Kepala Sekolah SMAS PGRI Wini Rai Sabu Raijua mengatakan, pada tahun ini untuk pertama kalinya 4 siswa SMAS Wini Rai mengikuti seleksi tanpa tes masuk PTN di Kupang. Ia bangga atas pencapaian sekolah yang dinahkodainya sejak Desember 2023 silam.
SMAS Winirai sudah berdiri sejak 1984 di Sabu Raijua. Dari angkatan ke angkatan, sudah banyak mencetak lulusan-lulusan yang sudah berhasil dan turut membangun Sabu termasuk mantan Bupati Sabu Rai, Martin Dira Tome dan masih banyak pejabat-pejabat lain yang ada merupakan jebolan SMAS PGRI yang terletak tepat di seberang Bandara Terdamu, Sabu Raijua ini.
Baca juga: Potensi Garam Rakyat di Sabu Raijua Perlu Dukungan Masyarakat
Pada hari pengumuman kelulusan, Senin, 6 Mei 2024 para siswa diarahkan untuk mengenakan pakaian adat. Bukan tanpa alasan, hal ini dilakukan untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan seperti euforia coret-mencoret baju sekolah. Mengenakan pakaian adat juga sebagai salah satu cara melestarikan budaya daerah.
"Semua anak diwajibkan, meskipun tidak ada pakaian adat lengkap tetapi bisa mengenakan selimut atau selendang di leher supaya menunjukkan keaslian budaya Sabu,"ujar Jane pada Jumat, 10 Mei 2024.
Hal ini dilakukan seperti yang diharapkan dinas pendidikan provinsi NTT dan imbauan ini sudah disampaikan kadis Pendisikan dan Kebudayaan NTT kepada para kepala sekolah di NTT.
"Disiplin itu bagi saya adalah langkah awal menuju sukses. Tidak ada kesuksesan tanpa disiplin. Itu yang saya imbaukan ke anak-anak,"tegasnya
Di hari terakhir para siswanya di SMAS Winirai ini menghadirkan orang tua mereka untuk menyaksikan kelulusan mereka dan secara resmi sekolah mengembalikan mereka kepada orang tua dengan selembar ijazah.
"Saya mau betul-betul ada kenangan untuk mereka. Ketika mereka angkat kaki dari situ pun mereka tahu bahwa ini sekolah pernah berjasa untuk mereka. Bukan karena kepala sekolahnya hebat, bukan karena gurunya hebat, tetapi karena sekolahnya itu,"tutupnya. (dhe)
Ikuti Berita POS-KUPANG.COM Lainnya di GOOGLE NEWS
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/Para-siswa-SMAS-Winirai-saat-pengumuman-kelulusan.jpg)