Berita Kabupaten Kupang

129 Siswa SMAN 1 Amarasi Barat Rayakan Kelulusan dalam Balutan Busana Adat

aksi corat-coret pakaian bagi para siswanya termasuk di lingkungan sekolah dan dia memastikan hal tersebut tidak ada.

Penulis: Yohanes Alryanto Tapehen | Editor: Rosalina Woso
POS-KUPANG.COM/HO-DOK
Siswa siswi kelas 3 SMAN 1 Amarasi Barat yang mengikuti pengumuman hasil kelulusan dalam balutan busana adat daerah, Senin 6 Mei 2024. 

Laporan Reporter POS KUPANG.COM- Ryan Tapehen

POS KUPANG.COM, OELAMASI - Sejak pagi hari wajah tegang dan was-was 129 siswa  SMAN 1 Amarasi Barat menanti penentuan hasil belajar mereka selama tiga tahun bersekolah disana.

Dalam balutan busana adat sejak pukul 07.00 Wita mereka sudah tiba di halaman sekolah mengikuti pengumuman hasil Ujian Nasional yang dilakukan serentak pada Senin 6 Mei 2024.

Bukan cuma para siswa-siswi, orang tua juga hadir dengan mengenakan busana adat daerah nampak ceria bersua dengan para guru disana.

"Kami siswa kelas 3 ada 129 orang dan kami 100 persen lulus semua," ungkap Kepala Sekolah Thomas Doni.

Baca juga: Pilkada Kabupaten Kupang, Wartawan Chris Bani Daftarkan Diri di NasDem dan PSI Sebagai Bacawabup

Pengumuman sekaligus perayaan kelulusan di sekolah mereka ini dilangsungkan dengan serangkaian kegiatan menyemarakkan hasil kelulusan ini.

Diantaranya melakukan pentas seni seperti tarian kreasi, menyanyi solo, serta paduan suara membawakan lagi daerah maupun lagu nasional.

Dalam seremonial kelulusan ini mereka memulai dengan prosesi masuk tenda yang dikawal barusan pramuka.

Kemudian dilanjutkan dengan pengumuman hasil kelulusan dimana kepala sekolah menyerahkan SKHU serta melakukan pengalungan medali tanda kelulusan bagi semua siswa.

Usai acara kelulusan para siswa serta orang tua berjabatan tangan dan menyampaikan terima kasih kepada para guru. 

Nampak tangis haru atas perjuangan para siswa selama tiga tahun belajar disana. Para guru juga secara pribadi memberikan wejangan singkat bagi para muridnya.

Thomas Doni menjelaskan acara kelulusan ini dalam balutan busana adat daerah dengan pertimbangan mengangkat budaya setempat juga mencegah adanya aksi corat-coret pakaian.

Hal itu juga sudah mereka sepakati bersama para orang tua sepekan yang lalu sehingga acara kelulusan ini berlangsung dalam suasana berbeda.

Dirinya juga menegaskan tak ingin ada aksi corat-coret pakaian bagi para siswanya termasuk di lingkungan sekolah dan dia memastikan hal tersebut tidak ada.

"Tidak ada, kemarin saya dan panitia sudah himbau supaya tidak aksi kovoi dan coret-coret juga sudah ada himbauan dari pak kadis dan ini juga menghindari hal yang tidak diinginkan atas euforia berlebihan terhadap hasil yang mereka peroleh," ungkapnya

Halaman
12
Sumber: Pos Kupang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved